Laman

Kamis, 20 Juli 2017

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Ketentuan Vaksinasi, Arab Saudi mengumumkan mengenai ketentuan vaksinasi yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah haji. Adanya peraturan ini sudah tertuang dalam persyaratan kesehatan ketika akan mengajukan visa haji ke Kedutaan Besar Saudi Arabia dari masing-masing negara yang akan berkunjung ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun ini.

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Hal tersebut dilakukan karena vaksinasi sangat penting hingga adanya ketentuan vaksinasi untuk jaaah haji guna menjaga kesehatan jamaah haji agar terhindar dari virus dan bakteri yang dapat membahayakan diri. seorang pejabat Kementerian Kesehatan Saudi menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi untuk tahun ini fokus pada sejumlah penyakit. Seperti Zika, demam berdarah (DBD), Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS), kolera, demam kuning, polio, influenza musiman dan yang terakhir meningitis.

Ketentuan Vaksinasi untuk jamaah haji dalam penerimaan Vaksin meningitis diwajibkan untuk seluruh jamaah baik local maupun asing. Sementara untuk vaksin flu tidak begitu diwajibkan meski tetap disarankan merujuk kondisi iklim yang extrem dan kesehatan jamaah.

Dari Pemerintah Saudi memberikan saran kepada jamaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi, seperti penderita diabetes, hipertensi, dan masalah kesehatan yang lainnya agar melakukan vaksinasi flu. Ini dilakukan akan lebih menenangkan dan menghindarkan dari masalah saat dalam menjalankan ibadah.

Selain itu juga, sudah sesuai dengan International Health Regulations sejak tahun 2005, para pelancong yang tiba dari berbagai negara dengan risiko penularan demam kuning harus menyertakan sertifikat vaksin penyakit ini. Sedagkan sertifikat demam kuning valid hanya untuk 10 hari sejak hari divaksin.

Kapal, pesawat, bus dan alat transportasi lainnya dari berbagai negara dengan risiko demam kuning juga harus menyertakan sertifikat keamanan kesehatan. Sertifikat tersebut memastikan kebersihan moda transportasi dari kemungkinan dapat sebagai pembawa wabah.

Kendaraan-kendaraan tersebut juga harus dibersihkan sesuai dengan metode dari World Health Organization (WHO). Untuk dapat melakukan vaksin polio, hanya diwajibkan beberapa negara saja. Termasuk Negara asal Afganistan, Pakistan, dan Nigeria.

Jamaah dari asal negara-negara tersebut harus menyertakan bukti telah divaksin polio dalam 12 bulan terakhir atau paling lambat empat pekan sebelum keberangkatan haji. Mereka wajib menyertakannya saat dalam mengajukan visa.

Selain itu, vaksin polio juga diwajibkan untuk jamaah dari negara yang sebenarnya tidak memiliki wabah namun tetap rawan tertular. Seperti pada negara Kamerun, Republika Afrika engah, Guinea, Chad, Laos, Mynmar, Madagaskar, Niger, Ukraina, Kongo, Ethiopia, Irak, Liberia, Kenya, Sierra Leone, Sudan Selatan, Somalia, Suriah juga Yaman.

Pada pekan lalu, seorang pakar kolera WHO, yang bernama Dominique Legros menambahkan perlunya dilakukan vaksin kolera bagi jamaah Yaman. Karena pada saat ini Negara itu sedang dilanda wabah kolera yang cukup mengkhawatirkan sekali. Tingkat kematian yang  sudah mencapai sembilan orang per hari.

Semua persyaratan vaksin ini telah diinformasikan pada berbagai negara penyelenggara haji seluruh dunia. Adanya ketentuan tersebut telah dibuat oleh Kementerian Kesehatan Saudi dan disebarkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Sabtu, 15 Juli 2017

WHO Peringatkan Wabah Kolera Melanda di Musim Haji 2017

WHO peringatkan wabah kolera, Pelaksanaan musim haji pada tahun 2017 ini akan segera dilaksanakan. World Health Organization (WHO) memberikan peringatan bahwa saat ini wabah kolera saat musim haji di Saudi Arabia, hingga September 2017 mendatang.Karena untuk saat ini sudah mewabah, yakni di Yaman sudah menjadi wilayah epidemik dengan jumlah infeksi lebih dari 332 ribu orang. Demi mencegah terjadinya penularan, Arab Saudi telah mewajibkan kepada seluruh jamaah asal Yaman untuk menjalani vaksinasi kolera. Tahun ini sudah ada sekitar 2-4 juta orang yang berkumpul di Arab Saudi. Termasuk diantaranya ialah 1,5-2 juta jamaah asing.


