Laman

Kamis, 03 Mei 2018

Vaksinasi Meningitis Penting Bagi Jamaah Haji Umroh

Vaksinasi Meningitis Penting – Berangkat ke Tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh serta menjalankan serangkaian perjalanan ibadah, tentu saja hal itu sangat melelahkan sekali, kesehatan kita pun akan terganggu jika kita tidak melakukan suntik vaksin meningitis. Maka dari itu, sangat diperlukan sekali untuk melakukan suntik vaksin meningitis. Selain berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita juga mencegah yang namanya penularan penyakit seperti radang otak antar jamaah. Namun, bagi jamaah haji maupun umroh melakukan suntik vaksin meningitis merupakan salah satu syarat penting ketika akan menunaikan ibadah ke Tanah suci. Untuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh, vaksinasi mungkin akan sangat lekat sekali pada bayi dan balita.

Vaksinasi Meningitis Penting Bagi Jamaah Haji Umroh

Suntik vaksin meningitis adalah salah satu syarat yang sangat diperlukan ketika akan melaksanakan ibadah haji dan umroh, agar mendapatkan visa umroh atau visa kunjungan ke Saudi Arabia. Vaksinasi meningitis penting sehingga disyaratkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi ketika akan menunaikan haji maupun umroh. Mengapa demikian? Sebab Arab Saudi termasuk salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyebab terjadinya penyakit meningitis. Adapun peringatan langsung dari WHO, Arab Saudi memang telah dinyatakan sebagai negara endemik virus meningitis. virus meningitis ini juga dapat menyebabkan kematian pada seseorang.

Meningitis adalah penyakit yang sangat membahayakan dan dapat mematikan. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi menuar yang mernyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Kalau penyakit meningitis ini tidak segera diobati dengan baik maka akan berakibatkan fatal yaitu kematian. Kalau pun di obati ada kemungkin untuk bisa sembuh akan tetapi pada umumnya menyebabkan kecacatan. Kebanyakan kasus meningitis yang ada di Indonesia ini disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, jamur, bakteri dan sejenisnya yang menyebar dalam darah kemudian ke cairan otak. Penyebaran penyakit ini dapat melalui udara dan pemakaian suatu alat atau makanan secara berbarengan. Oleh sebab itulah, vaksinasi meningitis penting bagi kita yang hendak menunaikan ibadah haji atau umroh serta kunjungan lainnya ke luar negeri.

Hal-hal itulah yang membuat jamaah haji dan umroh Indonesia dianjurkan untuk melakukan vaksanasi meningitis meningokokus (MM) sebelum berkunjung ke Araba Saudi, begitulah vaksinasi meningitis penting bagi kita semua. Hal itulah sebagai bentuk antisipasi, mengingat Arab Saudi merupakan salah satu wilayah dengan penyebaran kasus MM yang sangat tinggi.

Direktur Jenderal Kesahatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni Agung Sugihantono menuturkan, bahwa bakteri penyebab meningitis jarang sekali ditemukan di Indonesia. Sehingga, vaksinasi meningitis penting dan menjadi langkah yang tepat untuk dapat melindungi jamaah dari penyakit tersebut. “Bakteri penyebab penyakit meningitis meningokokus sangat jarang sekali ditemukan di Indonesia ini, maka dari itu orang Indonesia tidak memiliki bakteri Nesseria Meningitides yang dapat menjalar pada selaput otak dan syaraf tulang belakang. Infeksi ini juga dapat merusak otak dan syaraf, sehingga seringkali berujung fatal.

Dan bahkan, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan bagi siapa saja terutama jamaah haji dan umroh yang akan berkunjung ke negara, dibuktikan dengan buku Internetional Certificate of Vaccinati (ICV) Meningitis meningokokus yang menjadi salah satu syarat untuk pengajuan visa, termasuk bagi jamaah haji dan umroh.

Kemenkes RI menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia dimana pun berada agar mendapatkan pelayanan vaksinasi meningitis meningokokus di kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dan rumah sakit  yang telah ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Rabu, 02 Mei 2018

Peran Penting Vaksin Meningitis Bagi Anak Anda

Peran Penting Vaksin Meningitis - Penyakit radang selaput otak atau seringkali disebut dengan penyakit meningitis merupakan penyakit bahaya yang disebarkan oleh virus atau bakteri yang dapat menginfeksi ke dalam organ selaput otak. Apabila penyakit yang cukup membahayakan nyawa seseorang ini tidak ditangani secara cepat dan tanggap, maka penyakit ini akan berdampak buruk pada seseorang terutama pada anak-anak. Gejala yang ditimbulkan penyakit meningitis ini cukup terlihat jelas, mulai dari gejala demam yang tinggi, muntah-muntah, sering mengantuk, menangis terus menerus, munrul ruam merah atau bintik-bintik yang berwarna kemerahan yang terdapat pada kulit atau organ tubuh pada anak.

