Laman

Jumat, 22 September 2017

Meningitis Pada Anak Dalam Kandungan

Meningitis pada anak, Meningitis ialah sebuah kondisi pembengkakan pada selaput otak akibat infeksi . dimana pembengkakan selaput otak karena infeksi ini, disebabkan oleh bakteri, jamur, virus atau patogen-patogen lainnya. meningitis pada anak, cukup berbahaya sebab mortalitasnya cukup tinggi hingga mencapai 60% bila sebelumnya si anak tidak pernah mendapatkan vaksin.

Meningitis Pada Anak Dalam Kandungan

Menurut dr Darmadi Darmawan, SpA dari Rumah Sakit Evasari, orang tua harus selalu mewaspadai berbagai gejala dan faktor risikonya sehingga bila ada kasus meningitis pada anak yang ditemukan, dalam penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Untuk gejala awal meningitis pada anak memiliki tanda-tanda umum yang biasa terjadi yakni demam tinggi, lelah, nafsu makan berkurang, hingga mengalami kejang. Sebagian besar kasus yang pernah terjadi bermula karena infeksi di tempa lain yang menyebar dan pada anak dan biasanya itu berawal dari infeksi pada saluran pernapasan.

Biasanya bakteri itu buat infeksi dulu di tempat masuknya yang kita sebut dengan point of entry. Terus dia mengalir ke aliran darah baru ke otak. Beberapa hari atau sampai beberapa minggu itu tergantung dari kumannya. Mengapa ada anak yang terkena infeksi dapat sembuh dan mengapa ada juga yang kemudian terus berkembang menjadi meningitis yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama dilihat dari sisi anak sendiri yaitu kekebalan tubuhnya, kedua dilihat dari lingkungan dan yang ketiga dari keganasan pathogen yang menyerang.

Pada anak yang imunnya itu masih terganggu karena kurangnya nutrisi, memiliki penyakit lain atau lahir premature maka tubuhnya berkesempatan lebih kecil untuk dapat kuat melawan infeksi. Sedangkan, pada faktor lingkungan, anak yanga tinggal di lingkungan padat atau ditambahi sanitasi yang cukup buruk maka resiko terjadinya infeksi juga akan terus meningkat. Untuk faktor yang ketiga tergantung pada keganasan kumannya itu sendiri.

Ketika ada seorang ibu hamil yang sedang mengandung kemudian terkena infeksi, ada risiko pada anak yang dikandungnya itu bisa ikut terkena. Ini merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai yakni meningitis atau infeksi pada selaput otak anak karena memiliki moralitas yang cukup tinggi. Anak di dalam kandungan dapat terkena meningitis secara langsung oleh virus, bakteri dan jamur atau bisa saja terkena paparan cairan vagina saat persalinan.

Anak bila sudah terkena meningitis dari dalam Rahim. Kalau semisalnya si Bunda ada keputihan yang bau, infeksi pada saluran pencernaan, air ketubannya itu berwarna hijau atau pucat lama sebelum persalinan itu bisa ke bayi.

Ketuban yaitu tembok perlindungan, kalau sudah jebol kuman-kuman akan segera masuk dengan cepat. Bila bayi yang dilahirkan premature sistem imunnya belum terlalu permanen, sehingga bisa berujung kecatatan atau yang terburuknya meninggal dunia. oleh sebab itu, orang tua harus selalu waspada dan rutin dalam melakukan pengecekan kandungan dengan USG, dengan beigtu juga dapar memberi petunjuk dini bila ada masalah pada anak.

Rabu, 20 September 2017

Bayi Baru Lahir Terkena Meningitis akibat Ciuman

Bayi terkena meningitis, Menjenguk teman atau orang terdekat kita yang baru saja melahirkan, pastinya membawa kesan tersendiri karena ikut merasakan kebahagiaan. Namun, siapa yang menyangka kalau pada kenyataannya justru akan menjadi penyesalan oleh kita sendiri setelah anak dijenguk oleh orang-orang terdekat. Ada salah satu kasus yang terjadi pada pasangan yang benama Krystal Hayes dan John, istrinya yang baru saja melahirkan putra yang bernama Gunner. 

