Laman

Jumat, 06 Januari 2017

Meningitis - Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Meningitis merupakan radang pada membran yang menyelubungi otak serta sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut dalam bahasa kedokteran meningen. Radang bisa  disebabkan pada  infeksi oleh virus, bakteri, ataupun mikroorganisme lainnya, walaupun jarang disebabkan pada obat tertentu. Meningitis ini juga bisa mengakibatkan kematian karena radang yang terjadi di dalam otak dan sumsum tulang belakang, jadi kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan kedokteran atau yang biasa disebut medis.

Meningitis - Penyebab, Gejala dan Pencegahan


Gejala umum pada meningitis ialah sakit kepala serta leher kaku disertai pada demam, kebingungan maupun perubahan kesadaran, muntah,serta  kepekaan kepada cahaya (fotofobia) ataupun suara keras (fonofobia). Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah serta mengantuk. Adapun ruam merah bisa memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan pada bakteri meningokokus bisa ditunjukkan pada  ruam merah.


Tindakan punksi lumbal pun dilakukan untuk mendiagnosa ada tidaknya meningitis. Jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis untuk mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak serta sumsum tulang belakang. LCS diperiksa ke laboratorium medis. Penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai macam antibiotik dan kadang juga  obat antivirus. Kortikosteroid juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya komplikasi karena adanya  radang yang berlebihan. Meningitis bisa berakibat konsekuensi jangka panjang misalnya ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit kognitif, apalagi jika tidak dirawat dengan cepat.Beberapa jenis meningitis (seperti berhubungan dengan meningokokus, Haemophilus influenzae type B,pneumokokus ataupun infeksi virus mumps)dan bisa dicegah oleh imunisasi.



Tanda-tanda serta gejalanya
Gejala klinis:
Kaku leher, epidemi meningitis di Texas pada tahun 1911–12.
Orang dewasa, gejala meningitis yang paling sering yaitu sakit kepala hebat, yang terjadi  hampir 90% kasus meningitis bakterial, diikuti pada kaku kuduk (tidak mampu untuk menggerakkan leher ke depan karena sering terjadi peningkatan tonus otot leher serta kekakuan). 

Triad klasik dari tanda-tanda meningitis yaitu kaku kuduk, demam tinggi tiba-tiba, serta perubahan status mental,  namun ketiga ciri-cirinya muncul pada 44–46% kasus meningitis bakteri.Kalau  tidak ada satu pun dari ketiga gejala tersebut,bisa  dikatakan bukan meningitis.Ciri lain yang dihubungkan oleh adanya meningitis termasuk fotofobia (intoleransi oleh cahaya terang) dan fonofobia(intoleransi oleh suara keras). Oleh anak kecil, gejala yang telah dijelaskan seringkali tidak tampak, dan hanya berupa rewel serta kelihatannya tidak sehat.Ubun-ubun (bagian lembut bagian atas kepala bayi) dapat menonjol oleh bayi berusia hingga 6 bulan. Ciri lain yang bisa membedakan adanya penyakit meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin, dan warna kulit abnormal.

Kaku kuduk bisa terjadi 70% pasien meningitis bakteri oleh orang dewasa. Tanda lain dari meningismus yaitu"Kernig's sign" ataupun "BrudziƄski sign" yang positif. Untuk pemeriksaan "Kernig's sign" pasien dibaringkan telentang, dengan panggul serta lutut difleksikan kearah sudut 90 derajat. Pasien dengan "Kernig’s sign” yang positif, rasa nyeri bisa membatasi ekstensi lutut secara pasif. Tanda "Brudzinski" positif apabila fleksi pada leher dapat menyebabkan fleksi oleh lutut serta panggul secara involunter. Meskipun "Kernig's sign" dan "Brudzinski’s sign" sering dipakai untuk menegakkan diagnosis meningitis, sensitivitas kedua pemeriksaan ini juga sangat terbatas.Dengan demikian , kedua pemeriksaan ini mempunyai spesifisitas baik untuk meningitis,  tanda ini jarang ditemui dengan penyakit lain. Pemeriksaan lainnya biasa dikenal dengan sebagai "jolt accentuation maneuver" membantu menentukan apakah meningitis oleh  pasien yang mengeluh demam serta sakit kepala. Orang tersebut juga  diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cepat jikaterjadi gejala sakit kepala tidak bertambah buruk, artinya bukan meningitis.

Penyebab Meningitis seringkali disebabkan pada  infeksi oleh mikroorganisme. Sebagian besar infeksi disebabkan pada virus,bakteri, fungi, dan protozoa sebagai penyebab paling sering .Penyakit ini juga disebabkan pada berbagai non-infeksi Istilahnya meningitis aseptik merujuk pada kasus meningitis yang tidak bisa dibuktikan dengan adanya keterlibatan infeksi bakteri. 