Peran Penting Vaksin Meningitis Bagi Anak Anda

Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan pengobatan pada penyakit ini salah satunya dengan cara melakukan vaksin meningitis terhadap anak, sebab penyakit meningitis ini cara penularannya begitu cepat dan mudah. Namun, sebelum melakukan vaksinasi ada baiknya kedua orang tua pun harus melakukan konsultasi ke dokter spesialis terlebih dahulu agar tidak salah menggunakan vaksin tersebut. Itulah peran penting vaksin meningitis.

Bagi anak-anak yang masih dalam usia di bawah dua tahun, untuk peran penting vaksin meningitis ini tentu saja sangat efektif sekali dalam mencegah penyakit meningitis dan dapat membuat si kecil terhindar dari penularannya yang begitu cepat, serta memperkuat antibody dalam tubuh yang mampu membuat badahn menjadi lebih bugar dan kuat serta mampu terhindar dari berbagai macam penyakit mematikan.

Jika Anda melihat dan mengetahui ada sesuatu hal yang mencurigakan terjadi pada anak-anak atau sakit yang secara mendadak, alangkah baiknya Anda segera pergi ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan pertama terlebih dahulu jika orang tua belum mengetahui pasti mengenai penyakit meningitis.

Adapun pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur, yang harus bekerja keras mencari tambahan dana sebesar Rp 250 juta demi untuk kesembuhan di buah hati tercinta. Anaknya yang bernama Arian Nur Alfian, umur empat bulan, masih menjalani perawatan, akibat diagnose penyakit meningitis (infeksi selaput otak).

Dengan umur yang masih sangat belia, ia sudah harus bergelut dengan seperangkat alat bantu medis akibat meningitis yang dialaminya. Tidak hanya itu saja, diagnose dokter menjelaskan bahwa kondisi organ tubuh bayi usia 5 bulan ini masih belum sepenuhnya terbentuk dengan baik dan sempurna.

“Saluran pernafasan pada anak saya terganggu, paru-parunya juga rusak. Oleh sebab itu, untuk bernafas saja, anak tersebut harus dibantu dengan CPAP atau alat bantu pernafasan,” papar ibu kandungnya.

Kini kondisi bayi itu masih dalam kondisi yang kritis. Didapati cairan pada organ paru-paru dan didalam otak sehingga ia masih harus di rawat di ruang incubator. Berhubung pembiayaan di rumah sakit yang dianggapnya terlalu mahal, pada akhirnya bayi itupun dirujuk ke rumah sakit lainnya agar mendaatkan perawatan yang lebih intensif. Melihat kondisi anaknya yang sangat memprihatinkan sekali. kedua orangtuanya tetap terlihat tegar dan sabar.

Penyakit meningitis ini benar-benar sangat membahayakan keselamatan seseorang. Pada orang dewasa maupun orang tua saja dapat berisiko kematian, apalagi pada bayi dan anak-anak. Meski hidup dan mati adalah di tangan sang pencipta. Kepada orang tua diingatkan kembali agar tetap menjaga anak-anaknya dengan baik. Baik itu menjaganya dari segi makanan yang dikonsumsi, lingkungan rumah atau sekitar, atau hal lainnya yang dapat dihindari terjadinya serangan meningitis. 

Senin, 30 April 2018

Cegah meningitis Cara Praktis yang Efektif

Cegah meningitismeningitis merupakan suatu penyakit yang sangat membahayakan sekali. panyakit ini kerap kali muncul tanpa disadari oleh orang tersebut. Sebab penyakit ini memiliki gejala yang sifatnya sangat umum. Sehingga, baru dapat terdeteksi saat kondisi pasien yang mengalami penyakit tersebut sudah dalam keadaan yang cucukup mengkhawatirkan. Meningitis sebenarnya sudah seeringkali dibicarakan. Selain itu, penyakit ini juga pernah ramai dibicarakan saat mewabah di antara jamaah haji yang berada di Arab Saudi pada tahun 2000 dimana ketika itu ada 14 jamaah haji Indonesia yang terjangkit oleh penyakit berbahaya ini sehingga menimbulkan kematian pada 6 orang diantaranya. Lalu, apa sih meningitis itu?

Cegah meningitis Cara Praktis yang Efektif

Cegah meningitis
Otak adalah organ yang paling inti dan penting serta berharga, sehingga sang pencipta melindungi otak dengan beberapa lapisan. Pelindung otak yang dimulai dari rambut, kulit kepala yang begitu tebal, tulang dan selaput pelindung otak yang biasa disebut dengan meninges. Sebenarnya banyak cara untuk dapat cegah meningitis agar tidak menjadi bahaya.

