Laman

Selasa, 12 Desember 2017

Meningitis Mendesak Vaksinasi Untuk Melawannya

Meningitis Mendesak Vaksinasi - Orang tua dari seorang anak laki-laki berusia enam tahun, yang meninggal di usianya yang masih anak-anak karena penyakit meningitis B yang diderita oleh anaknya itu. sehingga orang tuanya melakukan kampanye untuk dapat membuat program vaksinasi yang akan diluncurkan ke seluruh anak-anak. Oliver Hall, yang keluarganya itu berasal dari Halesworth telah meninggal dunia pada selasa, 24 Oktober lalu, pada beberapa jam setelah melakukan perawatan di Rumah Sakit Universitas James Paget di Gorleston. Anak mud tersebut juga meninggal dunia di rumah sakit selama dalam waktu 24 jam setelah jatuh sakit, meskipun sudah melakukan upaya  sebaik dan mencoba menyelamatkan hidupnya. Namun, takdir berkata lain, infeksi bakteri yang telah menjadi terlalu berat bagi tubuhnya itu untuk bertahan.

Meningitis Mendesak Vaksinasi Untuk Melawannya

Sejak dari kematian Oliver yang sangat tidak diduga, meningitis mendesak vaksinasi agar tidak lagi memakan korban lagi. Bryan dan Georgie Hall telah melakukan kerjasama dengan meningitis, seluruh badan amal yang telah didedikasikan untuk dapat mengingatkan kesadaran vaksin yang lebih luas lagi.

Vaksin meningitis B telah memberikan persediaan sebagai bagian dari rutinitas NHS untuk bayi yang usianya masih di bawah 12 bulan sejak bulan September 2015. Namun, badan amal tersebut memiliki pendapat bahwa vaksin itu untuk semua orang yang dapat menghemat biaya jika dibandingkan dengan melakukan pengobatan, sebab itulah meningitis mendesak vaksinansi. Untuk selanjutnya yang diperlukan setelah infeksi dikontrak.

Bersama dengan Tuan dan Nyonya meminta kepada pemerintah agar memperluas program vaksinasi, nyonya Hall menuturkan, bahwa Pemerintah mengatakan bahwa mengenai biaya tidak efektif untuk melakukan vaksinasi lebih banyak anak terhadap penyakit ini. amal yang kita kerjakan mengemukakan hal meningitis itu. Tujuan kami adalah untuk dapat membantu meningitis yang terjadi saat ini agar vaksinasi dapat diluncurkan setiap anak dan jumlahnya lebih banyak lagi.

Pada bulan yang lalu, Nyonya Hall bertemu dengan salah satu anggota parlemen dan keluarga lainnya, yang juga telah menderita anak-anak yang meninggal akibat meningitis, di Parlemen itulah untuk meningkatkan kesadaran lebih lanjut. Dan nyonya Hall mengatakan, bahwa di belakang pertemuan itu, mereka mencari cara untuk dapat mendirikan sebuah partai pekerja dengan tujuan utama melihat keefektifan biaya vaksin dan menggulirkannya kepada anak-anak. Itulah yang merupakan langkah positif.

Hall sedang bersama Suffolk Coastal MP, Therese Coffer, mereka berharap dapat bertemu dengan Sekretaris Negara untuk kesehatan , Jeremy Hunt. Nyonya. Hall bertutur, Oliver telah mencapai banyak hal dalam kehidupannya yang singkat. Dia akan slalu mengingatnya. Oleh sebab itu, kami telah mendirikan situs penghormatan Oliver Hall selamanya, yang mendukung penyakit meningitis saat in dan kami juga sangat berterima sekali kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangannya dan mendukung acara tersebut.

Sabtu, 09 Desember 2017

Suntik Vaksin Meningitis Gencar Pria Gay di Melbourne

Suntik vaksin meningitis - Para pria homoseksual didesak agar mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit meningitis setelah usai terjadinya wabah secara tiba-tiba di Melbourne. Para otoritas kesehatan setempat memberikan penawaran untuk melakukan vaksin secara gratis mulai pada minggu depan setelah delapan orang telah terkena penyakit jenis-C ini sejak bulan Mei ini. Wakil Kepala Dinas Kesehatan Victoria yakni Brett Sutton mengatakan, bahwa hampir seluruh pasien didentifikasi sebagai homoseksual atau biseksual (gay).

