Laman

Rabu, 23 Agustus 2017

Pentingnya Mengetahui Ragam Penyebab Meningitis

Ragam penyebab Meningitis, Sekarang kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Meningitis. Karena setiap calon jemaah haji atau umrah yang akan berangkat ke tanah suci wajib melakukan suntik meningitis. karena meningitis merupakan penyakit yang cukup berbahaya, meningitis adalah radang pada selaput otak (membran) yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan itu disebut meningen. Jadi, segala pengetahuan yang mengenai dengan penyakit meningitis ini juga sangat dibutuhkan, untuk dapat mencegahnya datang ke tubuh. Salah satunya dengan menggali lebih dalam lagi hal yang mengenai meningitis. Terutama diawali dengan mengetahui penyebab datangnya meningitis.

Pentingnya Mengetahui Ragam Penyebab Meningitis

1. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri
Meningitis karena bakteri ini, dapat masuk dengan melalui bakteri yang bercampur dengan darah, yang kemudian bakteri tersebut pindah ke otak. Selain itu, bakteri menyerang pada bagian tulang belakang. Pada jenis bakteri ini yang masuk ke dalam tubuh manusia hingga dapat menyebabkan meningitis, juga dapat dipicu oleh infeksi pada telinga, sinusitis atau patahnya tulang tengkorak. Sehingga, dalam kebersihan lingkungan dan kesehatan tubuh, ialah hal yang bisa menjadi langkah dalam melakukan pencegahan untuk menjauhkan kita dari penyakit yang terbilang mematikan itu. Itulah salah satu ragam penyebab meningitis.

2. Meningitis yang disebabkan oleh virus
Adapun ragam penyebab meningitis lainnya yang disebabkan oleh virus. Berbeda dengan penyebab yang sebelumnya, meningitis yang disebabkan oleh virus ini pada umumnya lebih mudah ditangani dan dapat disembuhkan. Karena, gejala yang ditimbulkan dari virus yang berujung meningitis ini adalah diare, demam, sakit kepala, nyeri otot dan persendian. Namun sayang sekali, gejala inilah yang seringkali disepelehkan oleh banyak orang, sehingga membuat dalam penanganan meningitis  yang disebabkan virus cenderung lama dan lambat.

3. Meningitis kronis
Dalam hal meningitis kronis ini, yang juga merupakan ragam penyebab meningitis, dapat terjadi karena pada salah satu organisme asing yang terdapat pada tubuh, yang menyerang membrane dan cairan yang ada di sekitar otak. Hal tersebut kemudian akan memunculkan kecenderungan penderita untuk mengalami demam dan muntah-muntah. Namun gejala yang ditimbulkan tersebut terbilang sangat jarang terjadi.

4. Meningitis Toksoplasmosis HIV
Yang dimaksud dengan Toksoplasmosis adalah penyebab utama dari focus sistem saraf pusat (SSP) penyakit AIDS. Terjadinya infeksi pada selaput otak dan sistem saraf pusat toksoplasmosis pada penderita yang terkena infeksi HIV biasanya merupakan komplikasi dari fase akhir penyakit. Kondisi yang seperti ini yang sangat sulit untuk disembuhkan, karena pada sistem pertahanan tubuh pasien yang sudah terserang oleh virus HIV.

Selasa, 22 Agustus 2017

Memahami Penyakit Meningitis Lebih Jauh Lagi

Memahami penyakit meningitis, Banyak sederet masyarakat yang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit meningitis. Membuat hal itu menjadi sebuah pelajaran bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Meskipun terdengar menyeramkan hingga menakutkan, pada hakikatnya meningitis juga dapat disembuhkan apabila mendapatkan penanganan yang tepat. Meningitis merupakan peradangan pada bagian selaput otak (meningen).

Memahami Penyakit Meningitis Lebih Jauh Lagi

Menurut dari Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) yakni, bernama Mursyid Bustami, kita wajib untuk memahami penyakit meningitis lebih jauh lagi. Ada sebanyak tiga macam peradangan yang dapat terjadi pada bagian otak. Untuk yang pertama, meningitis atau radang yang hanya terjadi pada selaput otak (meningen).

Pada umumnya hingga terjadinya peradangan tersebut juga dapat menjalar tidak hanya ke selaput saja, tetapi juga dapat menjalar ke otak, baik pada bagian fokal maupun keseluruhannya. Kondisi kedua ini disebut dengan encephalitis. Kondisi yang ketiga, jika peradangan terjadi pada keduannya, baik selaput Baik pada selaput maupun otak, maka kondisi yang seperti itu dapat disebut dengan meningo-encephalitis. Memahami penyakit meningitis lebih jauh lagi itu sangat penting sekali.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPON ini memaparkan gejala radang pada otak itu bermacam-macam, seperti pernapasan cepat, bingung, mengantuk, pobia (takut) cahaya, leher kaku, ruam merah, kejang dan mual atau muntah. Namun, gejala yang paling jelas yakni sakit kepala. Namun, ada beragam gejala lainnya dari meningitis.

Sakit kepala yang parah. Bisa juga demam karena radang. Kalau radang mengenai otak, pada fungsi otaknya dapat terganggu, bahkan bisa jadi pasien tidak sadarkan diri, gangguan dalam berbicara, orientasi. Kelemahan yang mirip sekali dengan stroke juga bisa terjadi hingga mengenai pada bagian yang mengurusi gerak tubuh,” terangnya.

Terjadinya peradangan tersebut juga biasanya terjadi ketika daya tahan tahun seseorang sedang menurun. Penyebabnya dapat beraneka ragam. Antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit. Bahkan, dapat pula merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti tuberkolosis (TBC). Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber utama infeksi.

Meningitis dapat dikategorikan kedalam dua macam, yakni akut dan kronis. Pengkategorian ini telah ditentukan berdasarkan penyebabnya. Meningitis akut dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sementara itu, penyakit meningitis kronis itu terjadi diakibatkan karena komplikasi penyakit lainnya, seperti TBC, parasit seperti toksoplasma dan jamur. Sedangkan untuk memperoleh hasil diagnosa yang tepat. Pasien yang diduga menderita meningitis tersebut wajib menjalani proses uji laboratorium cairan otak.

