Laman

Senin, 23 Oktober 2017

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Meningitis dan flu burung, ternyata pasien dengan kasus meningitis dan flu burung yang pertama kalinya terjadi di Indonesia bahkan kasud kedua di dunia berada di Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 yakni dr Yudhi Prayudha menjelaskan, bahwa MK yang berusia 65 tahun, telah dinyatakan positif terjangkit virus H5N1. Karena diduga kuat bahwa Virus H5N1 ini menjadi penyebab penyakit radang selaput otak atau biasa dikenal dengan meningitis yang diderita MK.

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Menurutnya, kasus MK ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia, meningitis dan flu burung. Kasus yang serupa juga pernah terjadi sebelumnya di Thailand. Dapat dikatakan ini ialah kasus kedua yang ada di Asia atau bahkan di dunia,” imbuhnya. 

Namun, dr Yudhi belum memastikan secara uji klinis, apakah penyakit meningitis yang diderita oleh MK disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza/AI)atau bukan. Akan tetapi, diduga kuat mengarah ke sana juka dilihat dari kondisi MK yang tidak sadarkan diri sebab meningitis dan MK dinyatakan positif telah terjangkit H5N1. kemungkinan meningitis dan flu burung menyerangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) menghimbau kepada masyarakat agar jangan resah. “Kasus yang seperi ini sangat jarang terjadi. Oleh sebab itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang terpenting adalah masyarakat harus memperhatikan cara-cara menjaga kebersihan dan penanganan unggas dengan baik dan benar. Agat tidak terjadi kasus meningitis dan flu burung.

Pada saat itu di Jawa Barat telah tercatat 24 orang dan 19 orang diantaranya itu langsung meninggal dunia. dengan jumlah itu tersebar di 10 Kabupaten.Kota. sedangkan untuk di Kabupaten Bandung sendiri, MK merupakan kasus positif keempat.

Berdasarkan dari laporan “PR’ pada saat itu, kasus pasien positif yang terjangkit flu burung di Jawa Barat tersebut yaitu di Kabupaten Bekasi tiga orang dan ketigannya meninggal dunia. ada sebanyak lima orang di Kota Bekasi, empat diantaranya itu meninggal dunia. satu orang meninggal di Kabupaten Bogor. Dua pasien di Kota Depok Meninggal Dunia. tiga dari empat pasien yang terjangkit virus H5N1 di kota Bandung meninggal dunia. Di Kabupaten Sumedang satu pasien, di Kabupaten Indramayu dua dari tiga meninggal dunia. Di Kabupaten Garut dua dari tiga pasien meninggal dan di Kabupaten Tasikmalaya satu pasien meninggal dunia.

Faktor Kesamaan Penderita
Menurut dari Kadinkes terdapat tiga faktor kesamaan di antara penderita flu burung di Jawa Barat. Untuk yang pertama secara sosial ekonomi para penderita dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Sedangkan yang kedua, tidak terjadi di dekat peternakan ayam berskala besar dan yang ketiga, unggas yang positif selalu jenis ayam buka ras (buras).

Berbeda dengan pernyataan dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, hasil penelitian dari Dinas Peternakan terhadap unggas Kampung Babakan Cinta Pasirhalang, justru hasilnya negatif. Dalam pengambilan sampel telah dilakukan secara langsung dari lingkungan rumah tinggal MK.pemeriksaan tersebut dilakukan di Laboratorium, bukan berupa rapid test yang dilakukan di lapangan, sehingga hasilnya itu lebih akurat lagi.

Teratasi
Dalam melihat perkembangannya itu, pegamatan “PR” di beberapa media yang ada, bahwa virus V5N1 saat ini sudah teratasi. Meski sudah banyak memakan korban, namuan dari satuan penanggulangan flu burung akhirnya dapat mengatasi wabah virus ini.

Masyarakat diedukasi agar dapat melakukan berbagai pencegahan termasuk hidup sehat dan cara memasak unggas dengan benar dan lain sebagainya. Hingga kini virus masih dapat terkendalikan dan tidak luas peyebarannya.