Suntik Vaksin Meningitis Gencar Pria Gay di Melbourne

“Delapan orang tak terdengar seperti jumlah yang besar, tapi jika hal ini dapat mempengaruhi seluruh Melbourne pada tingkat yang sama seperti yang telah mempengaruhi pria yang melakukan hubungan seks dengan pria juga, kita membicarakan sudah beberapa ratus kasus selama beberapa bulan itu,” terangnya. Suntik vaksin meningitis sangatlah penting untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Pesan dari saya pada kelompok gay ini di tengah masyarakat sederhana saja, jika Anda melakukan suntik vaksinasi meningitis, Anda pastinya akan melindungi diri sendiri dan orang sekitar Anda dengan cara mengurangi penyebaran penyakit meningitis ini,” lanjutnya.

Penyakit meningitis memang dapat dikatakan sebuah penyakit yang jarang terjadi namun dapat mematikan bagi penderita maupun yang tertular. Meningitis adalah penyakit  yang disebabkan oleh peradangan pada selaput pelindung yang menyelimuti seluruh saraf otak dan sumsum tulang belakang, yang biasa dikenal dengan sebutan meninges. Peradangan yang terjadi biasanya itu diebabkan oleh infeksi dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

10 persen dari kasus meningitis yang ada berakibatkan fatal selama dalam waktu 24 sampai 48 jam setelah melakukan diagnosa. Bakterinya itu hidup didalam tenggorokan dan hidung dan diteruskan kembali melalui kontak yang dekat dan berkepanjangan. “Masuk dalam kategori itu juga seperti ciuman yang intim dan kami pikir hal itulah yang dapat mendorong transmisidalam wabah ini,” katanya.

Untuk penderita yang masuk dalam kelompok yang berisiko tinggi akan menunjukan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, mual, muntah, peka terhadap cahaya dan suara keras, segeralah untuk menemui dokter yang ahli pada bidangnya agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Para pria bisa mendapatkan vaksin dari dokter umum setempat pada hari Senin, 11 Desember.

Jumat, 08 Desember 2017

Survivor Meningitis Berbicara Tentang Imunisasi

Survivor Meningitis - Bulan Agustus merupakan bulan kesadaran Imunisasi Nasional dan mengingat seorang wanita asal Texas yang sedang berjuang untuk membuat seluruh mahasiswa di Amerika Serikat terlindungi dari segala jenis penyakit yang dapat menyerang kapan saja. salah seorang wanita yang telah kehilangan kaki dan sebagian tangannya ke bentuk meningitis yang sangat berbahaya sekali di perguruan tinggi, ia bernama Jamie Schanbaum. Dia mengatakan, bahwa selama ini penyakit yang hampir saja membunuhnya dan misi yang membuat dia berkelahi.

Survivor Meningitis Berbicara Tentang Imunisasi

Dia sebagai survivor meningitis menjadi suara untuk para korban meningitis di seluruh dunia. pada usianya 28 tahun telah membuat nama untuk dirinya sendiri sebagai gadis yang telah menyelamatkan nyawa.

“Saat itu saya benar-benar tidak mengetahui pasti bahwa penyakit yang saya derita itu dapat mengancam jiwa dan tidak tahu bahwa saat itu juga saya berada di kampus, Anda akan berisiko tinggi tertular,” ungkap survivor meningitis, Jamie schanbaum.

Dan saya terus berangkat ke kampus seperti biasanya karena memang saat itu saya tidak mengetahui bahwa saya terjangkit meningitis dan hampir saja kehilangan nyawa saya karena penyakit ini, saya termasuk orang yang beruntung karena termasuk survivor meningitis. Kemudian, pada tahun 2008, masih sebagai mahasiswa di Universitas Texas di Austin, Jamie sudah mengidap penyakit meningococcal meningitis. Meningococcal meningitis adalah pebuah infeksi yang telah menyerang jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

“Saya merasakan seluruh tubuh saya mengalami ruam merah selama beberapa hari, lalu berubah menjadi ungu hingga menghitam dan membusuk. Jari-jari pun terasa lemas bagaikan kismis dan kaki saya pun menekuk seperti penari balet, hal itu yang membuat saya tidak menyangka,” tuturnya.