WHO Peringatkan Wabah Kolera Melanda di Musim Haji 2017

WHO menilai bahwa itu semua, dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah, zika, demam kuning, meningitis, juga kolera. Sedangkan untuk wabah kolera tidak hanya sedang menyebar di Yaman akan tetapi juga menyebar ke sejumlah negara Afrika. WHO peringatkan wabah kolera pada saat musim haji. "Hal tersebut dapat mengakibatkan risiko serius bagi seluruh jamaah haji meskipun mereka sudah kembali ke negaranya masing-masing," papar WHO. Adapun salah satu Pakar kolera WHO yakni Dominique Legros yang menjelaskan bahwa Saudi tidak pernah mengalami wabah kolera.

Karena hal itu berkat tingginya pengawasan dan respons cepat untuk pemeriksaan pada laporan kasus awal jadi dapat dicegah sedini mungkin. WHO peringatkan wabah kolera bisa jadi akan melanda. Namun, pada musim haji tahun ini  Saudi akan menerima jumlah jamaah yang begitu banyak termasuk dari negara endemik. Sehingga dalam pengawasan perlu ditingkatkan lagi, agar dapat terhindar dari wabah tersebut.

"Seperti melihat pada kondisi lingkungan disekitar, mengenai akses pada air, dan kehigienisan lingkungan," tutur Legros. Ia juga menilai, Saudi pastinya sudah bersiap-siap dengan baik mengenai lingkungan. Karena pasalnya kolera sering diasosiasikan dengan kondisi lingkungan yang kotor.

Lalu untuk masa inkubasi penyakit itu berlangsung hanya selama beberapa jam saja. Pada saat gejala sudah mulai muncul, kolera dapat membunuh dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, jika tidak segera mendapat pertolongan. Kolera merupakan penyakit yang juga dapat mengkhawatirkan karena sejumlah orang jarang sekali menunjukkan gejala tertular.

Sehingga saat melakukan screening di bandara atau di tempat-tempat umum lainnya dinilai sia-sia. Perlu diketahui bahwa Wabah di Yaman sudah berlangsung sekitar 11 pekan. PBB menuduh penyebab itu adalah konflik. Penduduk disana tidak dapat mengakses lingkungan yang bersih dan bantuan yang memadai.

Tercatat sudah jumlah kasus baru di Yaman terus bertambah sekitar 6.000 kasus dalam per hari. Namun, menurut data yang diperoleh WHO yang Reuters, untuk jumlah kematian telah perlahan menurun. Tingkat kematian terus menurun dari rata-rata 20-40 per hari jadi rata-rata sembilan kematian per hari dalam enam hari terakhir ini.

Rabu, 12 Juli 2017

Calhaj Mataram Divaksin Meningitis sebelum Berangkat

Calhaj Mataram, Dinas Kesehatan (dinkes) asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta kepada seluruh calon jamaah haji asal daerah ini untuk memastikan diri sudah mendapat imunisasi mengingitis guna mengantisipasi adanya serangan virus middle east respiratory syndrome (MERS). "Melakukan imunisasi meningitis bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tubuh tidak mudah terkena virus berbahaya ini seperti MERS, yang merupakan penyakit virus pernapasan yang pertama kali dilaporkan terjadi di Negara Arab Saudi," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yakni dr H Usman Hadi di Mataram.


Calhaj Mataram Divaksin Meningitis sebelum Berangkat


Adanya pernyataan itu disampaikan hanya untuk menyikapi adanya pasien yang diduga terjangkit virus MERS setelah pulang dari menunaikan ibadah umrah. Untuk saat ini, pasien yang merupakan pasien dari rujukan dari Pulau Sumbawa itu sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Calhaj Matram sedang divaksin meningitis.

Menurut keterangannya, selain dibutuhkan untuk jamaah haji, jamaah umrah pun wajib melakukan imunisasi meningitis sebelum keberangkatan seperti yang sedang dilakukan oleh calhaj Mataram saat ini dan kewajiban itu harus disampaikan langsung oleh setiap biro perjalanan umrah yang menjadi pilihan yang dipercayai.