Diman cairan otak ini diambil dengan melalui sumsum tulang belakang. Hanya dengan cara yang seperti itulah, dokter akan mampu melakukan diagnosa yang lebih akurat sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat.

Dalam penanganan pasien dapat disesuaikan dengan hasil diagnosa yang berdasarkan kategori dan gejala yang muncul. Biasanya akan memberikan obat antibiotik yang sesuai. Perbedaanya itu hanya saja, kalau pasien penyakit meningitis akut itu disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga harus segera mungkin untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hal itu yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang terus menjalar dengan cepat. Maksimal dalam waktu dua pekan.

Sedangkan, untuk pasien penderita meningitis kronis akan menjalani waktu pengobatan yang lebih lama. Dia mencontohkan pada salah satu pasien yang menderita meningitis akibat komplikasi TBC akan menjalani pengobatan selama 9 hingga 12 bulan.

Dia juga menambahkan bahwa, ada beberapa kondisi pasien meningitis yang memerlukan tindakan operasi. Sebagai contoh, jika penderita meningitis mengalami penyumbatan cairan pada otak, dokter akan segera melakukan operasi pengaliran cairan tersebut. Tindakan dalam operasi juga akan dilakukan dalam kondisi kuman penyebab penyakit tersebut telah membentuk kapsul di dalam otak.

Meningitis meruapakan penyakit yang cukup serius dan dapat menular ke siapa saja. Dalam proses penularan dapat terjadi melalui berbagai cara dan media seperti melalui darah, kontak langsung dengan si penderita infeksi, telinga, gigi, di sekitar wajah, tenggorokan maupun udara.

Meski hal demikian, tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan. Otak yang sebenarnya itu dilindungi oleh pertahanan yang cukup kuat sehingga peluang bagian otak yang terinfeksi tidak semudah pada bagian tubuh yang lainnya. “Kalau penanganannya dini dan pengobatannya juga tepat, meningitis dapat disembuhkan dan kondisi tubuh dapat kembali baik,” paparnya meyakinkan.

Senin, 21 Agustus 2017

Diagnosa Keperawatan untuk Meningitis

Keperawatan untuk meningitis, Siapapun bisa mengalami meningitis. Namun untuk lebih umumnya terjadi pada orang yang tubuhnya mengalami kesulitan dalam memerangi infeksi. Karena meningitis dapat berkembang dengan cepat jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Untuk mengawali dan menghadapi hal itu, Anda harus mencari perawatan medis dengan cepat jika Anda mengalami gejala demam mendadaksa seperti sakit kepala yang parah, muntah-muntah, kejang-kejang, pobia cahaya, leher kaku, kantuk, tidak nafsu makan dan minum.

Diagnosa Keperawatan untuk Meningitis

Meningitis merupakan sebuah kondisi yang cukup serius menyebabkan lapisan yang terdapat di sekitar otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan. Baik itu dialami oleh anak-anak, remaja, usia muda, orang dewasa maupun orangtua memilki resiko yang sangat besar dalam keperawatan untuk meningitis, terutama pada mereka yang hanya memilki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meningitis ini juga biasa dikenal dengan peradangan pada selaput otak.

Penyebab utama dari penyakit meningitis ini adalah infeksi, baik itu yang disebabkan oleh virus atau bakteri sekalipun. Diagnosa keperawatan untuk meningitis. Karena terjadinya peradangan ini disebabkan oleh virus dan bakteri, dalam keadaan kondisi yang sangat menular ini dan dapat berpindah dengan mudah melalui hubungan secara langsung, bersin dan batuk.

Meningitis yang disebabkan oleh virus merupakan jenis meningitis yang paling umum terjadi dan tidak begitu serius. Komplikasi yang tedapat pada meningitis seperti demam tinggi dan kejang-kejang hanya terjadi pada sebagian kecil kasus dan cukup jarang. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri itu sendiri, di sisi lain, lebih jarang terjadi namun lebi serius dibandingkan karena virus. Jika hal itu tidak ditangani dengan segera mungkin, radang jenis ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak bahkan hingga menyebabkan kematian.

Sedangkan diagnosa keperawatan untuk meningitis yakni nyeri akut yang masih berhubungan dengan peradangan, toksin dalam sirkulasi. Risiko Infeksi yang masih ada hubungannya dengan penyebaran hematogen dari patogen. Risiko tidak efektif Perfusi Jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral, hipovolemia, Risiko Cedera yang berhubungan dengan kejang, kelemahan umum, vertigo.

Mobilitas Fisik yang masih berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler, dimana terjadinya penurunan kekuatan. Kecemasan yang masih ada hubungannya dengan situasi krisis, ancaman kematian. Terganggunya Sensory Perception yang berhubungan dengan defisit neurologis.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

Wajib vaksin meningitis, Para jemaah calon haji sebelum berangkat ke tanah suci wajib melakukan vaksinasi meningitis guna mencegah terpaparnya virus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Namun, petugas kesehatan yang dari Bojonegoro luput untuk memvaksinasi sejumlah calon haji yang ada. Sehingga hal tersebut mengakibatkan penundaan keberangkatan sejumlah calon haji yang seharusnya masuk pada Kloter 15 di Embarkasi Sukolilo. Ada salah seorang jemaah calon haji yang bernama Chosia'ah yang merupakan jemaah asal Desa Jumput Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

"Setelah melakukan kroscek kesehatan di sini, ibu saya langsung dirujuk ke poliklinik embarkasi. Jelasnya, tidak munculnya data mengenai vaksinasi meningitis sejenisnya karena  calon haji wajib vaksin meningitis," kata Ahmad Saiful, yang merupakan putra Chosia'ah yang ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Saiful menyebut bahwa ibunya baru bisa berangkat ke Tanah Suci karena wajib vaksin meningitis pada dua pekan lagi. Hal itu justru menimbulkan persoalan baru. "Saya sudah datang jauh-jauh dari Jawa Tengah, terus dengan kejadian seperti ini siapa yang akan bertanggung jawab?" tuturnya.