Bayi Baru Lahir Terkena Meningitis akibat Ciuman

Putranya tiba-tiba saja memiliki suhu badan yang tinggi. Keesokan paginya, ia masih saja seperti itu hingga suhu tubuhnya mencapai 38,9 derajat celcius. pada saat Krystal berusaha untuk melepas seluruh bajunya, Gunner tampak nangis kesakitan. Kedua orang tua tersebut pada akhirnya membawa putranya ke Doncaster Royal Infirmary atas saran dari salah seorang bidan. Di tempat itulah, diberitahukan bahwa ternyata Gunner merupakan bayi terkena meningitis.

Padahal selama ini Gunner tidak pernah menunjukkan gejala yang membahayakan tersebut, seperti adanya perubahan selera minum susu, sensitif terhadap cahaya, tangan dan kakinya dingin serta terdapat bintik merah di kemudian harinya, tidak menyangka bayi terkena meningitis. Krystal sangat terpukul sekali saat dokter memberitahu bahwa virus tersebut dapat menyerang dengan melalui sebuah ciuman.

“Seluruh dunia rasanya runtuh seketika, saat dirinya mengetahui bahwa virus tersebut dapat berasal dari sebuah ciuman,” papar Krystal.

“Penyakit meningitis yang diperolehnya itu bisa saja ditransfer oleh seseorang yang sedang sakit. Mereka juga mengatakan bahwa virus dapat hidup di dalam tubuh Anda tanpa dapat diketahui sehingga Anda mungkin tidak memiliki gejala apapun namun dapat ditransfer dengan sebuah ciuman. Saya rasa Anda sebagai orang tua tidak menyadari bahwa sesuatu yang sangat sederhana bisa sangat membahayakan,” jelas Krystal.

Sejak saat itulah, krystal memberikan saran kepada semua orang yang memiliki bayi atau anak agar tidak mencium bayi yang baru lahir, apapun alasannya. Karena virus dapat menyebar dengan cepat dan menular tanpa jejak.

“Saran saya untuk semuanya adalah jangan mencium bayi yang baru lahir, baik diberikan dari orang tua, keluarga, teman atau siapa saja. Mungkin mereka merasa bahwa tubuhnya dalam keadaan sehat-sehat saja dan tidak memiliki tanda atau gejala apa pun yang terjadi, namun virus mungil dan tidak terlihat dapat berakibatkan fatal,” ungkap Krystal.

Selasa, 19 September 2017

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Vaksin meningitis memberi perlindungan, Para ilmuwan belum dapat mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit gonore atau kencing nanah yang dapat menular dengan melalui hubungan seksual, meski sudah melakukan penelitian dari 100 tahun. Namun mereka mungkin secara kebetulan telah menemukan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk untuk memajukan pengembangan vaksin yang semacam itu. Ada beberapa dekade yang lalu, di akhir tahun 1990-an.

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Dimana di tahun tersebut telah terjadi epidemik salah satu jenis penyakit meningitis B di Selandia Baru. Sebuah vaksin, MeNZB, kemudian dikembangkan untuk dapat melindungi masyarakat muda yang sangat memiliki risiko tertinggi untuk mendapatkan meningitis tipe ini. Namun, vaksin ini tidak dapat memberikan perlindungan untuk tipe meningitis B lainnya. vaksin meningitis memberi perlindungan sebagian untuk penyait gonore.

Pada tahun antara 2004 dan 2006, MeNZB diberikan kepada siapa saja yang telah berusia di bawah 20 tahun. Bayi dan anak-anak prasekolah di imunisasi secara rutin sampai tahun 2008. Pada seseorang beserta dengan risiko medis tinggi yang dimilikinya akan terus mendapatkan vaksin hingga tahun 2011. Setelah epidemik telah usai, program vaksinasi pun dihentikan. Vaksin meningitis memberi perlindungan gonore.

Namun, dari para ilmuwan meneliti dan melihat bahwa vaksin meningitis juga tampaknya dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap gonore. Sebuah studi yang telah diterbitkan di Lancet pada beberapa bulan yang lalu menunjukan bahwa sepertiga orang yang menerima MeNZB tidak terkena gonore, dibandingkan dengan kelompok control yang tidak melakukan vaksinasi. Penulis juga telah mencatat bahwa bakteri yang menyebabkan kedua penyakit tersebut berbagi antara 80-90 persen urutan genetik primer mereka.