Meninges itu sendiri adalah jaringan ikat pelindung otak dan susuan saraf pusat yang mirip sekali dengan susunan periosteum yang melindungi tulang, pericardium yang melindungi jantung atau pleura yang melindungi paru-paru. Lapisan-lapisan tersebut diciptakan tuhan untuk dapat melindungi organ penting kita dari gesekan dan benturan. Lapisan ini juga akan membentuk kantong yang berisi dengan cairan yang akan bekerja sebagai bantalan. Adapun cegah meningitis cara praktis yang dapat kita ikuti.

Menurut dari dr, Sepriani Trimurtini Limbong mengatakan, bahwa meningitis adalah radang selaput otak yang terjadi akibat terdapatnya infeksi virus, bakteri atau jamur. Dalam keadaan yang seperti ini biasanya lebih sering menimpa pada bayi, anak dan usia lanjut, meski tak dapat meutup kemungkinan bisa menyerang kepada semua golongan usia.

Gejala Meningitis
Penyakit meningitis dapat memberikan gejala yang sangat bervariasi, tergantung pada usia yang menderita penyakit tersebut.

Gejala Meningitis pada anak dan orang dewasa
Jika terjadi pada anak yang berusia 2 tahun dan orang dewasa, gejala meningitis yanb ditimbulkan dapat berupa demam, sakit kepala, kaku leher dan penurunan kesadaran.

Demam dapat terjadi secara tiba-tiba, dengan suhu yang mencapai 40ยบ Celsius. Dalam kondisi yang seperti ini biasanya diikuti dengan hadirnya sakit kepala dan kaku di leher, yang dapat membuat penderita sulit untuk menundukkan kepala. kemudian, kondisi yang sudah terlanjur parah, maka penderita meningitis pun dapat mengalami penurunan kesadaran, misalnya saja ia bicara ini itu hingga tak sadarkan diri. Dari tak sadarkan diri itu, meningitis juga dapat menyebabkan terjadinya keluhan pada tubuh yang terasa lemas, ruam merah pada kulit,sensitive terhadap cahaya terang, muntah-muntah dan kejang.

Gejala Meningitis Pada Bayi
Gejala meningitis yang terjadi pada bayi akan terlihat tidak khas, biasanya itu gejaa yang timbul seperti demam, bayi tampak lebih rewel dari biasanya, dan tidak mau makan juga menyusui. Di samping itu pula, bayi yang seringkali menangis dengan suara yang tinggi atau menjerit, tampak sangat lemas sekali dan mengantuk disertai dengan kejang-kejang. Pada bayi yang ubun-ubunnya masih terbuka dan lunak, tampak terlihat kepala seperti menonjol dan keras.

Akibat Meningitis Tidak Diobati
Meningitis yang yang dialami oleh seseorang dan terjadi secara berkelanjutan atau tidak mendapatkan penaganan yang tepat aka menimbulkan sejumlah komplikasi. Berikut dibawah ini beberapa diantaranya:
-Kehilangan pendengaran dan penglihatan, baik itu sbeagian maupun secara keseluruhannya.
-Konsenrasi atau daya ingatnya agak terganggu, terkadang hinga menyebabkan lumpuh otak
-Badan terasa lemas yang terus menerus
-Gangguan berbicara, kesimbangan dan koordinasi tubuh
-Tibulnya jaringan mati seperti pada diabetes (gangrene)
-Kematian

        
Mencegah adalah suatu prilaku atau tindakan yang lebih vaik daripada mengobati. Meski, sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa seseorang. Namun, tak perlu khawatir sebab penyakit ini dapat dicegah. Berikut dibawah ini adalah tips yang dapat Anda lakukan:

1.Cuci tangan secara berkala
Meningitis merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Oleh sebab itu, cara yang terbaik untuk dapat mencegah kejadian pada penyakit ini adalah dengan memastikan bahwa tangan harus selalu dalam kondisi yang bersih setiap saat. Dan Anda sangat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir, khususnya sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, selesai beraktifitas dan sebelum menyentuh hidung, mulut dan mata.

2.Tidak bertukar pakai alat-alat pribadi
Hindarilah melakukan pertukaran pakai peralatan pribadi, seperti sendok, garpu, gelas, sikat gigi, handuk, alat cukur dan lain sebagainya. Meskipun dengan anggota keluarga sendiri, namun hal itu tetap harus dilakukan. Dan kalaupun Anda ingin demikian, pastikan Anda membersihkan alat-alat tersebut dengan seksama sebelum digunakan.

3.Pastikan rumah selalu bersih
Jagalah kebersihan rumah secara menyeluruh, bauk pada setiap sudut rumah, kolong, maupu atap rumah. Pastikan juga rumah Anda itu terbebas dari hewan yang dapat menularkan, seperti kecoa, lalat dan tikus.

