Laman

Rabu, 22 November 2017

Penyakit Leptospirosis Dapat Berdampak Meningitis

Penyakit Leptospirosis, Peristiwa tewasnya warga Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, bernama Sukatono mendapat perhatian dari masyarakat umum. Penyebab kematiannya itu diduga akibat dari penyakit Leptospirosis, sehingga membuat pemerintah kota dengan melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya terjun langsung untuk meninjau lebih jelas kondisi lapangan yang sebenarnya. Sebab, peyakit ini juga sangat membahayakan sehingga dapat menghilangkan nyawa seseorang. Lalu sebenarnya apakah penyakit leptospirosis dan bagaimana cara untuk melakukan pencegahannya?

Penyakit Leptospirosis Dapat Berdampak Meningitis

Penyakit Leptospirosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan dengan melalui urine atau hewan yang terinfeksi oleh bakteri ini. adapun beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa penyakit leptospirosis, yaitu anjing, tikus dan kelompok hewan ternak seperti babi dan sapi. Selain itu, penyakit Leptospirosis juga dapat meyerang manusia dengan melalui kontak langsung dengan air, seperti air banjir, sungai, kolam, danau atau air selokan dan tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. 

Penyakit Leptospirosis juga dapat menimbulkan meningitis (radang selaput otak), gagal ginjal, gangguan pernafasan, gangguan liver hingga pada kematian. Seseorang yang terinfeksi bakteri leptosira menunjukkan beberapa gejala yang umumnya menyerupai flu, yaitu demam, nyeri otot dan pusing. Leptospirosis juga tidak memiliki gejala yang cukup signifikan sehingga sulit untuk dilakukan diagnosa

Gejala leptospirosis umumnya dapat berkembang dalam kurun waktu 1-2 minggu hingga satu bulan setelah penderitannya itu terpapar bakteri ini dan cenderung membaik minimal dalam lima hari hingga waktu maksimal satu minggu setelah gejala muncul. Adapun gejala lainnya yang mungkin saja muncul, yaitu:
1.Mual
2.Muntah
3.Meriang
4.Sakit kepala
5.Sakit perut
6.Nyeri otot
7.Diare
8.Demam tinggi
9.Ruam
10.Iritasi dan kemerahan di area mata
11.Batuk
12.Hilang nafsu makan
13.Kulit atau area putih pada mata yang menguning

Gejala leptospirosis yang lebih berat lagi dapat berujung kepada komplikasi yang lebih serius, berupa dengan pendarahan hingga gagal fungsi pada organ-organ tertentu. Dimana kondisi pada penderita penyakit ini secara umum akan terus membaik dari gejala awal yang muncul, namun selanjutnya akan menjadi sakit kembali dan berkembang baik menjadi kondisi yang lebih serius lagi. Kasus leptospirosis akan lebih memburuk dapat terjadi pada 1 dari 10 penderita pada 1-3 hari setelah gejala awal mereda. Jika tidak segera ditangani, penderita dipastikan akan mengalami kerusakan pada otak, gagal fungsi ginjal dan gangguan fungsi paru-paru. Kasus yang seperti ini cenderung dikenal dengan nama penyakit weil. Beberapa gejala yang mungkin saja dialami, yaitu:

1.Sakit di area dada
2.Pembengkakan pada pergelangan tangan atau kaki
3.Nafas yang pendek atau kehabisan nafas
4.Gejala yang menyerupai penyakit meningitis atau radang otak (ensefalitis), seperti kejang, muntah dan sakit kepala
5.Warna kulit menguning atau bagian putih pada mata yang menguning (penyait kuning)
6.Batuk darah

Penyakit leptospirosis sebenarnya tidak akan terjadi ika masyarakatnya itu dapat memelihara kebersihaningkungan dengan baik. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya yakni Febria Rachmanita menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.