Ada seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Cincinnati yakni Dr. Steven Black mencatat, “Ini ialah pertama kalinya terbukti bahwa Anda dapat memperoleh vaksin yang dapat melindungi diri dari gonore. Dan bila hasil ini di konfirmasi di tempat lain, itu artinya sangat masuk akal. Untuk maju dengan terus mengembangkan vaksin yang lebih tepat sasarannya,” komentarnya.

Dari Organisasi Kesehatan Dunia yakni WHO melaporkan bahwa gonore menjadi lebih sulit dan terkadang tidak mungkin lagi untuk dapat diobati. Badan ini juga memperingati bahwa gonore bisa jadi tidak dapat untuk disembuhkan dalam waktu yang lama. Hingga saat ini, tidak ada antibiotik baru yang dikembangkan untuk dapat mengobati penyait ini.

“Bakteri yang terdapat pada gonore sangat cerdas sekali. Setiap kali kita menggunakan antibiotik golongan baru untuk dapat mengobati infeksi, bakteri berkembang untuk dapat melawannya,” menurut dari Dr. Teodoro Wi, yang merupakan salah seorang media yang terlibat dalam reproduksi manusia di WHO.

The U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa gonore merupakan penyakit kedua yang paling banyak dilaporkan di Amerika Serikat. Semua kasus yang ada dan diketahui harus dilaporkan ke CDC, namun pejabat yang berada disana memperkirakan bahwa mereka diberitahu kurang dari setengah 800.000 kasus baru untuk setiap tahunnya.

Untuk wanita mungkin tidak memiliki gejala apapun, tapi gonore yang tidak diobati akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Karena hal itu dapat menyebabkan radang panggul, kehamilan ektopik yang dapat mengancam jiwa dan wanita hamil dapat menyebarkan penyakit ini kepada bayi mereka sendiri. Selain itu, gonore juga dapat menyababkan ketidaksuburan bagi pria dan wanita dan penderita dapat memiliki kemungkinan besar terkena HIV.

Studi tentang epidemik Selandia Baru bisa mengubah pendekatan untuk dapat mengembangkan vaksin dalam melawan gonore

Kamis, 14 September 2017

Segala Jenis Penyakit Berawal Dari Otak Seperti Meningitis

Penyakit berawal dari otak, Percaya atau tidak bahwa otak merupakan titik awal dari munculnya berbagai macam penyakit. Gambarannya seperti ini, mungkin Anda pernah menemukan orang atau bahkan keluarga sendiri yang sedang didera kesedihan yang mendalam atau kerumitan batiniah yang sedang dirasakan. Banyak hal yang kemungkinan dapat menjadi penyebabnya seperti ditinggal meninggal oleh orang sangat dicintainya, usahanya mengalami kebangkrutan, dikhianati pasangan, hartanya tertipu dan masih banyak masalah lainnya yang sehingga berimplikasi pada terganggunya kehidupan.

Segala Jenis Penyakit Berawal Dari Otak Seperti Meningitis

Kebahagiaan, keceriaan, semangat hidup maupun kinerjanya menjadi hilang dengan seketika disebabkan oleh kondisi yang sedang dialaminya. Beberapa kasus yang ada, mereka hilang semangat hidup berawal dari otak seperti meningitis. Dengan kondisi yang demikian, jika terus menerus didiamkan akan mengurangi mutu dari kualitas kehidupannya. Karena penyakit berawal dari otak.

jika kadaan seperti itu, menurut dari ahli kesehatan jiwa Dr. Yul Iskandar DAJ, MBAP, Ph. D disebabkan oleh otak yang merupakan menjadi sumber segala pikiran yang berasal dari otak. Jika siksaan pikiran terus mereda, maka gangguan kesehatan pun akan hilang. Pikiran adalah pusat kejiwaan pada seseorang. Kalau otak sudah terganggu akan banyak pengaruhnya terhadap kondisi tubuh karena penyakit berawal dari otak. Otaklah yang berfungsi untuk mengatur segala fungsi tubuh. segala penyakit bersumber dari otak seperti meningitis.

seorang psikiater Jerman, Dokter Alois Alzheimer memaparkan, bahwa adapun jenis-jenis penyakit yang menyerang otak seperti penyakit Hidrosefalus, Meningitis, Parkinson, Stroke, Epilepsi, Migren, Lumpuh Otak, dan masih banyak penyakit lainnya yang bersumber pada otak.