4.Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang
Pastikan kebutuhan gizi yang harus dimiliki oleh Anda sealu terpenuhi dengan baik. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang pada setiap harinya. Hal ini dilakukan dengan tu          juan agar daya tahan tubuh Anda tetap dalam keadaan yang optimal. Sehinggam bakteri, virus maupun jamur sekaligus yang berbahaya tidak mudah menginfeksi pada seseorang.

5.Vaksanasi sejak dini
Anda dapat melakukan vaksin HiB atau Haemophillus influenza tipe B sejak dini. Vaksin HiB itu deberikan kepada anak di usia 2, 3 dan 4 bulan, kemudian diulang kembali pada saat usia 18 bulan.

Ingatlah bahwa penyakit meningitis alias radang selaput otak merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat merenggut nyawa seseoranh yang menderitanya . lakukanlah tips diataas untuk dapat mencegah penyakit ini. Bila beberapa hari belakangan Anda merasa mengalami gejala yang mengarah pada penyakit meningitis. Anda juga harus segera berobat ke dokter, jangan sampai ragu. Se makin lebih dini dideteksi dan diobati, kemungkinan untuk sembuh dari penyakit mematikan itu akan semakin lebih tingi.

Kamis, 15 Maret 2018

Penyembuhan radang otak meningitis Dengan Cara Ini

Penyembuhan Radang Otak MeningitisRadang otak atau biasa dikenal di dalam ilmu kedokteran dikenal dengan meningitis adalah terjadinya peradangan pada selaput-selaput otak yang disebut dengan meningen, di mana dia mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Radang otak sangat berbahaya sekali dan penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Disebabkan dari virus dan bakteri. Bisa juga karena organisme lainnya dan beberapa jenis obat-obatan. Akan tetapi, virus dan bakteri itu adalah penyebab yang paling umum. Dan radang otak dapat menular dimana kuman penyebab terjadinya gangguan ini dapat bepindah dari satu organ ke organ lainnya. Bisa juga melalui batuk maupun bersin atau kontak lainnya.

Penyembuhan radang otak meningitis Dengan Cara Ini

Meningitis juga dapat disebabkan oleh beraneka macam mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur atau parasit lainnya yang dapat menyebar ke dalam darah menuju cairan otak. Selain itu, meningitis dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit lainnya yang dapat memicu terjadinya peradangan dari jaringan-jaringan tubuh tanpa infeksi, seperti kanker atau karena luka fisik dan obat-obatan tertentu. Namun, dengan kondisi yang seperti itu masih banyak orang yang belum mengetahui cara penyembuhan radang otak meningitis.

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri lebih berbahaya jika dibandingkan dengan virus. Bakteri lebih sulit untuk penyembuhan radang otak meningitis ini. Sebab, bakteri lebih cepat menyebarnya ke seluruh otak sehingga seringkali terlambat penanganannya. Bakteri ini merupakan pneumokokus yang dapat mengakibatkan kematian khususnya pada usia anak-anak. Bakteri pneumokokus memang dapat hidup dan diam di tenggorokan 10 persen orang sehat, baik itu bayi, balita dan individu dewasa.

Seseorang dapat melakukan penyembuhan radang otak meningitis dengan melakukan pengobatan yang tepat. Hal itu juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar, memerlukan kesabaran selama menjalankan pengobatan agar dapat sehat kembali. Tentu hal itu pasti ada tindakan-tindakan tertentu yang harus dijalani dan dituruti. Jika seseorang yang menderita radang otak meningitis tidak segera melakukan penyembuhan maka radang otak tidak dapat sembuh secara sempurna.

Selain tidak sempurna, dikhawatirkan akan menyebabkan otak menjadi rusak. Biasanya penderita radang orak meningitis yang telah mencapai tingkat para sehingga harus ditempatkan di ruang khusus. Penderita meningitis yang otaknya telah rusak biasanya akan mengalami tingka halusinasi yang sangat tinggi dan indera penglihatan dan pengeran pun sudah mulai berkurang. Sehingga, tingkat penyembuhan radang otak meningitis yang telah rusak otaknya akan semakin kecil.

•Gejala Radang Otak Meningitis
Ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi) yakni Prof. Dr. dr. Haan Machfoed, SpS (K), MS menjelaskan, bahwa gejala awal yang seringkali muncul dan tidak disadari adalah kaku kuduk. Pada saat dalam kondisi yang seperti itu, leher tidak dapat ditekuk. Sehingga, dagu pun tidak bisa ke dada. Selain itu juga ada beberapa gejala meningitis lainnya, seperti:
1.Demam, pada tangan dan kaki terasa dingin
2.Muntah-muntah, sehingga selalu saja menolak makan karena tidak nafsu makan
3.Nyeri otot
4.Mengantuk, kurang responsive
5.Napas cepat
6.Kulit pucat
7.Ruam pada kulit dan tidak memudar meski ditekan
8.Menangis dan merintih
9.Badan tegang dan terasa kaku
10.Tidak menyukai cahaya dan suara keras
11.Kejang-kejang

•Cara Penyembuhan Radang otak Meningitis
Penyebab terjadinya radang otak ini bermacam-macam, pada awalnya terjadi hanya berupa radang otak ringan namun jika tidak tidak dilakukan penyembuhan maka radang otak akan semakin membahayakan tubuh penderita. Penyebab terjadinya radang otak yang paling sering terjadi yaitu faktor genetik. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit radang otak meningitis ini maka harus waspada sebab kemungkinan untuk terkenanya penyakit radang otak meningitis melalui faktor genetik ini sangat besar sekali.