“Hal yang paling penting adalah selalu jaga kebersihan serta barang-barang yang sudah tidak terpakai segera dibuang agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga dirinya turut menghimbau kepada masyarakat yang mengalami gejala yang serupa agar segera melakukan pemeriksaan lebih jauh. “Kalau terdapat gejala demam atau panas langsung segera ke Puskesmas untuk memeriksakan diri,” imbaunya. Selain itu juga, Ia menambahkan bahwa pentingnya menggunakan cairan desinfektan untuk membersihkan lantai yang terpapar oleh urine hewan sebelum digunakan untuk melakukan aktivitas.

Kasus ini sendiri merupakan kasus leptospirosis kedua yang ditangani oleh Dinkes Kota Surabaya setelah sebelumnya pada tahun 2012 terdapat kejadian yang serupa. Untung saja dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa lainnya. 

Sabtu, 18 November 2017

Mengenal Fakta-fakta Mengenai Penyakit Meningitis

Fakta-fakta Meningitis, penyakit meningitis adalah radang pada cairan dan selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit meningitis ini biasa diakibatkan oleh tiga jenis agen infeksi. Dimana infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Secara definisninya, meningitis adalah peradangan yang disebut dengan meninges, yang dimaksud dengan meninges itu sendiri adalah nama kolektif untuk tiga membrane yang selaput otak dan sumsum tulang belakang yang merupakan sistem saraf pusat, yang disebut dengan durameter, arachnoid dan piameter. Fungsi utama dari meninges selain sebagai cairan serebrospinal adalah sebagai pelindung sistem saraf pusat.

Mengenal Fakta-fakta Mengenai Penyakit Meningitis

Kata dari “Meningitis” itu merupakan kata yang berasal dari kata Latin yakni “Meninga” dan kata Yunani yang berarti Menix “membrane” pada akhirannya “itis” berasal dari kata Yunani yang berarti “berkaitan dengan”. Kalau dalam bahasa Inggris medisnya itu, akhiran “itis” yang berarti “peradangan.” Mari mengenal fakta-fakta meningitis.

Pada umumnya meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit dan organisme tertentu. Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau Cacat anatomis dapat dikaitkan dengan meningitis bakteri yang berulang. Fakta-fakta meningitis untuk sebagian besar kasus penyebabnya itu adalah virus. Namun, beberapa penyebab non-infeksi meningitis juga ada. Para peneliti yang ada di University of Oxford dan Imperial College London, Inggris, menunjukkan bahwa bagaimana bakteri yang menyebabkan meningitis bakteri dengan meniru sel manusia untuk dapat menghindari sistem kekebalan tubuh bawaan tubuh.

1.Viral Meningitis
Meskipun meningitis viral merupakan yang paling umum, akan tetapi jarang mengakibatkan infeksi serius, hal ini dapat disebabkan oleh adanya sejumlah virus yang berbeda, misalnya seperti virus nyamuk. Untuk jenis meningitis tidak memiliki pengobatan yang khusus. Sebagian besar dalam kasus penyakit itu sembuh sendiri dalam waktu seminggu tanpa adanya komplikasi.

2.Bakteri Meningitis
Meningitis bakteri pada umumnya itu infeksi serius. Dalam hal ini disebabkan oleh tiga jenis bakteri yakni Haemophillus Influenzae tipe b, Neisseria meningitidis dan bakteri Streptococcus Pneumoniae. Meningitis yang disebabkan oleh Neisseria Meningitis biasa dikenal sebagai meningitis meningokokus. Sedangkan untuk meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus Pneumoniae biasa dikenal sebagai meningitis pneumokokus. Seseorang menjadi terserang infeksi ketika mereka sedang dalam berada kontak yang berdekatan dengan discharge dari hidung atau tenggorokan dari orang yang terkena infeksi.

Pada saat dua puluh tahun yang lalu Hib sebagai penyebab itama meningitis bakteri. Namun, saat ini sudah tidak lagi, karena sudah adanya vaksin baru yang secara rutin diberikan kepada anak-anak. Dokter juga perlu mengetahui apa jenis meningitis yang telah menginfeksi pasien. Dengan antibiotik tertentu biasanya dapat menghentikan beberapa jenis dari menginfeksi orang lain.