Meningitis disebabkan pada bakteri Neisseria meningitidis (dikenal sebagai "meningitis meningokokus") bisa dibedakan melalui jenis meningitis lain bila ruam ruam petechial menyebar dengan cepat, yang bisa  timbul sebelum timbul gejala lain.Ruam ini seperti bintik kecil serta banyak, tidak beraturan berwarna merah atau ungu ("petechiae") di badan , anggota badan bagian bawah, membran mukosa, konjungtiva, dan (kadang-kadang) telapak tangan serta telapak kaki. Ruam biasanya tidak memucat,  warna merahnya tidak memudar saat ditekan melalui jari ataupun batang gelas.Meskipun  ruam tidak selalu timbul dengan meningitis meningokokus, ruam ini cukup spesifik untuk meningitis meningokokus; namun ruam kadang-kadang juga bisa timbul pada meningitis yang disebabkan pada bakteri lain.Ciri lainnya  yang bisa membantu menentukan penyebab meningitis yaitu tanda pada kulit yang menyebabkan pada  penyakit tangan, kaki serta mulut dan herpes genitalis, yang keduanya berhubungan dengan beberapa bentuk meningitis virus.

Komplikasi dini
Charlotte Cleverley-Bisman menderita penyakit meningitis meningokokus yang parah ketika ia masih balita, kasusnya, ruam petechial memburuk adanya gangren sehingga semua anggota badannya harus diamputasi. Dia berhasil sembuh serta gambarnya dipasang pada kampanye vaksinasi meningitis di Selandia Baru.
Masalah lain juga bisa muncul di tahap awal adanya penyakit. Penyakit tersebut juga memerlukan tata laksana khusus, dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang berat ataupun prognosis yang lebih jelek. Infeksi juga bisa memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik dimana terjadinya turunnya tekanan darah, denyut jantung cepat, suhu tubuh abnormal yang tinggi ataupun rendah,serta peningkatan laju napas. Tekanan darah yang sangat rendahbisa memuncukanl pada tahap awal, khususnya tidak eksklusif pada meningitis meningokokus,  yang berakibatkan kurangnya suplai darah bagi organ lain.Koagulasi intravaskular diseminata, yang merupakan aktivasi berlebihan dari pembekuan darah, bisa mengobstruksi aliran darah ke organ dan secara paradoks bisa meningkatkan risiko pendarahan. Gangren anggota badan terjadi oleh pasien penyakit meningokokus.Infeksi meningokokus serta pneumokokus yang menyebabkan perdarahan kelenjar adrenal, sehingga bisa menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali terjadi dan mematikan.

Jaringan otak membengkak, tekanan di dalam tengkorak bisa meningkat dan otak yang membengkak bisa mengalami herniasi melalui dasar tengkorak.  Terlihat dari menurunnya kesadaran, hilangnya refleks pupil oleh cahaya,serta postur tubuh abnormal.Terjadinya pada jaringan otak yang bisa menyumbat aliran normal LCS di otak (hidrosefalus).Kejang bisa terjadi karena adanya berbagai penyebab oleh anak, kejang biasanya terjadi di tahap awal meningitis (30% kasus) dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit yang mendasari.Kejang disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang di otak.Kejang parsial (kejang melibatkan salah satu anggota badan ataupun sebagian tubuh), kejang terus menerus, kejang pada orang dewasa dan yang sulit terkontrol dengan diberinya obat menunjukkan luaran jangka panjang yang lebih buruk.

Radang meningen bisa juga disebabkan abnormallitas oleh saraf kranial, kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang mensuplai kepala serta leher dan mengontrol, dari berbagai fungsi diantaranya, gerakan mata, otot wajah, dan fungsi pendengaran. Gangguan penglihatan dan tuli bisa menetap setelah episode meningitis. Radang pada otak (ensefalitis) ataupun  pembuluh darahnya (vaskulitis serebral), dan juga pembentukan bekuan darah oleh  vena (penyumbatan vena serebral),bisa menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi, ataupun  gerakan serta fungsi berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang disuplai oleh bagian otak yang terkena penyakit tersebut.





Jenis meningitis ini biasanya disebabkan pada virus, tapi keadaan ini bisa juga terjadi kalau infeksi bakteri sudah terobati secara parsial sebelumnya, ketika bakteri lenyap dari meninges, ataupun patogen menginfeksi daerah yang dekat pada meningen (seperti sinusitis). Endokarditis (infeksi katup jantung menyebarkan gugus-gugus kecil bakteri melalui aliran darah) bisa menimbulkan meningitis aseptik. Meningitis aseptik juga dapat disebabkan dari infeksi spirochete, jenis bakteri yang diantaranya Treponema pallidum (penyebab sifilis) serta Borrelia burgdorferi (biasa dikenal sebagai penyebab penyakit Lyme). Meningitis bisa kita dijumpai pada malaria serebral (malaria yang menginfeksi otak) ataupun meningitis amubik, meningitis yang disebabkan padainfeksi 


Pencegahan
Untuk beberapa kasus meningitis, perlindungan jangka panjang dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi, atau jangka pendek dengan penggunaan antibiotik. Beberapa perubahan perilaku dapat juga efektif. umroh ramadhan 2017




Info lainnya KLIK di sini
mengapa suntik vaksin penting bagi calon jamaah
efek samping suntik vaksin meningitis
syarat suntik vaksin dan cara daftar online