Seseorang meningitis harus segera melakukan vakin yang khusus agar dapat mencegah terjadinya radang otak meningitis. Pola hidup dan konsumsi makanan yang tidak sehat juga meruaakan dari salah satu penyebab radang otak meningitis. Kebiasaan pola hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan radang otak semakin parah jika tidak segera dilakukan penyembuhan.

Pengobatan umum untuk penyembuhan meningitis adalah dengan pengaplikasian secara cepat dari antibiotik dan obat, terkadang antivirus. Dalam beberapa situasi seperti itu, obat kortiksteroid juga dapat digunakan untuk dapat mencegah komplikasi dari peradangan yang terjadi secara aktif. Ini disebabkan radang otak meningitis dapat menyebabkan konsekuensi serius dalam jangka panjang, seperti epilepsi, kognitif, defisit dan hidrosefalus, terutama jika tidak ditangani dengan segera.

Pemberian antibiotik dengan cara infu adalah yang cukup baik yang dapat dilakukan dan digunakan untuk mengurangi atau menghindari terjadinya resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan pun tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan dari hasil pemeriksaan intensive. Adapula beberapa antibiotik yang memang telah diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri tertentu.

Selasa, 13 Maret 2018

Bakteri dan Virus Meningitis Wajib di Waspadai

Bakteri dan Virus MeningitisMeningen adalah bagian dari selaput yang melindungi otak manusia. Selaput ini yang terdiri dari tiga lapisan yakni Durameter, Arachnoid dan Pia Mater. Jika pada lapisan ini mengalami terjadinya peradangan, maka peradangan tersebut disebut dengan Meningitis. Meski terkadang, peradangan ini juga dapat terjadi pada sumsum tulang belakang. Pada intinya meningitis ini cukup berbahaya apabila diatasi dengan baik dan benar. Sebab, jenis penyakit dan kelainan ini bisa saja terjadi akibat dari dari pembengkakan otak, cacat permanen, koma dan bahkan kematian.

Bakteri dan Virus Meningitis Wajib di Waspadai

Ada beberapa hal yang juga menjadi faktor penyebab meningitis, yang merupakan penyakit yang masih berhubungan dengan otak dan cukup berat seperti halnya penyakit stroke, antara lain bakteri dan virus meningitis yang menjadi penyebabnya. Selain itu, ada jamur, reaksi terhadap obat, cidera pada kepala dan lingkungan yang sudah tercemar racun seperti logam berat.

Dalam hal ini, penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri dan virus meningitis lebih cenderung serius dan perlu adanya perawatan intensif. Sementara itu, meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya hanya cukup dirawat di rumah saja dengan penanganan yang sederhana. Meningitis dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, baik itu pada bayi, balita, dewasa atau bahkan orang tua sekali pun. 

Meski begitu, interval usia rentan terkena penyakit bahaya ini adaah antara saat baru lahir hingga usia 2 tahun, di mana usia yang paling rentan terkena penyakit membahayakan ini adalah usia baru lahir hingga usia 2 tahun, di mana usia yang paling memiliki resiko terbesar adalah usia 3-8 bulan. Pada kasus dewasa biasanya itu disebabkan karena lemahnya sistem kekebalan tubuh pada seseorang.

Pada umumnya, secara alami otak itu dilindungi oleh sebuah penghalang yang disebut dengan meninges. Di mana penghalang tersebut merupakan bentuk dari sistem kekebalan tubuh yang terkuat dari aliran darah dan dari otak itu sendiri. Dalam hal ini, meninges berfungsi untuk dapat mencegah meningkatnya reaksi kebal tubuh terhadap serangan. Walau bagaimana pun, pada meningitis itu bisa menjadi masalah.

Ketika bakteri atau organisme lainnya memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam otak dengan melalui sistem syaraf, biasanya itu pada sistem kekebalan tubuh atau antibody agak sulit untuk mendeteksi keberadaannya, sehingga mereka dapat menyebar luas. Pada saat, antibody mulai mendeteksi maka serta merta sistem ini akan segera melakukan perlawanan yang justru dapat menuju ke masalah yang baru. Sebab, ketika antibody berusaha untuk melawan infeksi, ada kasus di mana pembuluh darah terjadi kerusakan/bocor. Sehingga, cairan yang lainnya pun dan sel darah putih juga akan ikut masuk mengkontaminasi meninges dan otak.