A.Meningitis bakteri pada bayi baru lahir dan bayi prematur

Suatu jenis streptokokus yang biasa disebut dengan kelompok B streptokokus biasanya itu mendiami vagina dan merupakan penyebab umum meningitis pada bayi yang lahir dengan prematur dan bayi yang baru lahir selama minggu pertama kehidupan. Escherichia coli sebagai penghuni saluran pencernaan, juga dapat menyebabkan meningitis antara bayi yang baru lahir. Meningitis yang terjadi selama epidemic itu dapat mempengaruhi bayi yang baru lahir. Yang paling umumnya itu adalah Listeria Monocytogenes.

B.Meningitis bakteri pada anak dibawah 5

Bagi anak-anak yang masih berusia dibawah lima tahun di negara-negara yang tidak menawarkan vaksin pada umumnya akan terinfeksi oleh Haemophilus Influenzae tipe B.

C.Meningitis bakteri pada anak-anak yang lebih tua

Pada umumnya anak-anak yang lebih tua itu memiliki meningitis disebabkan oleh Neisseria Meningitides (meningococcus) dan Streptococcus Pneumoniae dengan serotype 6, 9, 14, 18 dan 23.

D.Meningitis bakteri pada orang dewasa

Perkiraan ada sekitar 80% dari semua orang dewasa meningitis disebabkan oleh Neisseria Meningitides dan Stretococcus Pneumnoniae. Seseorang yang usianya itu lebih dari 50 tahun memiliki peningkatan risiko mengitis yang disebabkan oleh L. Monocytigenes. Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat berisiko tinggi terkena infeksi staphylococcus dan pseudomonas.

Meningitis dan infeksi telinga dan proedur bakteri itu jarang, otitis media, mastoiditis atau infeksi ke daerah kepala atau leher dapat menyebabkan penyakit meningitis. oran-orang yang telah menerima implant koklea menjalankan risiko lebih tinggi lagi terkena meningitis pneumokokus. Bagi anak-anak yang terserang gangguan pendengaran itu berat lima kali itu lebih mungkin untuk kontrak meningitis.

Di negara-negara di mana meningitis TB itu adalah umum, ada insiden yang lebih tinggi dari meningitis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pada gangguan sistem kekebalan tubuh atau cacat anatomis dapat dikaitkan dengan meningitis bakteri berulang. Cacat anatomis dapat memungkinkan cara untuk menembus ke dalam sistem saraf dari lingkungan ekternal

Cacat anatomi ini yang paling umum dapat menyebabkan meningitis adalah patah tulang tengkorak, terutama ketika fraktur terjadi di dasar otak atau meluas terhadap sinus dan piramida petrosa. Sudah ada 59% kasus meningitis berulang yang disebabkan oleh kelainan anatomi, sedangkan untuk 36% itu adalah disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Jumat, 17 November 2017

Waspadai Meningitis Mengintai Perjalanan Anda

Meningitis mengintai, Kabar duka meninggalnya artis sekaligus komedian terkenal yakni Olga Syahputra pada beberapa tahun yang lalu meninggalkan sedih yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan menggemparkan dunia hiburan serta para netizen di Indonesia. Pada saat itulah masyarakat sudah tidak asing lagi mendengar penyakit yang diderita Olga, Meningitis. Selama ini penyakit meningitis menyerang dengan gejala yang tidak mengkhawatirkan, jadi sering sekali penderita hanya merasakan batuk dan flu biasa. Sehingga, ketika penyakit itu sudah parah penangannya pun terbilang telat.

Waspadai Meningitis Mengintai Perjalanan Anda

Meningitis merupakan penyakit yang cukup membahayakan, dimana penyakit ini ialah adanya peradangan dan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri di meninges. Meninges ialah selaput pelindung otak yang dapat melindungi sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang pada tubuh manusia. Meningitis mengintai dimana saja, saat Anda sedang berbicara dengan teman, sering makan dan minum berbarengan, berkunjung ke luar negeri dan masih banyak lainnya.