Diantara penyakit itu, misalnya Meningitis yang merupakan penyakit yang sangat membahayakan. Penyakit ini adalah radang yang terjadi pada membran pelindung sistem saraf pusat. Dimana meningitis ini dapat ditimbulkan oleh virus, bakteri ataupun jamur yang terus menyebar dan masuk ke dalam darah kemudian berpindah ke cairan otak. Jika ini dibiarkan begitu saja akan menimbulkan kerusakan otak, kehilangan pendengaran, berkurangnya kemampuan dalam belajar, dan menyebabkan kematian.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit meningitis ini adalah demam, sakit kepala hebat, otot leher terasa kaku, hingga berjam-jam mengalami mual disertai dengan muntah-muntah. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala itu segeralah hubungi rumah sakit terdekat atau segera menuju ke rumah sakit secepatnya. Perlu diingat bahwa tanda dan gejala yang di alami oleh penderita meningitis itu berbeda-beda. Namun, sebagian besar mengalami gejala itu semua.

Oleh sebab itu, jagalah kesehatan dengan baik. Untuk dapat menghindarkan diri kita dari segala sumber penyakit yang berawal dari otak. Karena banyak jenis penyakit yang beraneka ragam, maka Anda harus selalu berusaha menyehatkan kondisi mental yang merupakan manifestasi jiwa secara optimal. Jangan sampai menyiksa diri sendiri dan lepaskan segala emosi hingga tidak membabi buta.

Dengan menerapkan pola hidup yang selaras maka fungsi-fungsi pada otak akan berjalan dengan normal. Keadaan yang seperti itulah akan berdampak pada kondisi tubuh yang sehat karena tidak akan ada perintah-perintah yang menyelewang dari otak. Inti dari semua itu, baik dari yang mudah sakit atau tidaknya terhadap seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan diri dalam menciptakan keselarasan dalam hidup.

Rabu, 13 September 2017

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Antisipasi dengan vaksin, Meningitis ialah penyakit yang cukup membahayakan karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada selaput otak. Kasus yang terjadi pada anak-anak, menurut peneliti telah mencapai 50 persen dengan sebagian yang selamat alami kecacatan. Meskipun telah melakukan antisipasi dengan melakukan vaksin, namun pada kenyataannya masih ada saja anak yang terjangkit meningitis alias radang selaput otak.

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Spesialis anak yakni dr Paulus Al Hamzah SpA menerangkan, bahwa kebanyakan anak dengan diagnosis meningitis masih saja berdatangan dalam kondisi yang parah. Meski sudah antisipasi dengan vaksin. Seperti gejala yang dialaminya panas tinggi dan kejang-kejang. Namun, kemungkinan besar infeksi ini sudah menyebar pada bagian otak dan mengakibatkan kematian.

Menurutnya, penyebab dari meningitis yaitu dari sebuah virus. Namun, biasanya virus tersebut bermula menyerang pada organ tubuh lain seperti telinga dan gigi. “Letaknya itu juga kan berdekatan, ditambah dengan daya tahan tubuh anak-anak yang belum sempurna. Jadi kalau terjadi infeksi telinga dan gigi pada anak harus segera ditangani dokter, dikhawatirkan infeksi naik menjadi meningitis, meski telah lakukan antisipasi dengan vaksin untuk hindarkan meningitis,” lanjutnya.

Bahkan, dari 10 anak yang terkena meningitis, biasanya itu separuh darinya meninggal. Separuhnya lagi bertahan dan sembuh. “Meski kondisinya sembuh, namun ada gejala sisanya,” jelasnya. Maksud dari gejala sisa tersebut, dapat berupa kelumpuhan, otak pada anak yang akhirnya tidak dapat berfungsi dan bekerja secara maksimal.