Apalagi, pada saat pemantauan kesehatan jamaah umrah yang sudah kembali ke tanah air seusai melaksanakan ibadah umrah memang tidak ada yang dilakukan, seperti halnya dalam pemantauan kesehatan jamaah haji sebelum dan setelah pulang tetap harus dilakukan.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya disarankan kepada setiap biro perjalanan umrah dapat menetapkan aturan dengan mewajibkan calon jamaah umrah untuk melakukan imunisasi meningitis sebelum keberangkatan dan memeriksakan kesehatan pada pusat pelayanan kesehatan yang terdekat setelah pulang.

"Apabila dari sekian banyak jumlah jamaah yang ada, diantaranya ada yang jamaah yang menderita panas, batuk dan flu berat setelah kembali ke tanah air, wajib untuk memeriksa kesehatannya, agar secepatnya ditangani dengan tepat," imbaunya. Upaya tersebut menjadi langkah antisipasi agar para jamaah umrah dapat terhindar dari virus berbahaya, selama disan melakukan interaksi secara langsung dengan jamaah dari berbagai negara.

Dikatakan, bahwa dalam pengawasan pemberian imunisasi meningitis bagi calon jamaah umrah dinilai sangat sulit karena tidak sedikit jamaah umrah yang berangkat dengan melalui biro perjalanan umrah di luar daerah. "Memang betul bahwa calon jamaah umrah telah mendaftar di Mataram, tapi pada saat sudah waktunya berangkat ada yang dari Surabaya, Jakarta atau daerah lainnya sehingga kita merasa kesulitan untuk melakukan kontrol, tidak seperti dengan calon haji," ungkapnya.

Sabtu, 08 Juli 2017

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Meningitis dan tuberkulosis, Radang selaput otak atau yang banyak disebut dengan meningitis dan tuberkulosis keduanya itu sama-sama dapat ditularkan dengan melalui udara sehingga sulit untuk membedakan dua penyakit tersebut.  Contohnya seperti pada saat seseorang saling berbicara. Penyakit yang terbilang membahayakan juga mematikan bagi si penderita, namun selain itu juga, dapat menular kepada siapa saja yang berkomunikasi langsung. Lalu apa yang membedakan antara meningitis dan tuberkulosis?

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Adapun dari ahli vaksin dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, dia ialah Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM, menjelaskan bahwa gejala meningitis dan tuberkulosis mungkin ada kesamaan seperti demam tinggi dan batuk. Tapi yang membedakan antara kedua penyakit itu adalah sifat bawaan pada penderita meningitis.

"Antara meningitis dan tuberkulosis, Kalau ada penderita meningitis, memiliki sifat bawaan yang membawa penyakit. Penderita terlihat tidak sakit tapi dapat menularkan virus ke orang lain atau lawan bicara yang ada dihadapannya. Selain itu, bakteri yang terdapat pada penderita meningitis cenderung bercokol di area tenggorokan sebelum menyebar ke udara," terang Iris.

Di samping itu juga, Iris kembali menjelaskan bahwa, perbedaan diantara keduanya itu terletak pada sifat penyakit meningitis yang mematikan dalam 24 jam. Sedangkan penyakit tuberkulosis resisten pun masih ada harapan untuk dapat disembuhkan.

"Meningitis dapat menyebabkan komplikasi lainnya meliputi kerusakan otak permanen, gagal ginjal, amputasi tangan dan kaki, kehilangan pendengaran hingga kematian. Sementara tuberkulosis tidak kecuali resisten dan memiliki komplikasi penyakit lainnya akibat terlalu banyak minum obat," jelasnya.

Dr. dr. Iris Rengganis memaparkan bahwa, penyakit meningitis mampu menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit lainnya seperti adanya kerusakan otak secara permanen, sehingga tidak berhasil ginjal, amputasi tangan dan kaki, juga akan kehilangan pendengaran hingga kematian. Semetara itu, penyakit tuberculosis tidak kecuali resisten dan mempunyai kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang berlangsung disebabkan oleh terlampaui tidak sedikit mengkonsumsi obat.

Kalau dilihat dari jenisnya terdapat dua tipe penting penyakit meningitis yakni Meningitis Viral. Tipe seperti ini kebanyakan tidak menyebabkan timbulnya penyakit yang lebih serius. Dalam kondisi yang sedang kritis, penyakit meningitis viral ini mampu menyebabkan panas demam yang berkepanjangan yang disertai dengan kejang-kejang.

Tipe kedua yaitu Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini dianggap penyakit yang tidak dapat dianggap hal yang yang sepele disebabkan karena adanya bakteri yang amat serius dan harus menjalankan perawatan yang benar-benar intensif dan pengobatan yang serius agar dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan akan beresiko terhadap terjadinya kematian terhadap penderitanya.