Kamis, 19 Oktober 2017

Hubungan Antara Tipes dan Meningitis

Tipes dan Meningitis, Tipes dan meningitis adalah nama dua penyakit tapi memiliki kesamaan, sama-sama dapat menyerang otak. Salah satunya penyebabnya itu karena infeksi bakteri. Makanan yang terkonsumsi juga tidak luput dari bakteri. Dan bahkan, makanan juga dapat menjadi penyebab hingga timbulnya penyakit ini. banyak kasus yang terjadi pada anak-anak yang berusia lima tahun lebih banyak yang menderita penyakit tersebut.


Hubungan Antara Tipes dan Meningitis

Penyakit tipes ialah penyakit yang masih berhubungan dengan gejala demam dalam jangka panjang, bisa berkisar selama tujuh hari dan bahkan sampai satu bulan lebih. Sebenarnya penyakit ini timbul dikarenakan ada suatu bakteri yaitu Salmonella Typhi, dimana virus ini dapat masuk ke dalam tubuh dengan mudah melalui berbagai media seperti makanan, minuman, pakaian, udara, peralatan makan dan lain sebagainya. Sehingga adanya hubungan antara tipes dan meningitis.

Kemudian bakteri yang masuk tersebut dengan melalui makanan biasanya terjadi di tahap awal akan menyerang sistem pencernaan dan di tahap selanjutnya dapat beranjak pada organ ataupun pembuluh darah. Penyakit tipes yang seperti inilah yang dapat membahayakan. Membuat pederitanya sangat menderita karena gejala dan efek yang ditimbulkan sangat mengganggu. Gejala tipes seringkali mirip dengan penyakit lainnya, hubungan antara tipes dan meningitis yang gejalanya sama-sama mengalami flu/pilek.

Berikut dibawah ini adalah efek yang ditimbulkan dari penyakit tipes:

1.Mengarah pada meningitis
Tadi kita sudah sedikit membahas hubungan antara tipes dan meningitis. dimana penyakit tipes dapat mengganggu cairan dan selaput otak yang dapat menyerang susmsum tulang belakang sehingga sistem koordinasi syaraf pusat akan terganggu, oleh sebab itu si penderita penyakit tipes terkadang emosi dan pikirannya tidak stabil. Jika seperti itu terus lama kelamaan akan mengarah pada penyakit meningitis yaitu salah satu penyakit dengan permasalahan syaraf.

2.Menimbulkan Infeksi dan Peradangan
Dalam waktu jangka panjang jika tipes dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan infeksi serta peradangan pada otot-otot vital seperti jantung, otak dan bagian lainnya sehingga jika tidak ditangani dengan segera keadaan si penderita akan semakin memburuk.

3.Terjadi Anemia
Salah satu efek yang akan ditimbulkan dari penyakit tipes adalah terjadinya kurang darah, hal ini terjadi karena adanya pendarahan Gatrointestial dengan gejala mual, muntah-muntah, pusing dan sakit perut yang parah. Untuk gejala yang umumnya itu adalah menghitamnya kotoran (Tinja). Dengan kondisi yang terus menerus seperti itu akan membuat penderita mengalami kekurangan zat besi untuk pasokan sarah merah.

4.Rusaknya Usus
Efek yang berbahaya dari penyakit tipes ini adalah rusaknya usus yang ditandai dengan usus yang berlubang, gejalanya sering mual-mual, sakit perut yang berkepanjangan dan sering munta-muntah. Pada umumnya gejala akan muncul pada minggu ke-3 jika penyakit tidak juga diobati.

Rabu, 18 Oktober 2017

Pengaruh Radang Tenggorokan terhadap Meningitis

Pengaruh radang tenggorokan, Radang tenggorokan merupakan penyakit yang kedengarannya sangat sepele di telinga kita. Penyakit yang sering menyerang anak-anak maupun dewasa ini pada umumnya sering dianggap remeh. Dimana sebuah kondisi yang bisa saja menyebabkan penderitannya itu merasakan sakit terutama pada saat menelan dan menyebabkan rasa ketidaknyamanan. namun, bukan hanya saja rasa nyeri dan ketidaknyamanan saja yang dapat ditimbulkan akibat dari terkenanya radang tenggorokan. Perlu Anda ketahui, saat anda mengalami sakit saat menelan dan terkena radang tenggorokan maka akan mendapatkan risiko besar hingga mematikan yakni terkena meningitis.