Seringkali, Infeksi yang terjadi pada radang selaput otak itu menyebar dengan cepat ke seluruh otak hingga menyelimutinya. Meski anak selamat dari penyakit mematikan itu, biasanya pasien anak akan terus menjalani rawat inap yang cukup lama. Karena obat-obatan yang diberikan pada pasien juga harus intensif. Pemberiannya juga dengan cara injeksi.

Biasanya, orang tua terkadang berasumsi hanya panas biasa saja. Namun, bila panasnya itu sudah melebihi tiga hari. Paulus juga menegaskan kepada para orang tua ketika sang anak mengalami hal itu harus dibawa segera ke dokter anak. “Untuk mengantisipasi kalau itu meningitis,” paparnya. Selain itu juga, anak biasanya dalam kondisi kejang.

Selasa, 12 September 2017

Hadapi Kejang Demam Anak Dengan Tenang

Hadapi kejang demam, Penting bagi kita untuk tetap tenang dalam menghadapi kejang demam pada anak. Meski kejang merupakan satu gejala dari meningitis. Kejang demam ialah salah satu kondisi yang sangat ditakuti orang tua. Dalam situasi seperti ini seringkali dihubung-hubungkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental sebagai efek dari kejam demam tersebut. Kejang demam yang diduga karena kenaikan drastis pada temperatur tubuh yang umumnya disebabkan oleh infeksi dan merupakan sebuah respons khusus dari otak terhadap demam yang biasanya terjadi di hari pertama demam.

Hadapi Kejang Demam Anak Dengan Tenang

Pada umumnya yang sering terjadi pada anak yang kejang demam hingga mengalami kondisi hilang kesadaran disertai dengan berkeringat, tangan dan kaki kejang, demam tinggi, terkadang keluar busa dari mulutnya atau muntah-muntah, keadaan mata terkadang terbalik, setelah reda dia akan terlihat mengantuk dan tertidur. Namun, meski begitu hadapi kejang demam dengan tenang.

Berbagai macam gejala kejang demam pada anak yang beragam, mulai dari yang ringan-ringan saja, seperti menatap dengan melotot, hingga yang berat, seperti tubuh yang bergetar parah atau otot-otot berubah menjadi keras dan kaku. Orang tua harus hadapi kejang demam dengan tenang, jangan panik. Berdasarkan dari durasinya, kejang demam masuk dalam kategori sebagai berikut, dibawah ini:

1.Kejang demam sederhana: pada umumnya yang terjadi, dengan durasi kejang yang beberapa detik hingga kurang dari 15 menit. Kejang yang terjadi pada seluruh bagian tubuh ini tidak akan terulang kembali dalam periode 24 jam.

2.Kejang demaam kompleks: biasanya terjadi lebih dari 15 menit pada salah satu bagian tubuh dan dapat terulang dalam 24 jam.

Secara umumnya sebagian besar kejang demam dialami oleh bayi yang berusia 6 bulan hingga anak yang berumur 5 tahun. Kejang demaam sangat jarang yang dimulai pada anak yang berusia dibawah 6 bulan ataupun setelah umur 3 tahun.

Penyebab timbulnya kejang demam yang sebenarnya belum diketahui dengan jelas. Tapi dari sebagian kasus besar yang terjadi, kejang demam yang berhubungan erat dengan demam tinggi akibat dari infeksi virus flu, infeksi telinga, cacar air atau tonsillitis yang dikenal sebagai radang amandel.

selain itu juga, kejang demam yang terjadi pada anak juga relatif sering terjadi pasca imunisasi. Meski demikian yang terjadi, bukan disebabkan oleh vaksinnya yang menjadi penyebab kejang demam, melainkan karena demam yang dialami oleh anak tersebut. Faktor genetik juga dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kejang demam. Satu dari empat anak yang mengalami hal itu kompleks memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi yang seperti ini. 

Setelah sudah pernah terjadi sekali, kejang demam ini bisa saja akan terulang kembali, terutama jika terdapat anggota keluarga dekat yang memiliki riwayat demam, kejang demam terjadi pertama kali sebelum anak berusia 1 tahun, anak Anda mengalami kejang padahal suhu tubuhnya saat demam tidak tinggi dan periode antara anak mulai demam dengan waktu kejang demam.