Nah, yang satu ini kemungkinan besar penyebab meningitis mengintai seseorang, pergi ke luar negeri. Banyak tujuan ke luar negeri seperti studi, berkunjung ke keluarga, berwisata, bekerja, melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pergi ke luar negeri merupakan hal yang sangat menyenangkan. Tapi perlu waspadai meningitis mengintai perjalanan Anda. Sebab, penyakit yang ada di luar negeri terkadang sangat membahayakan keselamatan seseorang. Penyakit bahaya yang ada di luar negeri contohnya saja seperti flu hongkong, flu babi, hingga penyakit meningitis. 

Meningitis nama terakhir yang tadi di sebutkan sangat berbahaya bila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Meningitis ialah radang selaput otak yang banyak mewabah di Benua Afrika. Agar memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai meningitis, Inilah beberapa gejala penyakit meningitis seperti demam tinggi, sakit kepala, muntah, kejang, sensitif tehadap cahaya terang dan suara yang keras, leher kaku dan nyeri.

Maka dari itu, sebelum pergi ke luar negeri sudah seharusnya suntik meningitis, agar dapat terhindar dari berbagai penyakit yang membahayakan terutama meningitis ini. Namun, jika di dapati gejala-gejala tersebut segeralah periksa ke dokter. Penyakit meningitis bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan kecacatan, tuli permanen atau bisa juga dapat menimbulkan hal lainnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berpergian ke luar negeri yaitu melakukan vaksinasi meningitis, sebab dengan cara itu dapat mengurangi risiko tertularnya penyakit meningitis. jika memungkinkan Anda membawa peralatan makan sebaiknya bawalah dan gunakan untuk pribadi tidak bersama-sama. Sebab virus seperti meningitis ini mudah sekali menyebar dengan melalui air liur, bersin atau dahak. Jadi jika pergi ke daerah yang terkena wabah meningitis, wajib membawa peralatan makan dan minum sendiri akan lebih aman dibandingkan dengan menggunakan alat makan yang sudah dipakai banyak orang.

Selain itu, Anda juga perlu mencari berbagai informasi mengenai wabah meningitis di daerah yang akan Anda kunjungi. Misalnya saja Anda akan melaksanakan ibada haji atau umrah di tanah suci, Arab Saudi. daerah tersebut tentunya risiko penularan meningitis lebih tinggi dibandingkan Malaysia misalnya. Banyaknya warga Afrika yang berangkat haji atau umrah bisa saja membawa virus meningitis.

Menjaga kesehatan itu sangat penting dalam kehidupan. Memiliki tubuh yang sehat suatu hal yang sangat mahal. Bila tubuh Anda sehat, maka risiko tertular penyakit lebih kecil. Kondisi tubuh yang lemah pun dapat memudahkan kuman dan virus masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, jagalah kesehatan dengan makan-makanan yang bergizi dan kaya vitamin disertai dengan olah raga dan istirahat yang cukup. Semoga saja dengan cara itu dapat mencegah Anda dari berbagai penyakit, terutama meningitis.

Kamis, 16 November 2017

Penyakit Meningitis Muncul Gejala Ini

Meningitis muncul gejala, Meningitis adalah sebuah penyakit peradangan pada selaput yang menyelubungi otak maupun di sumsum tulang belakang. Membran atau selaput yang disebut dengan meninges, sejatinya berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang dan tulang belakang dari virus dan bakteri. Pada saat meninges telah terkena infeksi, maka terjadi penyakit yang disebut dengan meningitis. Kasus meningitis lebih banyak disebabkan oleh infeksi virus dibanding bakteri. Lantas, gejala apa saja yang muncul jika terkena meningitis.

Penyakit Meningitis Muncul Gejala Ini

Penyakit meningitis muncul gejala ini seperti Flu, gejala meningitis seringkali seruapa dengan flu. Direktur Eksekutif University of Missouri Student Health Centertis, Susan Even, MD, mangatakan, flu dapat menjadi tanda-tanda awal meningitis. jika mengalami demam, sakit kepala yang disertai dengan mual dan muntah, tidak kunjung membaik setelah minum obat segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Leher kaku, ini juga menjadi salah satu gejala meningitis. leher kaku berbeda dengan dengan rasa pegal pada leher saat bangun tidur, jadi harus bisa membedakanya. Pada penyakit meningitis ini, leher kaku akan terasa lebih nyeri ketika akan melakukan peregangan. Rasa nyeri yang dirasakan dapat menjalar terus ke kepala dan punggung. Penyakit meningitis muncul gejala yang seperti itu, seperti serupa namun berbeda.