Pada tahap inilah yang biasanya itu peradangan atau pembengkakan akan terjadi hingga menyebabkan terhambatnya aliran darah ke darah otak dan pada akhirnya meperarah infeksi yang ada. Hal itulah yang amat sangat penting bagi kita untuk dapat mengenal bagaimana cara mencegah penyakit meningitis sebelum infeksi itu terjadi. Berikut ini adalah penyebab meningitis akibat bakteri dan virus:

Faktor Penyebab Meningitis Akibat Bakteri
•Berikut di bawah ini adalah penjelasan mengenai bakteri:
1.Bakteri, jenis makhluk kecil atau mikroorganisme yang hidup berkelompok banyak da nada di seluruh tempat. Dan bahkan, ada juga yang berada di dalam tubuh makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.
2.Di dalam tubuh manusia, banyak bakteri yang terdapat di dalam usus manusia yang memiliki sel 10 kali lipat dibandingkan dengan jumlah total sel pada tubuh.
3.Bakteri juga terdapat pada mata, mulut, kulit, kaki dan bagian tubuh lainnya.
4.Kebanyakan koloni bekteri ini yang membawa manfaat, namun ada pula yang justru dapat menyebabkan penyakit.

Dalam kasus meningitisnya, ada beberapa bakteri yang ikut berperan, antara lain:
1.Bakteri Neisseria Meningitidis
2.Bakteri Streptococcus Pneumoniae
3.Bakteri Escherichia Colo
4.Bakteri Listeria
5.Bakteri Haemophilus Influenzae

Sedangkan, virus yang juga ikut berperan dalam hal ini adalah:
1.Virus Enteroviruses
2.Virus Herpes Simplex
3.Virus Cacar Air
4.Virus Campak
5.Virus Influenzae

Demikianlah, penjelasan tentang 10 faktor penyebab meningitis yang ditimbulkan oleh bakteri dan virus. Selain itu, meningitis juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Pada umumnya pasien yang terkena HIV Aids atau kanker memiliki resiko yang sangat tinggi akan terkenanya meningitis sebab pada sat itulah sistem kekebalan tubuh amat sangat terganggu.

Selain pada jamur, parasit atau amuba jenis Negleria Fowleri juga terkadang dapat menyebabkan meningitis. Amuba ini yang biasanya hidup di sungai air tawar yang bersuhu hangat seperti danau. Jika ia masuk ke dalam tubuh malalui hidung, maka amuba ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit meningitis.

Ada pula gejala yang timbul itu berbeda yang dialami oleh pasien anak-anak dan dewasa. Ciri-ciri meningitis pada orang dewasa pada umumnya memiliki beberapa tanda yang perlu untuk diwaspadai. Seperti tangan dan kaki terasa dingin, mudah mengantuk, merasa gelisah dan masih banyak lainnya. sementara itu, gejala meningitis pada balita yang ditandai dengan demam, nafas cepat, gelisah dan hal lainnya, gejala ini hampir serupa dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa.

Pencegahan yang tetap lebih baik dari pada mengobati, namun jika sudah terkena penyakit ini maka perlu adanya pengobatan dan perawatan yang tepat. Bisa juga jika pasien ingin melakukan perawatan herbal yang tentunya dengan bimbingan dan petunjuk dari dokter. Dan selalu menjaga pola makan, olahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. 

Senin, 12 Maret 2018

Meningitis Mengancam Nyawa Siapa Saja

Meningitis Mengancam NyawaMeningitis merupakan slaah satu penyakit membahayakan dan penyakit ini disebabkan oleh proses peradangan pada selaput jaringan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Penyakit meningitis dapat diderita oleh siapa saja, tanpa memandang usia, baik itu bayi, balita, dewasa maupun orang tua. Kejadian penyakit meningitis yang biasa terjadi di negara berkembang 10 kali lebih tinggi dibandingkan negara maju dan merupakan penyakit yang sangat membahayakan sebab dapat menimbulkan kecacatan seperti kelumpuhan, ketulian, kejang-kejang, gangguan daya ingat, dan bahkan hingga kematian. Oleh karena itu, ketepatan dalam diagnosis dan penanganan merupakan kunci untuk dapat menyelamatkan penderita meningitis.

Meningitis Mengancam Nyawa Siapa Saja

Penyakit meningitis itu dapat disebabkan oleh bakteri spesifik atau non spesifik, virus, parasit atau jamur lainnya. Pada umumnya jika terjadi pada orang dewasa, gangguan imun merupakan faktor risiko penting terjadinya meningitis. Sumber infeksinya itu dapat berupa perluasan infeksi dari struktur di dalam kepala seperti sinusitis dan infeksi telinga dalam, trauma kepala, atau sumber infeksi dari organ lainnya yang menyebar melalui darah atau hematogen seperti infeksi pada paru dan diare. Berhati-hatilah bahwa meningitis mengancam nyawa siapa saja.