Dia harus kehilangan kedua kakinya itu hingga di bawah lutut, kedua tangan dan menghabiskan waktu perawatan di rumah sakit selama tujuh bulan. Pada akhirnya ibunya pun pergi sebelum legislatif Texas melakukan pendesakan anggota parlemen untuk membuat undang-undang yang tertulis mewajibkan para mahasiswa yang tinggal atau berada di kampus untuk mendapatkan vaksin meningitis.

“Pada saat itu saya menderita meningitis B sehingga vaksin yang saya butuhkan terus saya cari namun tidak dapat diketemukan. Jika pada saat itu saya mendapatkan vaksin mungkin saya akan baik-baik saja,” katanya.

Tapi, meski katanya akan cepat tersebar di tempat-tempat seperti asrama, Jamie justru mendapatkannya pada saat masih tinggal di kampus dan belum tahu banyak apa saja yang harus dilakukannya. Jadi pada tahun 2011, setelah seorang mahasiswa A & m Texas mati, yang juga tinggal di luar kampus, dia pun ikut serta dalam membantu membuat undang-undang tersebut diubahnya untuk dapat mencangkup semua mahasiswa di Texas, masa jabatan.

Jamie menuturkan, bahwa bahwa untuk misi berikutnya itu adalah membuat undnag-undang diubah untuk memasukkan vaksin meningitis B sehingga kelima strain meningitis tersebut dapat ditutupi. Gadis yang masih mudah ini dengan sikapnya yang terbendung, melakukan penolakkan untuk membiarkan meningitis merusak hidupnya maupun orang lain.

Rabu, 06 Desember 2017

Dua Kutu Mematikan Seorang Ibu di Missouri

Dua Kutu Mematikan - Ada salah seorang ibu dari satu anak ini telah meninggal dunia dikarenakan oleh penyakit bawaan yang hanya menyerang lima orang saja di Amerika Serikat. Ia bernama Tamela Wilson saat itu masih berusia 58 tahun, semasa hidupnya ia bekerja di Missouri’s Meramec State Park pada bulan Mei saat dia melihat ada dua kutu yang bersarang di tubuhnya. Kemudian dia pun mengusir kutu tersebut dari tubuhnya dan melanjutkan kembali perjalanannya sebagai asisten pengawas taman. Dalam beberapa hari kemudian, tubuhnya semakin lesu, demam dan mual. Cirinya itu seperti penyakit meningitis. Sehingga Dokter pun merasa bingung dan mendiagnosisnya dengan infeksi saluran kemih, selesai itu pulang dengan membawa obat antibiotik yang telah diberikan oleh dokter. 

Dua Kutu Mematikan Seorang Ibu di Missouri

Seminggu kemudian, tepat pada tangga 31 Mei, kondisinya justru semakin menurun secara drastis dan dia pun harus dirawat di rumah sakit. Kondisi yang ditujukkan sama seperti meningitis, membuat kondisi penderita  semakin menurun. Kemudian, setelah hasil tes darah yang dilakukan menunjukkan bahwa dia memiliki virus Bourbon yang diperolehnya dari dua kutu mematikan itu, kondisi yang langka ini dan tidak dapat diobati pertama kali muncul itu pada tahun 2014. 

Dia mengahbiskan waktu selama berminggu-minggu dalam perawatan intensif dan dokter pun terus berjuang untuk semaksimal mungkin dapat menangani penyakit ini. Apalagi ibu satu anak itu juga menderita pneumonia dan limfohistiositosis hemofagositik, sebuah kondisi yang membuat sel kekebalan tubuh bermutasi. Itulah yang dapat membuat Anda menjadi takut akan pergi ke luar rumah. Dua kutu mematikan ini sangat membahayakan sekali.