Mata sensitif terhadap cahaya, waspadai dengan penyakit meningitis sebab bila mata menjadi lebih sensitif saat melihat cahaya. Misalnya, Anda seringkali menyipitkan mata Anda saat melihat sedikit cahaya matahari maupun lampu. Kemungkinan besar terjadi peradangan pada saraf optik di belakang mata. Biasanya hal itu, pada mata seseorang  akan terasa nyeri dan disertai dengan sakit kepala. 

Kebingungan dan sulit konsentrasi, penyakit meningitis akan memberikan pengaruh pada kinerja otak ketika infeksi terjadi pada selaput otak. Akibatnya pun, Anda akan merasa kebingungan dan sulit untuk berusaha dalam berkonsentrasi dalam melakukan suatu hal. Misalnya saja, Anda menjadi merasa kebingungan untuk menjelaskan sesuatu yang mau Anda ungkapkan.

Bintik-bintik merah di kulit, pada gejala meningitis juga akan muncul bintik-bintik merah atau ruam di kulit. Gejala ini dapat terjadi ketika bakteri telah melepaskan racun. Sehingga, dapat membuat pembuluh darah di kulit akan terganggu dan dapat memunculkan ruam. Kalau menurut dari Susan, jika muncul ruam di kulit, itu artinya kerusakan organ dan saraf di otak mungkin sudah terjadi.

itulah gejala meningitis yang muncul pada diri seseorang. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hal-hal tersebut, maka segeralah hubungi dokter. Bila perlu, langsung pergi ke rumah sakit agar lebih cepat di tangani oleh tim medis. Sebab meningitis merupakan penyakit yang cukup serius, terlambat sedikit dalam penanganan risiko terbesar adalah kematian. Oleh sebab itu jangan remehkan gejala meningitis yang terasa dan terlihat ringan namun membahayakan keselamatan pada seseorang.

Rabu, 15 November 2017

Teknologi Ini Cara Sembuhkan Meningitis

Cara sembuhkan meningitis, Siapapun yang terkena penyakit meningitis atau radang selaput otak, tentunya ingin sekali dapat segera disembuhkan, sebab penyakit ini cukup membahayakan penderitanya hingga mematikan. Dan mungkin orang terdekat kita ada yang mengalami penyakit tersebut, rasanya ingin terus berusaha mencari solusi terbaik untuk dapat membantu mempercepat kesembuhannya. Kini perkembangan teknologi sudah semakin canggih dan pesat. Ada sebuah teknologi yakni Teknologi Probiotik. Dimana teknologi probiotik ini merupakan salah satu teknologi yang hadir sebagai alternatif cara untuk mengobati penyakit meningitis dengan konsep alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis atau berbagai zat berbahaya lain bagi tubuh.

Teknologi Ini Cara Sembuhkan Meningitis

Teknologi probiotik sudah hadir sejak beberapa puluh tahun yang lalu pada generasi nenek moyang dan berkembang hingga saat ini di kalangan orang-orang yang selalu memahami akan kesehatan tubuh dari sisi lain yang berbeda. Cara sembuhkan meningitis membutuhkan probiotik terbaik. Dengan mengaplikasikan terapan pada produk, produk probiotik terbaik dapat membantu mengatasi penyebab penyakit meningitis adalah masih berbasis pada hukum alam, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk seluruh makhluk hidupnya. Dimana mereka diharuskan agar saling berdampingan dan saling memberi manfaat agar mampu tercapai keseimbangan kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan mikroorganisme terkecil yang mendiami tubuh manusia.