Sedangkan sementara itu, Dari Wakil Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya yakni Zainul Mukorobin yang ditemui pada saat berada di Klinik Asrama Haji Surabaya menegaskan bahwa vaksin meningitis wajib bagi seluruh calon haji yang akan ke tanah suci. Selain untuk mencegah jemaah akan tertular penyakit yang berbahaya, vaksin juga dapat mencegah jemaah membawa pulang penyakit menular.

"Di negara yang terkenal dengan padang pasirnya itu pernah menjadi Negara yang terserang wabah meningitis pada tahun 1987 dan 2000. Oleh sebab itu, untuk dapat mencegahnya dari penyakit tersebut, negara bagian manapun yang akan mengirimkan warga negaranya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu agar terlebih dulu melakukan vaksinasi, yang paling utama meningitis," jelas Zainul.

Jadi, bagi calon haji sebelum berangkat ke tanah suci dan terdeteksi belum melakukan vaksin meningitis, dari pihaknya akan mengeluarkan surat tidak layak untuk terbang. Sudah tercatat lima calon haji yang hendak berangkat ternyata belum melakukan vaksinasi. Untuk itu, keberangkatan mereka akan ditunda hingga dua pekan ke depan.

"Dipastikan bagi calon haji agar segera untuk langsung dirujuk ke RSU Haji untuk melakukan vaksinasi dan harus menunggu selama 14 hari hingga sistem antibodi kebal. Setelah itu, kami berikan surat keterangan layak terbang," tutup Zainul.

Jumat, 18 Agustus 2017

Inilah Jenis Kanker yang Paling Nyeri Termasuk Meningitis

Jenis kanker, Rasa nyeri seringkali menyerang pada seseorang. Itu merupakan salah satu keluhan utama yang dirasakan oleh pasien kanker. Rasa nyeri yang ditimbulkan itu dapat berasal dari kankernya itu sendiri karena sel-sel abnormal ini terus tumbuh dan merusak beberapa jaringan di sekitarnya bahkan seluruhnya. Tumor yang terus tumbuh membesar juga akan menyebabkan tekanan pada saraf, tulang, atau organ lainnya, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit. Rasa nyeri juga dapat berasal dari zat-zat kimia yang dilepaskan oleh sel kanker ke bagian tumor.

Inilah Jenis Kanker yang Paling Nyeri Termasuk Meningitis

Dengan demikian, rasa nyeri yang dirasakan oleh penderita kanker itu berbeda-beda tergantung pada jenis kanker dan berbagai faktor yang ada seperti lokasi kanker dan penyebab kankernya, termasuk dari efek samping pengobatan.

Berikut dibawah ini adalah beberapa jenis kanker yang paling bikin nyeri penderita:

1.Kanker perut

Pada saat ini penyakit kanker perut atau kanker lambung merupakan jenis kanker yang paling sering dideteksi di dunia. Kebanyakan dari para pasien baru menyadari bahwa adanya kanker didalam tubuhnya setelah sel-sel kankernya menyebar ke seluruh jaringan organ tubuh.

Gejala awal pada kanker ini yaitu nyeri pada bagian perut, berat badan yang menurun dan sensasi panas di dada. Dengan begitu penyakit kanker di stadium lanjut akan menimbulkan rasa nyeri yang lebih berat, tergantung pada penyebarannya. Seringkali kanker lambung menyebar ke bagian usus sehingga membutuhkan tindakan operasi segera.

2.Kanker pankreas

Kanker Pankreas Ini adalah tipe kanker yang juga jarang sekali menimbulkan gejala yang dirasakan padahal sudah menyebar ke organ lain. Kanker ini juga baru bisa ditemukan di stadium lanjut.

Meski dapat menyebar ke bagian tubuh mana saja, tapi biasanya penyakit kanker pankreas ini menyebar ke tulang dan kelenjar limpa. Lalu, sumber utama nyeri yang dikeluhkan oleh pasien biasanya adalah dari tulang yang jaraknya itu dekat dengan prostat, seperti pinggul, punggung bawah dan paha. Rasa nyeri yang ditimbulkannya itu bisa berupa sakit yang menusuk-nusuk sehingga pasien mengalami kesulitan dalam berjalan.

Kanker prostat juga sering menyebabkan kondisi metastasis kompresi pada sumsum tulang belakang. Pada kasus yang terjadi seperti ini, tumor akan menyebabkan tekanan intens pada tulang belakang si pasien. Selain itu, pasien juga akan mengalami rasa nyeri di bagian punggung bawahnya dan sensasi kesemutan di seluruh tubuh.

3.Kanker payudara

Meski secara umum dari kanker payudara tidak menimbulkan nyeri yang hebat, namun kanker payudara pada stadium lanjut sel-sel kanker akan menyebar ke sistem saraf. Setelah itu, hasil yang ditimbulkan ialah rasa nyeri intens akibat kerusakan saraf. Terapi kanker payudara yang dilakukan seperti kemoterapi juga dapat memperburuk rasa nyerinya.

4.Kanker otak

Tumor yang terdapat pada bagian otak sebenarnya tidak menyebabkan nyeri karena otak sendiri tidak memiliki reseptor nyeri. Melainkan, jika terjadi tekanan pada pembuluh darah atau saraf di sekitar otak dapat menyebabkan rasa sakit. Bagi pasien kanker otak biasanya akan merasakan nyeri yang menetap dan sakit kepala yang sangat berat. Terkadang mengkonsumsi obat pereda nyeri tidak efektif untuk dapat mengurangi rasa sakitnya.

Tumor otak yang dirasakan, bahkan yang jinak, juga dapat memicu terkenanya meningitis atau radang pada selaput otak dan nyeri neuropati akibat tekanan di dekat tulang belakang. Meningitis juga dapat mematikan jika tidak dalam penanganan yang tepat.

Meski demikian, hampir 90 persen rasa nyeri yang dirasakan akibat dari kanker dapat diatasi dengan obat-obatan, seperti morfin dan obat-obatan lainnya.

