Laman

Senin, 19 Juni 2017

Keong Sawah Mengintai Kesehatan Diantaranya Meningitis

Keong sawah, Apakah Anda termasuk penggemar masakan keong sawah atau tutut? Dilihat dari sisi kandungan gizi, keong sawah memag memiliki nilai protein sebesar 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah dan sisanya itu mengandung niacin serta folat, energi, protein, karbohidrat, kalsium, phosfor, dominasi vitamin A dan vitamin E serta zat gizi makronutrien yakni zat protein dalam kadar yang tinggi dan zat mikronutrien yang berupa mineral dalam bentuk kalsium.

Keong Sawah Mengintai Kesehatan Diantaranya Meningitis

Pada intinya bahwa keong sawah adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat bermanfaat bagi manusia. Dibalik nilai gizi yang terkandung dalam keong sawah, adapun risiko yang mengintai kesehatan Anda. Adapun tiga risiko keong sawah bagi kesehatan yakni:

1. Menyebabkan Cacingan

Jika keong sawah diolah dengan tidak benar, dapat berakibatkan penyebar cacing pada manusia. Keong selain nilai gizinya yang tinggi  juga menjadi salah satu inang perantara cacing Trematoda. Cacing ini dapat berkembang dalam tubuh manusia, cacing tersebut berbentuk seperti daun dan dapat berkembang dalam usus manusia.

Untuk dapat menghindari penularan cacing pada manusia sebaiknya keong sawah dimasak benar dan secara sempurna. Hal ini disebabkan karena masih terdapat beberapa budaya masyarakat yang masih menyukai dan mengonsumsi keong sawah dalam keadaan yang masih mentah sebagai bahan campuran wine/anggur maupun sate. Daging keong sawah sangat  tidak diajurkan dimasak setengah matang, sama halnya dengan daging bekicot, karena terdapat bahaya makan daging bekicot.

2. Infeksi Kronis

Schistosomiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing Schistosoma. Schistososmiasis urogenital dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kemih, ureter, kerusakan pada ginjal dan bahkan hingga gagal ginjal. Cara kerja Cacing schistosoma dengan masuk melalui pori-pori kulit.

Sedangkan schistosomiasis usus dapat menyerang sistem pencernaan dengan gejala yang ditimbulkan ialah sakit perut, diare dan tinja berdarah. Jika infeksi usus didiamkan saja dan terus terjadi dapat menyebabkan hati menjadi membesar dan akumulasi cairan dalam rongga peritoneal bisa terjadi.

Penyakit schistosomiasis tergolong dalam daftar penyakit yang cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Penyebarannya itu selain melalui konsumsi keong sawah juga bisa melalui dengan penggunaan air yang telah tercemar cacing yang berkembang biak pada kerbau dan manusia.

3. Meningitis

Penyakit meningitis yang diderita oleh seseorang salah satunya disebabkan oleh cacing Angiostrongylus Cantonensis. Cacing yang berjenis seperti itu dapat masuk dalam tubuh manusia apabila keong sawah tidak dimasak secara matang hingga sempurna atau bahkan dikonsumsi dalam keadaan yang masih mentah. Selain itu cacing juga dapat menular dengan melalui cara tersebut dilakukan untuk membunuh bakteri/cacing yang ada pada keong sawah.

Jaga selalu kebersihan tubuh Anda dari berbagai penyakit melalui virus dan kuman dengan cara cuci tangan, kaki dan anggota tubuh lain yang terkena kontak langsung dengan keong sawah ataupun ketika Anda terkena lumpur menggunakan sabun yang memiliki antiseptik terhadap kuman dan bakteri. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir masuknya cacing pada tubuh manusia. Jangan luga untuk selalu menggunakan air higenis pada saat mencuci bahan makanan, tidak sembarang memilih sumber air untuk dikonsumsi.