Manusia dan mereka itu sudah seharusnya saling menjaga diantaranya agar tubuh mereka pun menjadi sehat. Namun sayangnya, pada kenyataan yang sebenarnya, manusia lebih mengabaikan untuk hidup saling berdampingan dan saling memberi manfaat bersama ekosistem mikroba yang ada. Akibatnya terjadilah kerusakan dan dampaknya dirasakan oleh tubuh manusia itu sendiri. Cara sembuhkan meningitis dengan cara membunuh virus atau bakteri patogen sebagai penyebab penyakit meningitis di dalam tubuh selamanya tidak akan menjadi sebuah solusi ideal untuk kesembuhan dan kesehatan tubuh secara umum, mengapa begitu? Sebab pada saat keseimbangan siklus akan mengalami gangguan, tidak hanya bakteri patogen saja yang mati, sebagian dari bakteri probiotik yang merupakan bakteri yang menguntungkan atau bahkan semuanya bisa saja langsung mati seketika.

Ketika jumlah bakteri probiotik sudah tidak lagi ideal, maka proses produksi enzim, dapat mengoptimalkan oksigen di otak, pembersihan saluran pembuluh darah dan yang lainnya itu berguna untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh yang tidak akan pernah terjadi, sebab kondisi sel-sel tubuh akan bertambah buruk. Akbibatnya yang terjadi kematian pun mengancam.

Itulah mengapa cara sembuhkan meningitis membutuhkan asupan nutrisi minuman probiotik terbaik yang di dapat dari luar tubuh dan teknologi mikroba ini tidak akan merekomendasikan kekerasan untuk saling membunuh, sebab bila dilakukan hal itu maka keduanya justru akan musnah, tubuh inang dan ekosistem mikroba akan mati.

Perlu kita pahami bahwa untuk mengatasi meningitis dengan teknologi probiotik terbaik ini tidak bersifat instant (langsung sembuh), melainkan dengan cara mengikuti proses metabolisme dan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Cepat atau lambatnya itu terbilang relatif dan tergantung dari hasil reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Pada saat probiotik yang masuk ke dalam tubuh juga di dukung oleh nutrisi atau zat-zat lainnya yang dianggap kompatibel oleh ekosistem siklus mikroba, maka dalam proses itu bisa saja akan lebih cepat. Sedangkan, jika selama mengkonsumsi probiotik terbaik, makanan yang dapat masuk adalah nutrisi atau zat-zat yang tidak kompatibel maka proses jadi lebih lama lagi, sebab keseimbangan siklus terganggu oleh zat-zat yang tidak kompatibel tersebut.

Meningitis ialah salah satu infeksi pada selaput pelindung yang menyelubungi otak serta saraf tulang belakang. Nah, ketika meradang, selaput pelindung tersebut terjadi pembengkakkan lantaran infeksi yang berlangsung. Dampaknya yakni pada system saraf serta otak dapat rusak pada sebagian masalah. Lantas, bagaimana untuk dapat sembuhkan meningitis? Selain dengan cara mengkonsumsi minuman probiotik terbaik dari luar tubuh dapat membantu merangsang terciptanya kembali keseimbangan siklus mikroba.

Ketua Orang-orang Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI) yang juga sebagai founder sekalian CEO dari CTECH Lab  EdWar Technology, yakni Profesor Warsito P. Taruno menyampaikan, bahwa obat maupun teknologi sifatnya ituhanya sesaat. Obat yang paling efiseien yaitu daya imunitas yang datang dari pada badan sendiri. Namun, bila ada permasalahan dalam system imunitas badan sendiri obat apapun itu tidak akan dapat menahannya. Ada teknologi lain yang dapat mengobati meningitis yaitu Teknologi Imunoterapi.

Teknologi Imunoterapi untuk mekanisme kerjanya itu, dengan mengambil serum dari plasma darah yang memiliki kandungan antibody, kemudian serum itu diperbanyak dengan cara laboratorium serta disuntikkan kembali ke badan. Dengan demikian sebenarnya badan sendiri yang dapat melawan penyakit itu dengan antibody sendiri. Teknologi ini, cukup berkembang di Jepang serta dapat diimplementasikan didalam negeri.