Pengaruh Radang Tenggorokan terhadap Meningitis

Pengaruh radang tenggorokan adalah salah satu infeksi yag umum yang dapat diobati dengan menggunakan beberapa cara pengobatan rumah. Namun, jika hal tersebut tidak diperhatikan dengan baik, tenggorokan yang tidak diobati pastinya akan menyebabkan terjadiya risiko kesehatan lainnya. Radang tenggorokan disebabkan karena infeksi oleh bakteri yang disebut dengan streptokokus. Dari bakteri inilah yang menyebabkan infeksi faring dan amandel. 

Jika sakit radang tenggorokan tidak segera diobati untuk sementara waktu, maka akan banyak komplikasi kesehatan yang dapat terjadi. Seseorang mungkin akan menderita gejala yang lebih parah lagi jika radang tenggorokan tidak segera diobati, pengaruh radang tenggorokan akibat meningitis yang mematikan.

Meningitis ialah salah satu jenis penyakit yang tergolong membahyakan hingga dapat menyebabkan kematian. Dimana kondisi yang seperti ini terjadi akibat peradangan yang terjadi pada selaput saraf otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit meningitis dapat dikenali dengan melalui beberapa gejala umum seperti sakit kepala, pilek, demam, kaku leher, batuk, dan radang tenggorokan.

Menurut pendapat dari beberapa medis ternama dalam kurun waktu 24 jam, tingkat keparahan meningitis dapat langsung meningkat. Sehingga, banyak kasus yang ditemui mengalami kematian akibat dari penyakit meningitis yang tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Sehingga, jika mengalami radang tenggorokan, maka segeralah periksa ke dokter agar menadapatkan penanganan yang tepat.

Sebab, radang tenggorokan adalah salah satu gejala dan penyebab meningitis. Dimana, bakteri yang menginfeksi tenggorokan jika terus dibiarkan begitu saja maka akan terus menjalar ke organ tubu lainnya. Sehingga, bakteri ini bisa sampai ke selaput otak yang dapat menyebabkan meningitis yang sangat mematikan. Dan bahkan menurut data WHO kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini telah mencapai 80 persen.

Bagi Anda yang mungki ada yang sedang mengalami radang tenggorokan yang disertai dengan adanya gejala seperti sakit saat akan menelan sesuatu, demam, sakit kepala, suara serak dan batuk. Sebaiknya, harus segera lakukan pengobatan. Jangan sampai aggap remeh penyakit ringan itu, kerena jika tidak seperti itu justru akan meninbulkan ancaman kematian bagi Anda.

Tetapi tidak perlu merasa khawatir, karena saat ini Anda masih bisa sembuh dari radang tenggorokan secara tuntas tanpa terkena serangan penyakit meningitis. Yaitu dengan melakukan pengobatan kesehatan ke dokter, menjalani perawatan sesuai anjuran dokter, konsunsi makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak, olah raga istirahat yang cukup, minum obat sesuai dengan ajuran dokter dan masih banyak lainnya.

Selasa, 17 Oktober 2017

Kebiasaan Ngupil Bisa Akibatkan Meningitis

Ngupil Bisa meningitis, Pada tahun di 2016 lalu, pernah terjadi kasus Mahmudi usia 38 tahun yang berasal dari Kabupaten Pali, yang mengalami penyakit di bagian hidung dan mulutnya. Awalnya itu bermula dari kegiatan ngupil dan mencabut-cabut bulu hidung. Sehingga, awal mulanya dia mengalami pilek hebat, kemudian lama-kelamaan keluar darah dan nanah dari dalam lubang hidungnya itu. Seorang dokter kesehatan ahli THT yakni Dr Erich Voigt dari New York menjelaskan, bahwa menurut dari sisi kesehatan penyebabnya itu bemula dari keganasan bakteri yang bernama Staphylococcus Aureus. Dimana bakteri ini sebenarnya berada di luar hidung masih di sekitar hidung yang hidup seperti radikal bebas. Namun, tidak dapat masuk karena ketahanan daya tubuh kita dan bulu hidung yang memang berfungsi untuk menghambat masuknya bakteri.