“Para dokter yang ikut menanganinya selalu berada disampingnya. Mereka bilang itu sangat misteri medis. Setiap hari kita ke rumah sakit untuk melihat kondisinya justru semakin parah. Tidak ada perbaikan,” jelas Geoff, Ayah dari Tamela.

Virus Bourbon itu herannya hanya terjadi pada lima orang Amerika saja hingga saat ini, seluruhnya ada di Midwest dan bagian selatan Amerika Serikat. Kasus pertama Amerika Serikat pertama ini melibatkan seorang pria berusia 68 tahun di Kansas, yakni John Seeted, yang juga meninggal setelah digigit oleh kutu tersebut. sebelum melakukan diagnosis, hanya ada delapan insiden di seluruh dunia, semuanya itu hanya ada di Eropa, Asia dan Afrika.

Virus ini sejenis thogotovirus, namun sangat jauh berbeda. Biasanya, thogotovirus dapat menyebabkan meningitis yang dapat mengobarkan lapisan otak. Namun, virus bourbon menyerang dan menghancurkan sel darah putih pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan sekali.

Untuk sebagai gantinya itu adalah sebuah instansi yang mendesak orang untuk menggunakan repellents serangga, memakai lengan dan celana panjang, menghindari daerah-daerah yang lebat dan berhutan, dan juga melakukan pemeriksaan kutu yang teliti setelah menghabiskan waktu saat di luar rumah. Kasus Tamela ini adalah pertama kalinya dilaporkan dari Missouri. Itu terjadi pada saat negara sedang memerangi wabah Ehrlichiosis, kondisinya itu seperti flu yang ditularkan oleh kutu.

Selasa, 05 Desember 2017

Waspadai Meningitis Saat Liburan Akhir Tahun Ini

Waspadai Meningitis – Anda memiliki rencana untuk liburan akhir tahun ke luar negeri? Atau mungkin saja ingin ibadah umrah bersama keluarga? Apabila Anda telah membuat rencana dan telah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari pembelian tiket, booking hotel ataupun lokasi wisata mana saja yang akan dikunjungi, jika Anda merasa telah bebas dari segala tugas yang selalu menumpuk, maka Anda perlu berfikir sejenak. Seperti halnya beribadah umrah yang dapat menenangkan hati dan ditambah dengan tour ke tempat-tempat wisata yang ada di Timur Tengah, seperti Turki, Qatar, Dubai atau lainnya. dengan begitu, Anda juga perlu mewaspadai ada resiko penyakit selama dalam perjalanan kesana. Pada hakikatnya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Waspadai Meningitis Saat Liburan Akhir Tahun Ini

Kini sudah banyak macam penyakit yang bertebaran dengan beraneka macam nama dan jenisnya. Apalagi saat berkunjung ke luar negeri. Seperti yang telah kita kenal sebelumnya, bahwa ada penyakit flu burung, flu babi dan meningitis. Sebab, jenis penyakit itu semua sangat berbahaya bagi siapa saja, baik pada anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Nah, waspadai meningitis dan penyakit lainnya. Namun, saat ini yang perlu ditekankan adalah meningitis.

Waspadai meningitis saat Anda liburan ke luar negeri. Sebab meningitis adalah jenis penyakit yang sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Meningitis yang merupakan penyakit selaput radang otak yang paling banyak mewabah di negara-nagara Afrika. Untuk dapat memberikan penanganan dini terkait dengan serangan penyakit meningitis, Anda patut mengetahui beberapa gejala yang seringkali dialami oleh penderita meningitis, yakni:

1.Demam tinggi
2.Sakit kepala
3.Kejang
4.Muntah
5.Mata sensitive pada cahaya
6.Telinga sensitive pada suara keras
7.Leher kaku

Apabila Anda telah selesai berpergian ke luar negeri dan mengalami beberapa gejala yang diatas, maka saran terbaiknya itu adalah segeralah periksakan ke dokter. Bahaya dari resiko meningitis yang tidak segera ditangani dengan tepat dan cepat dapat meninmbulkan tuli yang permanen dan bahaya kesehatan lainnya atau bahkan dapat kehilangan nyawa.