Umumnya pada awal masa demam pada anak, sehingga dapat memberikan obat penurun panas padanya, seperti paracetamol, sanmol atau ibuprofen, hanya bermanfaat membuat anak lebih nyaman dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak mencegah akan timbulnya kejang demam itu sendiri.

Hindari anak saat kejang demam dengan pemberian aspirin karena dapat berisiko memicu tejadinya Reye’s syndrome pada sebagian anak dan dapat berujung kematian. Obat lorazepam, diazepam dan clonazepam dapat diresepkan oleh dokter anak Anda jika anak sedang mengalami kejang demam kompleks atau kejang yang berulang.

Bila kejang demam pada anak terjadi untuk kedua kalinya saat Anda belum berada di rumah sakit atau ke dokter:

1.Jangan tahan gerakan kejang pada anak. Namun, letakkan anak di permukaan yang aman seperti pada karpet di lantai.

2.Untuk dapat menghindari tersendak, segera keluarkan jika ada sesuatu di dalam mulutnya saat ia dalam keadaan kejang. Jangan taru obat bentuk apapun pada mulutnya saat anak masih dalam kondisi kejang.

3.Untuk dapat mencegah agar ia tidak menelan muntahnya sendiri (bila terjadi), letakkan ia dengan posisi menyamping, bukan terlentang, dengan salah satu lengan berada di bawah kepala yang huga di tengokkan pada salah satu sisi.

4.Hitunglah durasi kejang demam. Lalu paggil ambulans atau larikan anak ke instalasi gawat darurat (IGD) bila kejang terjadi lebih dari 10 menit.

5.Tetaplah selalu berada dalam dekatnya anak untuk memberikan ketenangan.

6.Pindahkan benda tajam yang ada di sekitar anak saat kejang demam.

7.Longgarkan pakaiannya agar terdapat ruang bebas gerak.

Saat Anda ingin melakukan diagnosis pada anak dari kejang demam, dokter biasanya itu akan melakukan beberapa pemeriksaan sebagai berikut: tes urin, tes darah atau pemeriksaan cairan tulang belakang untu dapat mengetahui apakah terjadi infeksi pada sistem saraf pusat seperti Meningitis.

Dokter bisa saja untuk menyarankan electroencephalogram (EEG) jika pada anak mengalami kejang hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh, maka kemungkinan besar dokter akan memberikan rekomendasi pemeriksaan MRI untuk memeriksa otak anak. Bila kejang yang dialami oleh anak dan diiringi dengan infeksi yang cukup serius, apalagi sumber infeksi yang menyerang belum terdeteksi, maka si anak akan diminta untuk beristirahat sementara di rumah sakit untuk melakukan observasi lebih lanjut.

Kejang demam kompleks kerap dihubungkan dengan adanya peningkatan pada risiko epilepsi, juga hubungan dengan kematian yang tidak terjejelaskan pada anak. Tapi, hal ini tidak terbukti. Karena faktanya, sbagian besar yang kejang demam pada anak itu tidak sampai mengalami pengingkatan risiko kematian di masa anak-anak ataupun dewasa.

Dalam kejang demam ini tidak memiliki dampak jangka panjang, menurut sebagian besar kasus yang telah terjadi. Kejang demam sederhana tidak akan menyebabkan kerusakan pada otak, kesulitan dalam belajar ataupun gangguan mental. Selain itu juga, kejang demam juga tidak menjadi indikasi penyakit epilepsi, yakni kecenderungan yang terus berulang akibat sinyal elektrik abnormal dalam otak.

Segara periksakan anak Anda ke dokter jika dia sedang mengalami kejang demam. Meski hanya beberapa detik saja kejang demamnya. Kejang juga dapat menjadi sebuah tanda dari penyakit yang lebih serius lagi, seperti meningitis. oleh sebab itu, segeralah bawa anak ke rumah sakit.

Senin, 11 September 2017

Ini Bahaya Ibu Hamil Konsumsi Susu Mentah

Bahaya konsumsi susu mentah, Pada wanita hamil, sebaiknya harus selalu menjaga kesehatan dengan baik dan jangan sampai asal mengonsunsi makanan atau minuman. Ingatlah, bahwa wanita hamil sangat berbahaya jika minum susu yang mentah. Minum susu bukan hanya sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi ibu hamil, tetapi susu juga mempunyai peranan penting dalam menyediakan zat gizi penting yang dibutuhkan oleh janin. Tapi, bagaiman dengan susu mentah, apakah aman bagi ibu hamil?