Rabu, 16 Agustus 2017

Risiko Kematian Pasien Meningitis TB Stadium 3

Pasien Meningitis, Meningitis adalah infeksi yang terjadi pada selaput otak yang disertai dengan radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan meningen. Ketika telah terjadi peradangan, meningen akan membengkak karena infeksi yang telah terjadi. Nah, jika meningitis sudah masuk stadium terminal dan tidak ditangani, maka risiko kematian pastinya akan mengintai dalam kurun 3 pekan. Sehingga kita harus selalu mewaspadai karena penyakit ini tergolong sangat berbahaya dan tidak boleh dianggap ringan.

Risiko Kematian Pasien Meningitis TB Stadium 3

Meningitis itu sendiri memiliki dua golongan. Dimana golongan tersebut berdasarkan dari perubahan yang terjadi pada cairan otak di kepalan pasien meningitis yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. Meningitis serosa adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai dengan cairan otak yang jernih. Penyebab yang sangat sering dijumpai itu adalah kuman Tuberculosis dan virus. Meningitis purulenta adalah radang pada selaput otak yang di alami penderita bersifat akut dan dapat menimbulkan eksudasi berupa pus, yang disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus.

"Penularan kuman dapat terjadi dimana dan kapan saja, baik secara kontak langsung dengan pasien meningitis dan droplet infection yaitu disebabkan karena terkena percikan air liur, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorok si penderita. Saluran pernapasan yang merupakan port d'entree utama pada penularan penyakit meningitis ini," terang Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen PP-PL) Kemenkes.

Banyaknya jumlah bakteri tersebut disebarkan pada orang lain dengan melalui pertukaran udara dari pernafasan dan sekresi-sekresi tenggorokan. yang masuk dari aliran darah ke dalam cairan serebrospinal. Lalu bakteri yang tersebar tersebut kemudian memperbanyak diri didalamnya, sehingga dapat juga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak

Meningitis Tuberkulosa yang terdiri dari tiga stadium, yakni stadium I atau stadium prodormal yang waktunya itu selama 2-3 minggu dengan gejala yang ditimbulkan cukup ringan dan tampak seperti gejala infeksi biasa. Pada anak-anak, gejala yang ditimbulkan untuk permulaan penyakit lebih bersifat subakut, sering tanpa demam, muntah-muntah, nafsu makan berkurang, murung, berat badan menurun, mudah tersinggung/sensitif, cengeng, rewel, opstipasi, pola tidur terganggu dan gangguan kesadaran berupa apatis. Sedangkan pada orang dewasa terdapat panasdengan suhu yang naik turun, sakit kepala, konstipasi, kurang nafsu makan, fotofobia, nyeri punggung, halusinasi, dan gelisah.

Pada stadium 2 merupakan stadium transisi yang waktunya itu akan berlangsung selama 1-3 minggu dengan gejala penyakit akan lebih berat lagi di mana pasien akan mengalami nyeri kepala yang hebat dan kadang disertai dengan kejang terutama pada bayi dan anak-anak. Tanda-tanda rangsangan meninggal mulai nyata, seluruh tubuh akan terasa kaku, terdapat  beberapa tanda peningkatan intrakranial, ubun-ubun menonjol dan muntah lebih hebat. lagi 

"Sedangkan untuk stadium 3 atau stadium terminal ditandai dengan kelumpuhan dan gangguan kesadaran hingga koma. Penderita meningitis yang masuk pada stadium  ini penderita kemungkinan besar  akan kehilangan nyawanya dalam waktu tiga minggu bila tidak mendapat pengobatan sebagaimana mestinya," terang Prof Tjandra.

Selasa, 15 Agustus 2017

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Bahaya cabuti bulu hidung, Bulu hidung yang terkadang memanjang atau bahkan sampai keluar dari lubang hidung memang sering kali membuat risih siapa saja yang mengalami hal itu. Terlebih lagi jika dialami oleh perempuan, punya bulu hidung yang panjang hingga keluar melewati lubang hidung jika dibiarkan begitu saja tentunya akan mengganggu dan merusak penampilan.

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Nah, dengan kondisi yang seperti itu tidak jarang banyak orang yang justru dengan sengaja mencabut bulu hidungnya agar tidak merasa terganggu lagi. Padahal, melakukan hal tersebut akan nada efek yang diterima, tahukah Anda jika ada bahaya cabuti bulu hidung? Lantas, apa sebenarnya fungsi dari bulu hidung bagi tubuh. Simak ulasan yang yang ada dibawah ini.

  • Fungsi bulu hidung bagi tubuh


Setiap anggota tubuh pasti masing-masing memiliki fungsi yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, salah satunya termasuk bulu hidung. Sebelum kita mengetahui bahaya cabuti bulu hidung, terlebih dahulu ada baiknya kita mengenal apa fungsi dari bulu hidung bagi tubuh.

Silia atau biasa dikenal dengan sebutan bulu hidung merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk memberikan perlindungan ke paru-paru Anda. Saat Anda bernapas sepanjang hidup Anda, bulu hidung/silia mempunyai fungsi sebagai tempat untuk penyaringan partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam lubang hidung.

Partikel-partikel tersebut dapat berupa bakteri, jamur, debu atau hal lainnya yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Selain itu juga, bulu hidung juga yang prosesnya dibantu oleh lendir untuk memerangkap partikel jahat dan kuman tersebut.

Bila partikel jahat tersebut berhasil masuk ke dalam saluran pernapasan, Pastinya, anda akan bersin untuk mengeluarkan mereka. Jadi, bisa dibayangkan sendiri kalau seandainya Anda tidak memiliki bulu hidung? Selain akan lebih rentan mengalami infeksi yang terkait saluran pernapasan, pada sistem kekebalan tubuh Anda pun nantinya akan terganggu. Sehingga membuat Anda jadi lebih gampang sakit.

  • Bahaya mencabut bulu hidung


Sangat beresiko tinggi dan mendatangkan bahaya jika mencabut bulu hidung. Bulu hidung Terdiri dari vibrissae dan mikroskopik silia yang memiliki fungsi sendiri, yaitu untuk menyaring lendir yang masuk, serta berbagai kotoran yang bahaya agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan yang dapat menagakibatkan infeksi paru-paru. Menurut penelitian yang telah dilakukan, ukuran bulu hidung yang tebal kurang berhubungan dengan adanya peningkatan kejadian asma pada penderita rhinitis musiman.