Kebiasaan Ngupil Bisa Akibatkan Meningitis

Namun, saat seseorang sedang ngupil sekaligus mencabut bulu hidung, maka akan mudahnya terjadi abrasi di sekitar hidung, dan dari abrasi inilah yang sebenarnya disebabkan oleh Staphylococcus Aureus, yang masuk secara bersamaan kita ngupil. Jika saat itu tangan kita dalam keadaan kotor atau sedang tidak tidak berada di sekitar tempat yang kotor, maka bakteri yang lain pun akan mengikuti Staphylococcus aureus. Ngupil bisa meningitis dan lainnya, itulah akibatnya.

Dengan begitu, sama saja membuka peluang untuk penyakit lainnya seperti kulit yang menyebabkan nanah dan koreng di dalam lubang hidung. Perlu juga untuk diketahui bahwa luka yang diakibatkan bakteri tersebut sulit untuk disembuhkan karena pada areal hidung memang selalu lembab. Dikhawatirkan bakteri yang masuk karena ngupil bisa meningitis.

Hidung memiliki kepekaaan tersendiri terhadap rangsangan yang diperoleh dari luar, sehingga mudah teriritasi oleh bahan-bahan yang dapat memicu seperti bahan kimia, bau-bauan, polusi udara, atau zat uang dapat memicu alergi yang lainnya. Oleh sebab itu, jangan kebiasaan ngupil karena ngupil bisa meningitis, kanker pathogen dan akibat teringan sering ngupil adalah pilek biasa. saat hidung sudah teriritasi maka akan timbul rasa gatal, bersin-bersin dan bahkan mengarah kea rah gejala flu dan penyakit aneh seperti yang dialami oleh Mahmudi, yang sudah sampai terkena kanker.

Seperti yang telah diungkapkan oleh dr Zamir yang didampingi Hasbiallah Yusup dari Puskesmas Talang Ubi yang datang memeriksa kondisi Mahmudi pada saat itu menyebutkan, bahwa penyakit yang diderita Mahmudi diduga kuat akibat kanker.

Sementara itu, dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pali dr Eni Zatila MKM mengatakan bahwa pihaknya telah siap untuk memberikan fasilitas perobatan Mahmudi.

Ada bahaya ringan dan bahaya berat yang akan dialami oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan ngupil, adalah sebagai berikut dibawah ini:

1.Mudah terkena Pilek, seseorang yang memiliki kebiasaan ngupil akan mudah terserang virus. Terutama virus flu yang mudah tertular dengan melalui udara dan banyak cara lainnya. salah satunya itu dapat ditularkan oleh diri sendiri melalui tangan yang kotor. Bila terkena infeksi flu, biasanya akan berlanjut sampai ke gatal-gal pada hidung, radang tenggorokan, bersin-bersin dan pada akhirnya terserang flu-pilek. Penyebabnya dari tangan yang tidak bersih (tidak higienis) dapat menjadi medium infeksi pada rongga hidung.

2.Bulu atau rambut hidung rontok, rambut silia pada hidung yang berfungsi untuk menyaring debu, bakteri dan virus pathogen, serta benda-benda asing yang masuk ke dalam rongga hidung. Tanapa adanya silia semua jenis penyakit pathogen yang menyebar dengan melalui udara dapat masuk dengan leluasa ke dalam tubuh. Masuknya jari saat ngupil ke rongga hidung akan berisiko bisa merontokkan silia tersebut. hal itu sangat berbahaya. Tanpa adanya silia sebagai filter alami maka virus dan bakteri dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh.

3.Koreng atau infeksi hingga kanker, penyakit ini yang tadi dialami oleh Mahmudi. Bermula dari kebiasaannya ngupil dan mencabut bulu hidung. Sehingga mengalami pilek hebat, namun lama kelamaan hidungnya mengeluarkan darah dan nanah.

4.Meningitis, hati-hati pada saat ngupil, karena bila terlalu dalam mengorek akan menyentuh sinus sampai pada bagian dalam yang berdekatan dengan otak. Di dalamnya terdapat tulang yang disebut dengan sebagai tulang ethmoid yang memisahkan hidung dan otak. Jika pada saat ngupil tidak dilakukan dengan hati-hati, maka akan menusuk tulang ini. akibatnya cairan pada otak akan bocor dan dapat menyebabkan penyakit meningitis, yaitu radang selaput pelindung sistem syaraf pusat.