Rabu, 05 Juli 2017

5 Jenis Sakit Kepala Termasuk Meningitis

Sakit kepala termasuk meningitis, Sakit kepala  kepala adalah rasa sakit yag muncul tidak terlalu serius dan masih biasa diatasi dengan mudah, seperti hanya dengan minum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup dan lebih banyak istirahat. Tapi ada beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan yang lebih karena berkelanjutanatau bahkan ada yang bisa membahayakan dan dapat mengancam jiwa.

5 Jenis Sakit Kepala Termasuk Meningitis

Setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah merasakan sakit kepala, namun yang membedakan adalah jenis sakit kepala dan tingkat rasa sakit yang dirasakan. Sakit kepala termasuk meningitis, itu bisa saja terjadi sakit kepala tidak memiliki jangka waktu yang tertentu, bisa berlangsung kurang dari satu jam atau bahkan selama beberapa hari, serta dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.

Meskipun terkadang sakit kepala dapat hilang dengan sendirinya, namun ada juga sakit kepala yang berbeda atau terkadang datang secara konstan, dalam kondisi inilah yang wajib diwaspadai, karena bisa jadi sakit kepala termasuk meningitis, papar Mark Morocco, M.D. dari Los Angeles Medical Centerm University of California, AS. Berikut dibawah ini beberapa jenis kepala yang menandakan ada sesuatu yang cukup serius terjadi di kepala Anda:

1. Thunderclap headache

Jika merasakan sakit kepala hebat terjadi begitu saja secara tiba-tiba, kepala seperti dihajar dengan martil/palu, ini merupakan kondisi yang harus di secepatnya di tanggapi serius kata Dr. Morocco. Hal ini  bisa disebabkan Karena adanya pendarahan pada otak.

2.Sakit kepala Anda semakin meningkat lebih hebat

Jika merasakan sakit kepala yang jauh lebih hebat dari yang biasanya, segeralah periksa ke dokter mengenai kondisi Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh aneurisma (pelebaran pembuluh darah abnormal) atau kondisi serius yang lainnya.

3.Sakit kepala yang disertai dengan demam

Sakit kepala yang disertai dengan demam merupakan hal yang tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Karena bisa jadi menandakan bahwa terjadinya infeksi pada otak yang biasa dikenal dengan ‘meningitis’ contohnya. Selain itu, infeksi radang otak juga kerap bertanggungjawab atas kondisi ini.

4.Sakit kepala yang disertai rasa sakit pada mata

Jika Anda mengalami sakit pada bagian kepala dan mata, juga diikuti dengan perubahan pada kualitas pengelihatan Anda, ini merupakan kondisi yang harus segera ditangani, menurut Dr. Morocco. Ini adalah ciri dari glaukoma akut dan dapat menyebabkan kebutaan.

5.Rasa sakit pada pelipis

Jika Anda mengalami rasa sakit pada pelipis dengan usia lebih dari 50 tahun dan mengalami rasa sakit ini, maka segeralah kunjungi dokter, terlebih ketika pandangan Anda buram atau diikuti dengan demam. Ini adalah ciri radang pelipis, juga dapat menyebabkan kebutaan.

Selasa, 04 Juli 2017

Bahaya Akibat Keseringan Mengupil Berakhir Meningitis

Akibat keseringan mengupil, bagi beberapa orang yang memiliki kebiasan mengupil ini, bagi dirinya itu merupakan kegiatan yang mengasyikkan atau menyenangkan. Tapi tanpa disadarinya bahwa mengupil terlalu sering ternyata bisa berbahaya bagi kesehatan dan tubuh seseorang. Berdasarkan dari hasil survei yang telah dilakukan oleh sebuah tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan sebanyak 200 partisipan yang ada, diketahui bahwa rata-rata seseorang yang mengupil itu sebanyak 4 kali dalam sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau santai. Namun,  akibat keseringan mengupil juga akan timbul dan itu tidak baik untuk kesehatan.

Bahaya Akibat Keseringan Mengupil Berakhir Meningitis

Mengupil itu merupakan sebuah kegiatan positif yang dilakukan oleh seseorang karena dapat membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun terbilang kegiatan yang umum, tapi bagi budaya yang tertentu cenderung menjadi tabu karena dapat menimbulkan perasaan yang geli dan menjijikan, selain itu juga dapat menimbulkan bahaya akibat keseringan mengupil.

Namun, akibat keseringan mengupil seseorang tersebut bisa menyebabkan hidungnya menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.