Perlu kita ketahui bahwa area sekitar hidung dan mulut termasuk dalam kelompok area rawan atau disebut dengan “danger triangle”. Sebab area tersebut berhubungan langsung dengan otak. 

Di dalam area yang rawan tersebut, pembuluh darah balik atau vena akan bercampur dengan darah dari hidung serta darah yang berasal dari otak. Hingga pada akhirnya bakteri dapat masuk  dengan mudah menuju otak dengan melalui pembuluh darah balik. Jadi, bagi siapa saja yang memiliki kebiasaan mencabut bulu hidung, maka dapat meningkatkan risiko terbesar yakni masuknya bakteri ke dalam otak yang dapat menyebabkan infeksi yang dapat mematikan seperti meningitis dan abses otak atau penyakit lain yang berhubungan dengan otak. Meskipun infeksi yang akan terjadi kapan saja sehingga berakibatkan masuk ke dalam otak jarang sekali terjadi, namun hal itu akan lebih mungkin terjadi terutama bagi orang yang sudah memiliki sistem imun yang rendah.

Selain itu tidak hanya dapat menyebabkan infeksi pada otak, mencabut bulu hidung juga akan membuat Anda rentan mengalami mimisan karena pada saat Anda mencabut bulu hidung dengan cara paksa akan memicu perdarahan di dalam hidung.

Tips menghilangkan bulu hidung dengan cara aman
Apabila Anda ingin menghilangkan bulu hidung yang sudah panjang, Anda dapat lakukan ada dua cara yang dianggap paling aman, yaitu:

1. Trimming

Trimming merupakan salah satu teknik dalam mencukur bulu hidung dengan menggunakan alat khusus. Dengan mengikuti cara ini dapat menghilangkan bulu hidung yang memanjang beberapa senti sehingga tak tampak keluar. Jadi dapat dipastikan bahwa saat ini Anda sudah menggunakan alat cukur yang aman dan bersih dari kuman sebelum digunakan. Cara trimming ini termasuk cara yang paling cepat dan efektif mengatasi masalah bulu hidung yang sudah terlalu panjang.

2.Gunting cukur

Dengan menggunakan cara yang satu ini mungkin sudah tidak  lagi. Dengan cara menggunting sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai bulu yang tumbuh di badan. Hingga saat ini gunting menjadi cara yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan bulu hidung. Adapun alasan mengapa gunakan gunting cukur ini sebab alatnya yang mudah, murah, simple dan cenderung praktis. Disarankan bagi Anda yang ingin menggunting bulu hidung agar dengan menggunakan gunting yang ujungnya tumpul agar tidak dapat melukai permukaan bagian dalam hidung.

Senin, 14 Agustus 2017

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Vaksin meningitis halal, Calon Haji (Calhaj) diimbau tidak perlu lagi merasa khawatir untuk ikut serta dalam melakukan vaksin meningitis. Pasalnya, saat ini vaksin yang telah tersedia sudah halal dan tidak lagi mengandung enzim babi. Hal itu sudah ditegaskan oleh Anggota Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yakni, Aminuddin Yakub.

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Karena pada sebelumnya dia pernah menjelaskan dalam fatwa MUI yang lama memang pernah menyebutkan agar calhaj disarankan untuk mencari obat atau vaksin yang lebih baik dan yang disyariatkan oleh agama Islam, karena vaksin yang lalu mengandung enzim babi.jadi, sekarang vaksin meningitis halal.

“Pada saat inni fatwa MUI yang baru, telah tersedia obat (vaksin) yang terbarukan. Dimana vaksin tersebut sudah terbebaskan dari enzim babi, jadi vaksin meningitis halal. Dulu, memang benar bahwa telah ditemukan dalam proses produksinya itu mengandung enzim babi. Kita pada saat itu anggap tidak mungkin untuk melakukan penundaan keberangkatan (haji), disebabkan vaksin. Karena Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik penyebaran virus meningitis,” paparnya.

Setelah hal itu, lanjut Aminuddin yang pada akhirnya pihaknya telah menemukan obat di Italia yang dalam proses pembuatannya tidak lagi mengandung enzim babi.

“Mereka para produsen vaksin dengan menggunakan bulu angsa, tidak lagi dari enzim babi. Jadi saat ini vaksin sudah benar-benar halal,” tegasnya kembali.

Sementara itu, dari Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Medan yakni dr Jefry Hasurungan Sitorus juga turut menambahkan, bahwa vaksin yang sekarang memang sudah mendapatkan ijin dari MUI. Oleh sebab itu, kepada calhaj tidak perlu risau lagi.

“Melakukan Vaksin meningitis ini wajib. Karena Arab Saudi merupakan tempat yang endemis meningitis. Sementara itu, kalau untuk vaksin influenza tidak wajib, itu tergantung daya tahan.

Dia juga mengurai bahwa, calhaj harus selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Sebab, pada musim haji tahun ini disana suhu ekstrim, di siang hari bisa panas terik sekali, sementara ada malam hari bisa ekstrem dingin.

“Jadi usahakan kepada jamaah haji agar selalu banyak minum air putih selama di sana. Baiknya untuk setiap harinya minum sebanyak delapan gelas per hari, lebih dari yang dianjurkan itu lebih baik,” pendapatnya.

Kamis, 10 Agustus 2017

Akibat Virus Meningitis Bayi Baru 18 Hari Meninggal

Akibat virus meningitis, Didapati ada seorang bayi masih berusia 18 hari berasal dari Des Moines, Iowa, Amerika Serikat (AS), telah meninggal dunia setelah tertular virus saat bayi tersebut berusia satu minggu. Orang tua dari bayi yang diberi nama Mariana Reese Sifrit mengunggah berita ini di Facebook pada beberapa waktu lalu. Sang ibu menuliskan, "Putri kami bernama Mariana Reese Sifrit telah mendapatkan sayap-sayap bidadarinya pada pukul 08.41 pagi ini, dalam pelukan ayah dan ibunya tepat berada di sampingnya. Dia sudah tidak lagi merasakan sakit dan sudah bersama Tuhan.