Adapun beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah resiko terkena penyakit meningitis saat berpergian ke luar negeri, yakni:

A.Melakukan vaksinasi
Dengan melakukan vaksinasi terlebih dahulu sebelum berangkat akan membantu Anda mencegah dari penyakit bahaya tersebut. Dan satu langkah lebih maju untuk menghindarkan Anda dari terserang penyakit meningitis dan lainnya.

B.Bawalah peralatan makan dan minum sendiri
Meningitis itu pada umumnya lebih sering menularkan dengan malalui bersin, dahak ataupun air liur orang lain yang sudah terkena. Oleh sebab itu, jika Anda berpergian ke daerah atau negara yang terena wabah meningitis, maka usahakanlah agar membawa peralatan makan dan minum sendiri, yang mana dengan begitu aka lebih aman daripada Anda menggunakan peralatan makan yang sudah pernah dipakai oleh orang lain.

C.Mencari Info Wabah
Saat Anda akan mengunjungi ke suatu daerah, maka Anda juga perlu untu mencari informasi mengenai wabah meningitis di daerah tersebut. misalnya saja seperti ini, jika Anda berencana melakukan perjalanan umrah atau haji, maka Anda wajib untuk mengetahui informasi mengenai meningitis di Makkah dan Madinah, jika memang beresiko tinggi Anda dapat melakukan vaksinasi terlebih dahulu sebelum keberangkatan dan berkonsultasi dengan pemilik tour & travel tempat Anda melakukan pendaftaran haji maupun umrah, apakah aman untuk terus melakukan perjalanan kesana atau tidak.

Sementara itu, Anda perlu menjaga kesehatan jasmani dan mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Jangan sampai lupa untuk selalu menyempatkan diri Anda untuk melakukan olahraga agar resiko tertularnya penyakit menjadi minim karena daya tahan tubuh Anda akan manjadi lebih baik lagi.

Senin, 04 Desember 2017

Bakteri Meningitis Terkandung di Pompa ASI Kotor

Bakteri MeningitisKebersihan merupakan suatu hal yang memang harus selalu dijaga pada saat akan memompa ASI dan mencuci alat pompa ASI. Pompa ASI menjadi alat perang utama untuk mama perah yang harus beraktivitas di luar rumah. Sebagai seorang ibu masih bisa untuk memberikan ASI kepada anaknya meskipun tidak dapat menyusi secara langsung dan bayi tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik. Dalam aktivitas memompa ASI juga menjadi suatu yang selalu dilakukan oleh para ibu yang bekerja saat berada di kantor, demi untuk memenuhi akan kebutuhan gizi pada bayi di rumah. Namun, hal yang seringkali terbaikan oleh para mama perah saat akan memompa adalah melakukan pembersihan pada pompa ASI secara maksimal.

Bakteri Meningitis Terkandung di Pompa ASI Kotor

Hal yang paling utama dan harus selalu terjaga saat memompa dan mencuci itu adalah Kebersihan. Pasalnya, dengan begitu kesehatan pada bayi juga akan menjadi taruhannya. Tidak membersihkan pompa ASI dengan baik dan bersih, risikonya pun akan sangat besar, penyakit berbahaya dapat mengintai si kecil, seperti bakteri meningitis. Salah satunya itu adalah infeksi yang disebabkan oleh cronobacter. Dimana bakteri tersebut dapat menyebabkan  radang selaput otak dan usu pada bayi Anda. Hal itu telah diungkapkan oleh tim dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS).

Seorang petugas meningitis dari CDC yakni Anna Bowen mengatakan, bahwa keterkaitan yang sangat erat sekali antara kebersihan alat pompa ASI dengan kesahatan bayi. Terutama pada bayi yang terlahir dalam keadaan yang prematur, itu sangat berisiko akan terkenanya bakteri meningitis yang menyerang.

Oleh karena itu, sangat penting sekali dalam memastikan kebersihan pada alat pompa. Dibawah ini merupakan tahap-tahap yang tidak boleh dilewatkan begitu saja pada saat membersihkan pompa ASI, yakni:

1.Sebelum menyentuh peralatan makan bayi lakukanlah cuci tangan yang bersih dan menggunakan tissue yang disinfektan.