Beberapa laporan yang ada menyebutkan ada pula obat-obatan yang menyebabkan meningitis. Dengan pasien yang transplantasi organnya juga sering dijumpai meningitis di kemudian hari, meningitis mengancam nyawa seseorang. Meningitis juga dapat menular dengan melalui cairan ludah pasien meningitis ataupun terhirup oleh orang yang ada di sekitarnya. Bisa juga akibat berbagi perabotan sehari-hari seperti sendok, piring, handuk yang tidak bersih dengan pasien meningitis juga dapat menularkan penyakit bahaya ini.

Pada umumnya gejala meningitis dapat muncul dan berkembang dalam beberapa hari sampai seminggu, tergantung dari penyebabnya. Tiga gejala meningitis yang seringkali dijumpai adalah nyeri pada kepala, kaku kuduk dan demam. Ada sekitar 80-95 persen pasien meningitis yang mengeluhkan nyeri kepala hebat yang diserati dengan demam tinggi. Adapun gejala lainnya berupa sensitif terhadap cahaya, muntah-muntah,gelisah, sulit berkomunikasi dan bila penyakit ini sudah melibatkan bagian otak yang lebih luas dapat menimbulkan kejang.

Dari hasil pemeriksaan yang biasa ditemukan pada pasien dijumpai tanda perangsangan meningeal seperti kekakuan pada leher untuk ditekuk ke depan yang biasa disebut dengan kaku kuduk. Selain itu, nyeri sendi pada panggul dan lutut ditekuk. Selain dari gejala-gejala diatas tadi, pemeriksaan neurologis yang lebih dalam peril dilakukan untuk dapat mendeteksi sedini mungkin keterlibatan susunan saraf pusat.

pengobatan meningitis dapat dilakukan mulai sejak awal tanpa menunggu hasil dari punksi lumbal. Dari tanda dan gejala yang ada, dokter juga dapat menduga penyebab yang mungkin dari penyakit meningitis. pada saat dicurigai kea rah meningitis bakteri makan akan diberikan antibiotik. Bila diduga virus sebagai penyebabnya, maka perlu adanya pemberian antivirus. Begitu juga dengan tuberkulosis (TB) yang diduga sebagai penyebabnya, maka perlu adanya pemberian obat anti TB. 

Selain itu, perlu juga dengan cara pemberian obat-obatan khusus untuk mengurangi tekanan pada otak yang dapat meningkat. Jika ternyata penyebab tekanan yang terus meningkat ini berupa sumbatan di saluran cairan otak, dengan tindakan operasi sangat perlu dilakukan. Selain itu juga, oabt-obatan juga dapat mengurangi gejala seperti nyeri, panas/demam, nyeri kepala, kejang-kejang juga diperlukan.

Sedangkan, untuk tingkat kesembuhan atau prognosisnya itu pasien meningitis dangat tergantung pada usia, penyebab, status imun, waktu diagnosis dan memberi terapi khusus, serta komplikasi yang ada. Dengan adanya penanganan yang tepat, pada umumnya penyakit ini dapat diatasi, meski kematian dapat disebabkan oleh hebatnya respon imun pada pasien. Pasien meningitis TB juga dapat dikelompokkan menjadi stadium awal, pertengahan dan stadium lanjut tergantung dari gejala yang ada. Telah dikatakan bahwa pada stadium lanjut itu memiliki tingkat kematian hingga 87 persen. Pasien tuda dengan tingkat kesadarannya yang sangat rendah memiliki prognosis yang buruk.

Mudah saja untuk dapat mencegah daripada mengobati. Dengan membiasakan hidup sehat yang dapat Anda mulai dari hal-hal kecil seperti dengan membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak membiasakan berbagi makanan dan minuman serta perabot yang sama, mempertahankan imun tubuh dengan cara berolahraga, konsumsi makanan yang sehat penuh gizi dan istirahat yang cukup. Itu semua adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya penularan meningitis. adapaun beberpa meningitis yang dapat dicegah dengan menggunakan vaksin tertentu, seperti pemeberian vaksin bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah haji maupun umrah atau bahkan saat pergi berlibur/berkunjung ke luar negeri dengan tujuan yang lain. 