Akibat Virus Meningitis Bayi Baru 18 Hari Meninggal

Mariana Reese Sifrit dilahirkan pada tanggal 1 Juli 2017. Seminggu kemudian orang tuanya mengadakan pesta pernikahan. Lalu, beberapa jam setelah itu, mereka menyadari bahwa Mariana tidak mau makan dan tidak bangun dari tidurnya. Nicole Sifrit mengatakan bahwa Mariana telah berhenti bernapas dan semua organ tubuhnya sudah mulai tidak berfungsi lagi. Akibat virus meningitis Mariana meninggal.

Pengantin baru itu langsung segera membawa bayinya tersebut ke Blank Children's Hospital di Des Moines, Iowa. Di sana mereka mengetahui bahwa Mariana telah terpapar virus HSV-1 yang menyebabkan penyakit herpes. Kemungkinan besar bahwa virus tersebut telah dibawa oleh seseorang yang sudah terkena virus herpes (cold sore), lalu berlanjut berkembang berubah menjadi meningitis, hal itu yang menyebabkan nyawa Mariana hilang akibat virus meningitis.

Nicole Sifrit tidak dapat memastikan dari mana Mariana mendapatkan virus tersebut. Akan tetapi, WQAD, stasiun televisi yang berafiliasi ke ABC News bahwa berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa seorang ibu dapat menularkan virus kepada bayi pada saat persalinan. Di mana 5 persen diperoleh sejak masih dalam kandungan, 85 persen ditularkan pada saat persalinan dan 10 persennya setelah kelahiran karena kontak dengan seseorang yang mengidap infeksi aktif. 

Namun, dengan hal tersebut dugaan tertular dari ibu, atau ayah tidak terbukti. Kedua orang tua dari Mariana telah melakukan serangkaian uji virus, dan hasilnya negatif. Maka dengan hasil yang seperti itu, dokter mengatakan bahwa kemungkinan besar penyebab kepergian Mariana yakni karena tertular virus dari orang lain.

"Orang lain telah menyentuh Mariana, selain itu dia juga menyentuh mulutnya dengan tangannya," papar Nicole Sifrit.

Si pembawa virus tersebut tetap dapat menularkan virus sekalipun dia tidak mengalami luka terbuka. "Virus ini sangat mudah sekali menular, tetapi juga sangat jarang berkembang menjadi meningitis," ungkap dokter Tanya Altmann, yang merupakan dokter anak dari Calabasas Paediatrics di California.

Altmann juga menambahkan, "Pada saat dua bulan pertama setelah bayi lahir merupakan saat yang sangat rawan, karena virus mudah sekali menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi yang baru lahir," katanya.

Menurut dari penjelasan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perlu diketahui gejala awal penyakit akibat virus ini di antaranya yaitu mengantuk, mual, tidak nafsu makan, demam dan sakit kepala. Sementara pada bayi bayi lainnya yang masih berusia di bawah usia satu bulan, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, pastinya lebih rentan terhadap penyakit ini.

Oleh sebab itu, CDC menekankan kepada para orang tua agar selalu berhati-hati pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Pasangan Sifrit mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang yang mengikuti perjuangan Mariana dan memberikan dukungan penuh. Selain itu juga, mereka memperingatkan kepada para orang tua agar berhati-hati akan siapa saja yang mereka izinkan berada di dekat bayi yang baru lahir, ketika sistem kekebalan bayi masih sangat rapuh sekali.

"Demi menjaga keselamatannya, biarkan bayi Anda tetap terisolasi," tegas Nicole Sifrit.

"Jangan Anda biarkan sembarang orang yang datang dan mendekati bayi Anda. Pastikan siapapun yang berkunjung harus selalu di awali dengan mencuci tangan, jangan biarkan mereka mencium bayi Anda. Dan pastikan mereka bertanya sebelum mengangkatnya. Jika situasi dan kondisi yang memungkinkan, tidak perlu membawa bayi keluar rumah karena itu sangat rentan."

Selasa, 08 Agustus 2017

Suntik Vaksin MR Penting, Jangan Sepelekan

Suntik vaksin MR penting, Pada awal Agustus hingga akhir September 2017 nanti, pemerintah daerah (pemda) di kawasan Malang Raya memberikan target untuk anak usia 9 bulan hingga menjelang 15 tahun mendapatkan suntikan vaksin Measles Rubella (MR). Ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat guna mencapai eliminasi dan pengendalian rubella pada 2020 mendatang.

Suntik Vaksin MR Penting, Jangan Sepelekan

Untuk dapat mewujudkan itu, pemerintah pusat baru saja meluncurkan program Pencanangan Kampanye dan Introduksi Nasional Measles Rubella. Suntik vaksin MR penting, yang akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama yang digelar pada bulan Agustus-September 2017 di seluruh Jawa dan fase kedua pada bulan Agustus- September 2018 di seluruh Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku.

Program ini diwajibkan oleh pemerintah, lantaran imunisasi campak secara rutin ternyata masih belum cukup juga untuk mencapai target eliminasi campak di Indonesia. Sementara, untuk akselerasi pengendalian rubella, perlu dilakukan adanya kampanye imunisasi tambahan, sebelum adanya introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Karena suntik vaksin penting, jangan sampai sepelekan hal itu.

Perlu diketahui bahwa sasaran vaksin MR adalah untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 bulan. Mereka diharapkan akan membentuk imunitas kelompok, sehingga dengan begitu dapat mengurangi transmisi virus saat menginjak usia yang lebih dewasa.

Lalu, apa bahaya yang ditimbulkan dari virus Measles dan Rubella, sehingga dampaknya itu harus dicegah sejak usia dini?

Measles atau biasa dikeal dengan Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan dengan melalui batuk dan bersin. Dimana penyakit ini ditandai dengan gejala demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan batuk, pilek maupun konjungtivitis. Penyakit tersebut menjadi sangat berbahaya saat disertai dengan komplikasi pneumonia (paru-paru basah), meningitis, diare, kerusakan pada otak, dan dapat menyebabkan kematian.