2.Terlebih dahulu lepaskan bagian-bagian pada alat pompa ASI, kemudian cuci bersih dengan menggunakan air yang mengalir. Jangan sampai meletakkan alat pompa ASI di dalam wastafel.

3.Cuci seluruh alat pompa dengan menggunakan campuran sabun dan air yang telah dipanaskan di dalam baskom.

4.Bilaslah alat pompa ASI di baskom yang berbeda.

5.Lalu keringkanlah alat pompa ASI, baskom dan peralatan yang lainnya dengan meletakkannya di tempat yang bersih. Jangan digosokkan pada handuk karena akan menyebabkan penyebaran bakteri.

6.Simpanlah alat pompa ASI di tempat yang bersih dan terlindungi setelah memang benar-benar kering. 

Kamis, 30 November 2017

Pemeriksaan Penunjang Meningitis Pada Penderita

Pemeriksaan Penunjang Meningitis - Untuk penyakit meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan radang pada membaran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa dikenal dengan sebutan meningen. Peradangan yang terjadi itu disebabkan oleh infeksi bersal dari virus, bakteri, jamur dan mikroorganisme lainnya, selain itu juga disebabkan oleh obat-obatan tertentu meski jarang sekali didapat. Meningitis dapat membahayakan nyawa seseorang hingga dapat menyebabkan kematian akibat radang yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, sehingga dalam kondisi yang seperti ini di klasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Pemeriksaan Penunjang Meningitis Pada Penderita

Pada penyakit meningitis itu biasanya akan diketahui dengan gejala umum yang dimunculkan yakni seperti demam, sakit kepala, kaku leher, kebingungan atau perubahan kesadaran, mual, muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia dan peka terhadap suara keras (fonofobia). Sedangkan gejala meningitis yang ditimbulkan pada anak-anak itu biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik seperti mengantuk,lekas marah, ruam merah pada kulit yang disebabkan oleh bakteri meningkokus. Bila ada seseorang yang dicurigai meningitis, pemeriksaan penunjang meningitis pun dilakukan.

Adanya tindakan punksi lumbal dilakukan agar dapat mendiagnosa ada atau tidaknya meningitis. Dengan menggunakan jarum yang kemudian dimasukkan ke dalam kanalis spinalis agar dapat mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Dimana LCS ini akan diperiksa di Laboratorium medis. Pada penanganan yang pertama meningitis akut terdiri dengan pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga sama, untuk dapat mencegah akan terjadinya komplikasi akibat dari radang yang berlebihan. Meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dalam jangka panjang seperti epilepsi, ketulian, hidrosefalus dan defisit kognitif. Segera lakukan pemeriksaan penunjang meningitis.

Pemeriksaan penunjang Meningitis, meliputi:
1.Pemeriksaan Lumbal Pungsi, lumbal pungsi itu biasanya dapat dilakukan untuk menganalisa jumlah sel dan protein cairan serebrospinal, dengan syarat tidak ditemukan bahwa adanya peningkatan tekanan intracranial.

a.Jika pada Meningitis Serosa itu terdapat tekanan yang memiliki variasi cairan jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein normal, kultur (-).
b.Jika pada Meningitis Purulenta juga terdapat tekanan yang terus meningkat, cairan yang keruh, jumlah sel darah putih dan protein meningkat, glukosa yang menurun, kultur (+) terdiri dari beberapa jenis bakteri.

2.Pemeriksaan Laboratorium Darah Rutin, dengan melakukan pemeriksaan kadar urum, elektrolit dan kultur.

a.Pada Meningitis Serosa itu didapatkan bahwa terjadi peningkatan leukosit saja. selain itu, pada Meningitis Tuberkulosa didapatkan terjadinya peningkatan leukosit.
b.Pada Meningitis Purulenta didapatkan terjadinya leukosit.

3.Pemeriksaan Radiologis

a.Pada Meningitis Serosa itu pasti dilakukan foto dada, foto kepala dan bila memungkinkan juga akan dilakukan CT Scan.
b.Pada Meningitis Purulenta pemeriksaan yang dilakukan foto dada, foto kepala (periksa mastoid, sinus paranasal dan gigi geligi.