Selasa, 14 November 2017

Orang-Orang Yang Rentan Terkena Meningitis

Rentan Terkena meningitis, Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada membrane yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa disebut dengan menigen. Lebih umumnya kita menyebutnya terkadang radang otak. Radang otak dapat mengancam nyawa seseorang yang menderitanya, terutama jika hal ini dialami oleh bayi dan anak-anak, orang dewasa pun tidak terlepas dari ancaman penyakit yang mematikan itu. Sudah banyak kasus yang dialami pada seseorang yang pada akhirnya tidak terselamatkan dan ada juga penderitanya yang sembuh total namun meninggalkan kecacatan. Lalu, siapa saja orang-orang yang rentan sekali terkena radang otak dan apa saja gejalanya?

Orang-Orang Yang Rentan Terkena Meningitis

Dalam ilmu kedokteran Radang otak biasa dikenal dengan meningitis. Dimana meningitis ialah terjadinya peradangan pada selaput-selaput otak yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis ini dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme, antara lain virus, bakteri, jamur atau parasit yang terus menyebar dalam darah ke cairan otak. Kanker, luka fisik atau obat-obatan tertentu merupakan penyakit yang dapat memicu peradangan dari jaringan-jaringan tubuh tanpa infeksi. Manusia rentan terkena meningitis bila tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat pada seseorang.

Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri itu akan lebih membahayakan dibandingkan virus, sehingga rentan terkena meningitis. Dimana bakteri yang membahyakan ini adalah pneumokokus yang dapat mengakibatkan kematian khususnya jika penderitanya itu anak-anak. Bakteri Pneumokokus memang dapat hidup dan diam di tenggorokan 10 persen pada orang sehat, baik bayi, balita dan individu dewasa.

Inilah yang merupakan orang-orang yang rentan sekali terkena penyakit meningitis, yaitu:

1.USIA
Kebanyakan para penderita meningitis itu disebabkan oleh virus dan bakteri yang terjadi pada anak-anak yang usianya itu masih dibawah 5 tahun. Tapi, Sudah sejak pertengahan tahun 1980-an, setelah sudah diadakannnya vaksin untuk anak-anak, pasien meningitis sudah bergeser dari usia 15 bulan sampai 25 tahun. Menurut data, ada sekitar 50 persen anak yang terkena penyakit meningitis meninggal. Kalaupun si penderita meningitis lolos dari maut, balita pastinya akan mengalami gejala-gejala dari sisa penyakitnya tersebut, seperti tuli, lumpuh, epilepsi, lamban dan reterdasi mental.

2.PADAT PENDUDUK
Seseorang yang tinggal di perumahan yang padat penduduk, personil di pangkalan militer, siswa yang ditnggal di sebuah asrama, atau tempat penitipan anak (day care) dapat meningkatkan risiko terbesar yakni meningitis. hal ini dikarenakan dalam proses penyebaran akan menjadi lebih cepat bila sekelompok orang berkumpul.

3.IBU HAMIL
Pada wanita yang sedang masa kehamilan, ada peningkatan kontaksi listeriosis, yakni adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga bakteri tersebut dapat menyebabkan meningitis. Bila ibu yang sedang hamil memiliki listeriosis, bayi yang belum lahir pun akan berisiko tinggi terkena hal yang sama oleh ibu.

4.BEKERJA DI LINGKUNGAN HEWAN
Seseorang yang memiliki pekerjaan yang selalu berhubungan dengan hewan, seperti halnya peternak. Memiliki risiko tinggi tertular listeria, yang dapat mengakibatkan terkenanya penyakit meningitis.

5.SISTEM KEKEBALAN TUBUH LEMAH
-Bayi yang masih premature dan berat lahirnya pun rendah.
-Bayi yang diberikan Air Susu Ibu (ASI) sebentar maupun sedikit.
-Orang yang sering sekali terpapar oleh asap rokok
-Orang yang sering sekali mengalami infeksi virus pada saluran pernafasan 
-Penderita penyakit kronis seperti halnya dengan kanker dan diabetes, penederita HIV
-Pengguna obat immunosuppresan juga akan lebih rentan terhadap meningitis.