Rubella merupakan sebuah penyakit akut dan ringan yang kerap menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Selain itu, penyakit ini juga seringkali terjadi pada kaum wanita dan dapat menyebabkan ruam, demam ringan, serta radang pada persendian. Jika ada seorang wanita hamil terserang rubella, ia dapat mengalami keguguran, atau bayi lahir dengan kelainan sejak kandungan, dan dikenal dengan istilah medis Congenital Rubella Syndrome (CRS). Adapun beberapa bentuk kelainan pada CRS yakni kelainan jantung, kelainan pada mata, kelainan pada pendengaran,. kelainan pada sistem saraf pusat, dan lainnya.

Memutus rantai penularan campak dan rubella ini, WHO position paper on rubella vaccines tahun 2011 merekomendasikan, agar seluruh negara yang belum mengintroduksi vaksin rubella dan telah menggunakan 2 dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin, disarankan untuk memasukkan vaksin rubella dalam program imunisasi rutin. Sejalan dengan itu, pada tahun 2016 lalu, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) telah mengeluarkan rekomendasi untuk mengintegrasikan vaksin rubella ke dalam program imunisasi nasional. Tujuan yang dimaksud, untuk menurunkan angka kejadian rubella dan CRS di Indonesia.

Vaksin MR itu sendiri merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan dikemas dalam bentuk serbuk kering dengan pelarut. Dalam pemberian imunisasi MR ini, dapat melindungi anak dari kecacatan, dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, kebutaan, ketulian dan penyakit jantung bawaan.

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Vaksin meningitis, Gonore adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria Gonorrhoeae yang terjadi pada saluran kemih pria (uretra dan mulut Rahim pada wanita. Uretritis kerap disalahartikan sebagai sifilis, padahal dalam bahasa Indonesia penyakit ini disebut sebagai “raja singa” dengan gejala utama yang ditimbulkan adalah mengeluarkan nanah dari saluran aliran kencing (penis).

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Penyakit menular seksual ini semakin meningkat di masyarakat luas, termasuk gonore. Penularannya juga sangat mudah, paling sering dengan melalui hubungan seksual (baik itu oral, anal, atau vagina seks) dengan pasien Gonore. Selain itu juga dapat ditularkan dengan melalui kontak degan cairan tubuh pasien Gonore dan penularan dari ibu yang terinfeksi Gonore ke bayinya. Resiko ini meningkat pada seseorang yang sering berganting pasangan seksual dan memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya. Sebuah penemuan bahwa vaksin meningitis dapat cegah penyakit tersebut.

Pada sebelumnya, ada ketakutan bahwa penyakit tersebut tidak dapat diobati karena resisten sekali terhadap antibiotik. Tapi, sebuah vaksin telah ditemukan terbukti dapat melindungi tubuh dari infeksi gonore yakni vaksin meningitis.

Sejauh ini WHO melihat bahwa untuk dapat menghentikan penyebaran gonore secara luas diperlukan untuk pengembangan vaksin. Untuk setiap tahunnya, ada sebanyak 78 juta orang yang mengidap penyakit menular seksual dan dapat menyebabkan infertilitas.

Saat ini, sebuah studi baru dilakukan pada 15.000 anak muda yang diberikan vaksin. Kemungkinan mereka telah terkena infeksi penyakit menular seksual bisa diturunkan hingga sepertiganya.

Pada awalnya, vaksin tesebut dikembangkan hanya untuk dapat menghentikan wabah meningitis B dan diberikan kepada 1 juta remaja di Selandia Baru antara tahun 2004 sampai 2006 lalu. Adapun seorang peneliti di Auckland University menganalisis data kesehatan seksual dari klinik yang memberikan vaksin. Peneliti itu menemukan, mereka yang divaksinasi, tingkat kemungkinan terkena gonore sudah menurun hingga 31%.

Hal itu disebabkan bakteri yang menyebabkan meningitis, Neisseria meningitidis ternyata merupakan kerabat dekat dari bakteri yang menyebabkan gonore, Neisseria gonorrhoeae. Salah satu peneliti yakni Dr Helen Petousis-Harris mengungkapkan, “Ini merupakan vaksin pertama yang menunjukkan bahwa adanya perlindungan terhadap gonore. Saat ini, mekanisme di balik respon kekebalan belum diketahui jelas. Namun, temuan yang kami peroleh dapat menginformasikan pengembangan vaksin di masa depan".

Selain itu, salah seorang rekan peneliti, Prof Steven Black dari Cincinnati Children’s Hospital di Amerika juga menyatakan, “Kemampuan potensial vaksin meningitis kelompok B dapat memberikan perlindungan moderat terhadap gonore akan memberikan manfaat besar pada kesehatan masyarakat,” paparnya.

Perlindungan dari vaksin meningitis kelompok B itu sebenarnya dapat  berlangsung selama 2 tahun lamanya. Namun sayangnya, vaksin yang dikenal sebagai MeNZB itu sudah tidak ada lagi. Tetapi banyak komponen dalam vaksin itu terdapat di vaksin 4CMenB. Dimana Vaksin 4CMenB diberikan di Inggris sebagai imunisasi rutin yang diberikan untuk anak-anak.

Dengan ditemukannya hal seperti itu, WHO berharap untuk selanjutnya ada pengembangan vaksin baru. “Masih ada harapan tinggi bahwa tubuh bisa mendapatkan perlindungan silang dari vaksin. Walaupun mengembangkan vaksin untuk gonore tidak bisa secara langsung dilakukan, tapi sudah ada beberapa bukti yang muncul dari hasil penelitian dapat memungkinkan terjadinya pengembangan vaksin,” ungkap Dr Teodora Wi dari WHO.

