Laman

Rabu, 07 Juni 2017

Bayi Prematur Lebih Rentan Meningitis

Bayi prematur lebih rentan meningitis, Infeksi yang terjadi pada meninges (selaput pelindung) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang atau meningitis. Meninges yang membengkak karena infeksi yang terjadi.pada anak banyak sekali faktor risikonya. Awalnya bayi terkena infeksi kian meningkat, dapat dilihat dari sejak lahir, termasuk bayi yang lahir dalam keadaan prematur dan berat badan lahir rendah.

Bayi Prematur Lebih Rentan Meningitis

Khusus Spesialis Anak dari RS Evasari Jakarta yakni dr Darmady Darmawan SpA memaparkan, bahwa ada beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi bayi prematur lebih rentan meningitis. Di masa kehamilan, seorang calon ibu wajib menjaga kandungannya dengan baik agar bayi tetap lahir dengan tepat waktu dan normal.

"Adapun beberapa Faktor risiko meningitis yakni diantaranya dari jenis kelamin yang akan berpengaruh, bayi yang pada saat dilahirkan dalam keadaan prematur atau memiliki berat badan yang rendah. Oleh sebab itu, bayi prematur lebih rentan meningitis. Beda jika dibandingkan dengan bayi yang lahir tepat waktu lebih jarang terkena meningitis," jelas dr Darmady.

Sebab, Pada bayi yang lahir prematur, menurut dr Darmady, lebih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih buruk dibandingkan dengan bayi yang lahir tepat waku. Sehingga, anak pun akan menjadi rentan sakit sampai dia tumbuh besar nanti.

Jika para orangtua tidak menginginkan anaknya lahir prematur, tentu saja orangtua harus selalu  menjaga kandungannya dengan baik selama kehamilan hingga tiba lahir. Bisa saja bayi yang baru dilahirkan sudah menderita meningitis akibat dari ibunya yang telah terkena infeksi terlebih dulu.

"Meningitis dideteksi sejak dini pada saat masih masa dalam kandungan itu tidak bisa dilakukan. Sebabnya ialah bahwa seorang bayi atau anak harus melakukan pemeriksaan fisik terlabih dulu, jika didapatkan ternyata ada kelainan saraf atau tidak, melakukan periksa darah, dan lain sebagainya," sambungnya.

Untuk sementara dapat melakukan pencegahan sudah dapat dilakukan sejak bayi. Orangtua harus memberikan vaksin pencegah meningitis yang dapat disuntikkan dari usia dua bulan.

Tentu dengan melakukan vaksin, prevalensi meningitis dapat menurun. Meskipun biaya vaksin yang tidak cukup murah melainkan sedikit mahal, tapi dengan melakukan tindakan vaksin untuk anak sudah melindungi anak dari penyakit infeksi mematikan tersebut.