Begitupun sebaliknya, jika ada seseorang yang jarang sekali mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras sehingga dapat menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif dalam menyaring benda-benda asing dari luar. Berikut dibawah ini merupakan akibat keseringan mengupil;

1.Mudah terkena flu

Virus flu dapat melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat pada dalam hidung. Hanya dengan menggunakan jari-jari yang telah terkontaminasi oleh virus tersebut ke dalam hidung sehingga menyebabkan seseorang tejangkit flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan ini, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan terasa gatal dan serangan bersin yang berulang-ulang.

2.Mimisan
Mimisan dapat terjadi kapan dan oleh siapa saja Jika ada seseorang yang mengupil terlalu sering, baik mengupil dengan ringan ataupun mengupil dengan keras dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga dapat memicu terjadinya mimisan pada hidung.

3.Infeksi
Selain penyebabnya dari infeksi virus flu, jika terlalu sering mengupil juga dapat menyebabkan kuman dan bakteri  yang ada lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.

4.Merontokkan rambut hidung

Ketika mengupil dengan secara konsisten dan terus menerus dilakukan akan menyebabkan rambut hidung menjadi rontok. Padahal rambut yang terdapat didalam hidung itu memiliki fungsi penting untuk dapat menyaring debu dan polutan di udara. Jika tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.

5.Bisa meninggal
Dengan kondisi yang seperti ini bisa saja terjadi kapan pun, apabila seseorang selalu berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung terdapat tulang yang disebut dengan tulang ethmoid, tulang ini memisahkan antara hidung dari otak. Jika ada seseorang yang sedang mengupil lalu menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor lalu dapat menyebabkan meningitis.

Sabtu, 01 Juli 2017

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Bahaya sinusitis pada anak, dimana sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ sinus. Sinus sendiri yaitu roanga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan alat pernapasan (hidung). Peradangan yang terjadi pada sinus ini dapat menyebabkan penimbunan lender pada rongga sinus dan menjadi media bagi pertumbuhan bakteri. hal itu terjadi karena pada umumnya merupakan akibat dari meluasnya infeksi pada hidung secara paksa dapat mendorong kuman masuk pada sinus-sinus tersebut.

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Jangan salah kira bahwa tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak pun dapat mengalaminya. Bahaya sinusitis pada anak yang mulai dari usia 5 tahun juga dapat terkena penyakit yang diakibatkan oleh terdapatnya virus, bakteri dan jamur dari influenza yang tak kunjung sembuh. Awalnya mungkin hanya merasakan flu biasa saja. Penyebabnya bisa beraneka macam, bisa karena infeksi virus flu, polusi udara, alergi makanan, debu dan cuaca juga komplikasi dari obat-obatan kimia atau karena kelainan septum hidung.

Sebelum bahaya sinusitis pada anak atau orang-orang di sekitar terjadi, sudah mulai terlihat tanda-tanda mengalami sinusitis tersebut, sebelumnya, untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal itu, terlebih dahulu kenali dua jenis sinusitis yang dijelaskan oleh salah seorang dokter spesialis paru pada anak yakni, Dr. Irene Melinda Louis, SpA.

“Perlu diketahui bahwa Ada dua jenis sinusitis pada anak, yaitu rinosinusitis ringan dan rinosinusitis berat. Pertama, mengenai rinosinusitis ringan, jenis ini tidak berbahaya. Akan tetapi, dapat mengganggu kualitas hidup anak,” terangnya.

Adapun yang akan dialami anak jika dirinya terkena sinusitis ringan ini adalah pernafasan pada anak pasti akan menjadi sulit, pola tidur menjadi terganggu dan tingkat nasfu makan akan menurun.

“hal ini pada akhirnya akan berdampak pada aktifitas keseharian mereka (anak-anak yang menderita sinusitis) keseharian, sinusitis juga dapat membuat anak merasakan mual dan muntah-muntah hingga dapat mengakibatkan mereka tidak nafsu makan,” papar Dr Irene.

Sedangkan untuk yang parah yakni rinosinusitis berat, bagi penderita bisa sampai mengalami meningitis atau radang otak. “tapi hal tersebut jarang sekali terjadi. Sebab, begitu merasakan tanda-tanda flu yang tak kunjung sembuh segera bawa anak untuk secepatnya diperiksakan, jangan berlarut-larut tanpa tindakan yang tepat karena koplikasi sinusitis ini dapat mengancam penderita seperti kerusakan indera penciuman, infeksi sinus parah, hingga gejala meningitis,” pungkasnya.