Senin, 05 Maret 2018

Fakta Penyakit Meningitis Seringkali Tak Terdeteksi

Fakta Penyakit MeningitisMeningitis merupakan penyakit radang pada cairan dan selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Terjadinya penyakit ini pada umumnya diakibatkan oleh tiga yang terjadi pada meninges. Sedangkan, meninges itu sendiri merupakan nama kolektif untuk tiga membran yang selaput otak dan sumsum tulang (sistem saraf pusat), yang biasa disebut dengan dura meter, arachnoid dan piameter. Untuk fungsi utama dari meninges, di samping cairan serebrospinal ialah untuk dapat melidungi sistem saraf pusat. Di mana kata dari meningitis berasal dari kata lain yakni Meninga dan kata Yunani yang berarti  Menix atau “membrane”. Akhiran kata “itis” yang berasal dari kata Yunani yang berarti “berkaitan dengan”. Kalau dalam bahasa inggris medis, akhiran "itis" yang berarti “peradangan”.


Dalam sebuah studi fakta penyakit meningitis itu ada banyak macamnya. Sementara ini yang dilakukan oleh para peneliti di University of Oxford dan Imperial College London, Inggris, yang menunjukkan bagaimana bakteri yang dapat menyebabkan bakteri meniru sel manusia agar bisa menghindari sistem kekebalan tubuh bawaan tubuh, yakni:

A.Viral Meningitis
Meski viral meningitis itu merupakan yang paling umum, akan tetapi jarang mengakibatkan infeksi yang serius. Hal tersebut disebabkan karena adanya sejumlah virus yang berbeda, seperti virus pada nyamuk. Tidak ada pengobatan secara khusus untuk jenis meningitis. Dalam sebagian besar pada kasus yang ada penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam waktu seminggu tanpa komplikasi. Itulah fakta penyakit meningitis.

B.Bakteri Meningitis
Meningitis bakteri pada umumnya infeksi yang cukup serius. Hal ini dikerenakan oleh tiga jenis bakteri Haemophillus Influenzae tipe b, Neisseria Meningitidis dan bakteri Streptococcus pneumonia. Meningitis yang disebakan oleh Streptococcus Penumoniae yang biasa di kenal dengan discharge dari hidung atau tenggorokan dari orang yang terkena infeksi. Sedangkan, Meningitis yang disebabkan oleh Neisseria Meningitidis biasa dikenal sebagai meningitis meningokokus.

Dua puluh tahun yang lalu HIB adalah sebagai penyebab utama meningitis bakteri. Namun, sekarang ini sudah tidak lagi, berkat dari vaksin baru yang secara rutinnya diberikan kepada anak-anak. Dokter juga harus mengatahui secara pasti apa jenis dari menginfeksi orang lain.


Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, ikut angkat bicara mengenai tentang riwayat penyakit meningitis. berikut di bawah ini adalah fakta penyakit meningitis yang harus kamu ketahui tentang penyakit meningitis.

1.Gejala Meningitis Sukar Dideteksi
Meningitis termasuk dalam penyakit yang sukar sekali dideteksi, hal tersebut karena gejalanya mirip sekali seperti flu biasa. Padahal yang terjadi pada meningitis bakteri meningitis mengalami perkembangan yang sangat cepat sekali dalam tubuh seseorang. Terjadinya keterlambatan diagnosa dini terhadap meningitis menjadi salah satu penyebab banyaknya kematian yang diakibatkan dari infeksi meningitis.

2. Infeksi Bakteri Menjadi Penyebab Meningitis
Bakteri meningkokus meruapakan salah satu bakteri meningitis. orang yang terkena infeksi bakteri meningkokus pasti akan mengalami peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Hal seperti inilah yang dapat menyebabkan kematian bila tidak segera di tangani.

3.Penderita jarang sadar jika terjangkit meningitis
Penderita meningitis pada umumnya tidak sadar jika dirinya itu sudah terjangkit meningitis, hal ini dikarenakan gejala yang dialami oleh seseorang sangat umum sekali. beberapa gejala meningitis yang timbul seperti flu, muntah-muntah, pusing, demam dan tengkuk leher kaku.

4.Diagonsa meningitis melalui sumsum tulang belakang
Untuk dapat mendiagnosa meningitis, dapat dilakukan dengan cara mengambil cairan sumsum tulang belakang, atau bisa juga dengan cara tes darah. Diagnosa yang dilakukan secara dini terhadap meningitis sangat penting sekali dilakukan agar dapat memberikan penanganan yang cepat untuk dapat meredakan perkembangan infeksinya yang juga cepat.

5.Penderita HIV/AIDS berisiko terjangkit meningitis
Orang yang menderita penyakit HIV/AIDS akan mengalami risiko yang lebih tinggi terjangkit meningitis. hal ini disebabkan oleh daya tahan tubuh mereka yang sangat lemah dan penularan penyakit meningitis dapat melalui udara, batuk dan bersin.

Demikianlah fakta penyakit meningitis yang dapat terjadi pada seseorang . Semoga ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan kesehatan dan kewaspadaan kita terhadap penyakit yang membahayakan  seperti meningitis ini.