Ada sekitar 25 persen orang yang terpapar meningitis memiliki gejala yang terus berkembang selama 24 jam. Selebihnya, akan menjadi 1 - 7 hari. Terkadang, bila seseorang mengkonsumsi antibiotik untuk infeksi yang lain, maka gejala akan terus berkembang lebih lama lagi.

Berikut dibawah ini merupakan gejala meningitis yang terjadi pada individu dewasa yaitu:

Gejala Umum
•Sakit Kepala
•Muntah-muntah
•Demam dan menggigil
•Leher kaku
•Takut lampu yang terang (photophobia)
•Kebingungan
•Kejang-kejang
•Infeksi pada saluran pernapasan atas

Gejala Lain:
•Pebengkakkan dan rasa sakit pada satu atau lebih sendi
•Ruam yang sering kali terlihat seperti memar

Senin, 13 November 2017

Meningitis dan Heatstroke Perlu Diantisipasi

Meningitis dan Heatstroke, Kesehatan merupakan kondisi tubuh dan jiwa itu dalam keadaan sehat. Kesehatan itu sendiri terdiri dari kata sehat yang berarti tubuh atau jiwa tidak dalam keadaan yang sakit atau mengalami gangguan apapun. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika kita selalu menjaga kesehatan setiap waktunya, hidup akan menjadi lebih baik dan pajang umur. Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak dapat menjaga kesehatannya dengan baik dan optimal. Pola hidup yang tidak sehat akan membuat tubuh kita lebih rentan terkena peyakit. Kesehatan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki akal sehat dan berbagai macam aktifitas. Contohnya saja jamaah haji dan umrah yang akan melaksanakan rangkaian ibadah saat di Tanah suci.

Meningitis dan Heatstroke Perlu diantisipasi

Kesehatan adalah modal utama dalam perjalanan ibadah haji dan umrah, tanpa kondisi kesehatan yang memadai niscaya pencapaian ritual peribadatan akan menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, setiap jamaah calon haji dan umrah harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Sejurus dengan itu, maka kebijakkan penyelenggaraan kesehatan haji dengan manajemen risiko ialah upaya untuk dapat mengelola segenap permasalahan kesehatan dari masing-masing jamaah haji dan umrah, misalnya mengenai meningitis dan heatstroke. Dengan melalui tahapan upaya pemeriksaan dan pembinaan yang diselenggarakan sedini mungkin.

Pemerintah setiap tahunnya pastinya telah menyiapkan tim kesehatan yang andal, terutama pada saat musim haji tiba. Para jamaah perlu mengetahui dan mengantisipasi sejumlah potensi penyebaran penyakit pada pelaksanaan haji dan umrah untuk setiap tahunnya. Penyakit yang sangat dikhawatirkan dapat menyerang jamaah itu adalah meningitis dan Heatstroke.

Pada awal pelaksanaan musim haji 2017 lalu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik yakni Yusuf Singka, M.Sc. mengatakan, bahwa ada sejumlah penyakit yang perlu diantisipasi oleh para jamaah.

Penyakit tersebut antara lain, meningitis dan heatstroke serta merah-middle east espiratory syndrome (MERS),” jelasnya.

Oleh sebab itu, para jamaah yang haji dan umrah yang akan menjalankan ibadah di Tanah suci dalam menunaikan rukun Islam yang kelima diwajibkan untuk melakukan vaksin meningitis. adanya peraturan tersebut sudah berlaku sejak lama. Pemberian vaksin meningitis harus sudah dilakukan sebelum mendekati waktu keberangkatan.

Sementara itu, untuk dapat menghindari heatstroke, jamaah calon haji dan umrah diminta untuk lebih sering meminum air tawar atau air zam-zam. Pasalnya, cuaca disana tidak menentukan. Musim panas terasa panas sekali, sedangkan musim dingin terasa dingin sekali. pasalnya jika cuaca panas dan kering, jamaah calon haji atau umrah bisa terkena paparan sengatan matahari secara langsung. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah selama di Tanah suci dan Selamat sampai di Tanah air.