Ini Bahaya Ibu Hamil Konsumsi Susu Mentah

Susu mentah merupakan susu dari sapi, kambing, domba atau binatang perah lainnya yang belum diproses atau dipateurisasi. Yang dimakasud dengan pasteurisasi yaitu sebuah proses pemanasan yang berkisar dari suhu 70-75 derajat celcius menunggu selama beberapa detik agar dapat membunuh bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit di dalam susu. Banyak bahaya konsumsi susu mentah bagi ibu hamil.

Banyak orang yang beranggapan bahwa susu mentah yang langsung dikonsumsi dari hewan perah dapat mempertahankan nutrisi penting yang hilang pada saat proses pasteurisasi. Selain itu, ada juga yang mengatakan bila susu mentah lebih mudah dicerna dan dapat membantu mambangun kekebalan tubuh secara alami. Padahal bahaya konsumsi susu mentah sangat mengancam keselamatan pada seseorang, terutama ibu hamil.

Meski seperti itu, para ahli sudah memperingatkan bahwa susu mentah itu sangat berpotensi mengandung bakteri. Susu mentah dapat membawa bakteri yang cukup berbahaya dan kuman lainnya yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami diare terus menerus, kram pada perut, dan bahkan muntah-muntah. Pada kasus yang jarang terjadi seperi, konsumsi susu mentah juga dapat mengganggu ginjal, menimbulkan kelumpuhan bahkan hingga kematian.

Pada Lembaga pengawasan makanan di Amerika Serikat (FSA atau The Food Standards Agency) sudah memperingatkan akan bahaya mengonsumsi susu yang belum diolah. Dalam sebuah studi lain dalam penelitiannya juga telah mengklaim bahwa konsumsi susu mentah dapat membuat orang 100 kali lebih mungkin mengalami sakit dibandingkan mereka yang mengkonsumsi susu yang telah dipasteurisasi.

Pada ibu hamil jelas tidak boleh. Sangat tidak aman bagi ibu hamil untuk minum susu mentah yang belum diolah atau tidak dipasteurisasi. Oleh sebab itu, ibu hamil lebh dianjurkan untuk tidak mengonsumsi susu yang sejenis ini dan juga produk makanan yang terbuat dari susu yang belum dipasteurisasi.

Perlu diketahui bahwa tidak hanya wanita hamil saja, menurut dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Departemen Pertanian Amerika Serikat, bayi dan anak-anak sangat tidak disarankan untuk dapat mengonsumsi susu mentah yang belum dipasteurisasi karena sangat berisiko tinggi jika terkena penyakit serius yang dapat mengancam jiwa.

Menurut dari penjelasan American Academy of Pediatrics juga mengatakan bila ibu hamil yang minum susu mentah akan berisiko lebih tinggi terkenanya infeksi Toksoplasmosis. Toksoplasmosis ialah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Bila parasit itu menyerang pada ibu hamil, maka si ibu tersebut akan lebih rentan mengalami masalah keguguran, kelahiran mati, atau toksoplasmosis kongenital yang dapat menimbulkan kerusakan pada otak, gangguan pendengaran (tuli) dan gangguan penglihatan pada bayi pada saat atau beberapa bulan atau tahun setelah bayi dilahirkan.

Pada susu mentah yang dikonsumsi namun tidak dipasteurisasi juga dapat membawa mikroba penyebab penyakit. Contohnya listeria monocytogenes sebagai penyebab infeksi bakteri yang disebut dengan Listeriosis. Meskipun listeriosis relatif jarang terjadi pada seseorang, namun infeksi ini sangat mematikan bagi ibu hamil. Karena, infeksi ini dapat menyebabkan bayi yang dilahirkan mati atau keguguran serta kelahiran dalam keadaan prematur. Sedangkan dua per tiga bayi yang terinfeksi listeriosis dari ibunya sangat mungkin akan mengalami sepsis, pneumonia dan meningitis. Penyakit-penyakit tersebut sangat membahayakan dan mematikan.