Jumat, 28 Juli 2017

Pilek Pada Anak Dapat Berujung Fatal

Pilek Pada Anak, Pilek seringkali menyerang pada anak-anak hingga menimbulkan beberapa penyakit, salah satunya dapat menimbulkan meningitis. Karena sistem imunnya yang masih rendah sekali. Ada beberapa kasus yang terjadi bahkan dapat memicu infeksi pada tenggorokan yang berakibat fatal. Terjadinya infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA seringkali diderita oleh anak-anak. Penyakit tersebut sangat mudah sekali menyerang mereka, disebabkan oleh virus dan bakterinya mudah menyebar dengan melalui udara.

Pilek Pada Anak Dapat  Berujung Fatal

"ISPA dapat terjadi penularan dengan melalui udara yang sudah tercemar oleh virus atau bakteri, sehingga bibit penyakit pun masuk kedalam tubuh manusia melalui pernapasan, hal itu yang pada akhirnya pilek pada anak. oleh sebab itu maka penyakit ISPA ini termasuk dalam golongan Air Borne Disease," terang Spesialis Paru yakni dr. Ni Nyoman Priantini SpP.

Penyakit ISPA juga dapat ditularkan dengan melalui air ludah, bersin, darah, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang yang dalam keadaan sehat masuk ke saluran pernapasannya. Virus dan bakteri penyebar ISPA itu sendiri, sebenarnya mudah saja ditemui. Contonya pilek pada anak. Karena, beberapa penyakit yang ditimbulkan dapat memicu ISPA bila tidak ditangani dengan tepat.

"Misal Adenovirus salah satunya. Adenovirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pernapasan, pencernaan, mata dan lain sebagainya. Ada lebih dari 40 jenis adenovirus yang hingga saat ini diketahui dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan pada manusia, lebih umumnya berupa pilek. Virus ini dapat memicu gangguan pernapasan. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat berujung pada bronkitis, dan pneumonia," jelasnya.

Selain itu, ada jenis viru lainnya yakni Rhinovirus seringnya menyebabkan pilek. Tapi pada anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan yang masih lemah, pilek yang dianggap biasa-biasa saja dapat berubah menjadi ISPA pada tahap yang cukup serius. Hal ini yang seringkali dianggap sepele oleh para orangtua.

"Ada juga Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit meningitis. Bakteri ini juga dapat memicu gangguan pernapasan yang lainnya jika tidak ditangani cepat hingga dapat pengobatan yang tepat, seperti halnya pneumonia. Komplikasi ISPA yang tidak ditangani dengan tepat, pastinya dapat berakibat fatal pada fungsi pernapasan anak," lanjut Priantini.

Kamis, 20 Juli 2017

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Ketentuan Vaksinasi, Arab Saudi mengumumkan mengenai ketentuan vaksinasi yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah haji. Adanya peraturan ini sudah tertuang dalam persyaratan kesehatan ketika akan mengajukan visa haji ke Kedutaan Besar Saudi Arabia dari masing-masing negara yang akan berkunjung ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun ini.

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Hal tersebut dilakukan karena vaksinasi sangat penting hingga adanya ketentuan vaksinasi untuk jaaah haji guna menjaga kesehatan jamaah haji agar terhindar dari virus dan bakteri yang dapat membahayakan diri. seorang pejabat Kementerian Kesehatan Saudi menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi untuk tahun ini fokus pada sejumlah penyakit. Seperti Zika, demam berdarah (DBD), Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS), kolera, demam kuning, polio, influenza musiman dan yang terakhir meningitis.

Ketentuan Vaksinasi untuk jamaah haji dalam penerimaan Vaksin meningitis diwajibkan untuk seluruh jamaah baik local maupun asing. Sementara untuk vaksin flu tidak begitu diwajibkan meski tetap disarankan merujuk kondisi iklim yang extrem dan kesehatan jamaah.

Dari Pemerintah Saudi memberikan saran kepada jamaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi, seperti penderita diabetes, hipertensi, dan masalah kesehatan yang lainnya agar melakukan vaksinasi flu. Ini dilakukan akan lebih menenangkan dan menghindarkan dari masalah saat dalam menjalankan ibadah.

Selain itu juga, sudah sesuai dengan International Health Regulations sejak tahun 2005, para pelancong yang tiba dari berbagai negara dengan risiko penularan demam kuning harus menyertakan sertifikat vaksin penyakit ini. Sedagkan sertifikat demam kuning valid hanya untuk 10 hari sejak hari divaksin.

Kapal, pesawat, bus dan alat transportasi lainnya dari berbagai negara dengan risiko demam kuning juga harus menyertakan sertifikat keamanan kesehatan. Sertifikat tersebut memastikan kebersihan moda transportasi dari kemungkinan dapat sebagai pembawa wabah.

Kendaraan-kendaraan tersebut juga harus dibersihkan sesuai dengan metode dari World Health Organization (WHO). Untuk dapat melakukan vaksin polio, hanya diwajibkan beberapa negara saja. Termasuk Negara asal Afganistan, Pakistan, dan Nigeria.

Jamaah dari asal negara-negara tersebut harus menyertakan bukti telah divaksin polio dalam 12 bulan terakhir atau paling lambat empat pekan sebelum keberangkatan haji. Mereka wajib menyertakannya saat dalam mengajukan visa.

Selain itu, vaksin polio juga diwajibkan untuk jamaah dari negara yang sebenarnya tidak memiliki wabah namun tetap rawan tertular. Seperti pada negara Kamerun, Republika Afrika engah, Guinea, Chad, Laos, Mynmar, Madagaskar, Niger, Ukraina, Kongo, Ethiopia, Irak, Liberia, Kenya, Sierra Leone, Sudan Selatan, Somalia, Suriah juga Yaman.

Pada pekan lalu, seorang pakar kolera WHO, yang bernama Dominique Legros menambahkan perlunya dilakukan vaksin kolera bagi jamaah Yaman. Karena pada saat ini Negara itu sedang dilanda wabah kolera yang cukup mengkhawatirkan sekali. Tingkat kematian yang  sudah mencapai sembilan orang per hari.

Semua persyaratan vaksin ini telah diinformasikan pada berbagai negara penyelenggara haji seluruh dunia. Adanya ketentuan tersebut telah dibuat oleh Kementerian Kesehatan Saudi dan disebarkan oleh Kementerian Luar Negeri.