5.Kematian, jika kebiasaan ngupil sudah terlalu sering dan menjadi sebuah hobi, ada satu akibat besar yang akan diperoleh seseorang tersebut yakni kematian. Karena sudah terlalu meradangnya sakit yang diderita oleh seseorang tersebut sehingga tidak dapat tertolong.

Senin, 16 Oktober 2017

Virus Meningitis Buat Wajahnya Menakutkan

Virus meningitis, Meningitis atau radang selaput otak yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Penyakit meningitis juga merupakan penyakit yang sangat membahayakan. Selain itu, dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian bagi penderita. Infeksi ini juga dapat menyebabkan penderitanya itu mengalami kecacatan. Contohnya saja seperti yang dialami oleh wanita ini asal Inggris. Tammy Saunders yang saat itu masuk usia ke 34 tahun, harus kehilangan hampir dari separuh wajahnya akibat meningitis septicaemia, keracunan darah pada saat bakteri meningitis berkembang biak tanpa dapat dikontrol dalam darah.

Virus Meningitis Buat Wajahnya Menakutkan

Semua itu terjadi berawal pada saat perayaan hari raya beberapa tahun lalu. Di masa seharusnya ia berkumpul bersama-sama dengan keluarga dan temannya, ia sudah mulai merasa tidak enak badan. Tammy semula menduga ia hanya terkena kuman. Namun, pada saat itu ia tidak sadar virus meningitis telah menyerangnya. Setelah dua hari kemudian, dia benar-benar merasa sakit sampai tidak bisa untuk makan dan kaki serta bibirnya pun mati rasa. Wanita yang sebelumnya itu bekerja di salah satu perusahaan  garmen wanita itu, harus dilarikan ke rumah sakit yang ada di Colchester.

Dokter menyatakan bahwa penyakit yang dialaminya itu cukup serius, karena didapati ada virus meningitis. Akan tetapi, septikemia meningkokus sangat jarang sekali terjadi pada orang dewasa, sebab biasanya banyak terjadi pada anak-anak dan butuh 10 hari untuk melakukan diagnosa.

Pada saat itu juga, kerusakan akibat dari infeksi tersebut telah menghancurkannya. Sekitar 10 hari kemudian Tammy sudah sadar dan ia pun harus menjalankan cuci darah akibat gagal ginjal yang dialaminya, sementara itu anggota tubuhnya pun telah lumpuh dan membengkak 2 kali lebih besar dari ukuran normalnya.

Sedangkan, di daerah sekitar mulut dan hidungnya pun telah menghitam, seolah-olah dia terkena radang beku. Pada akhirnya dokter pun harus membuang bagian tersebut,

“Tentunya hal tersebut membuatnya kecewa ketika pertama kali harus melihat wajah saya di cermin, saya tidak sangka itu adalah saya, kenangnya. Tapi saya bertekad untuk selalu berpikir positif karena saya bersyukur masih tetap diberikan kehidupan,” ungkapnya.

Butuh waktu lebih dari dua bulan sebelum ia menyadari bahwa nekrosis atau kematian jaringan telah terjadi dan jaringan yang sudah mati tidak akan bisa untuk bergenerasi lagi. Kemudian, selama Tammy dirawat di rumah sakit dia berada dalam pengawasan Peter Dziewulski, seorang konsultan plastik dan ahli bedah rekontruksi di Rumah Sakit Broomfield, Chemsford, Inggris.

Pada akhirnya, dokter yang ahli pada bidangnya itu pun melakukan operasi “penutup lokal” pada bagian pipinya Tammy yang direposisi untuk menutupi rahang atas yang terbuka. Selain itu, demi kesembuhan pada diri Tammy, ia juga melakukan cangkok kulit pada kaki dan lengannya. Untuk operasi lebih lanjut, termasuk satu yang dilakukan untuk membentuk kembali hidungnya akan dilanjutkan.

Luasnya kerusakan pada jaringannya yang telah rusak seperti itu hingga ke tulang di beberapa tempat, mengartikan bahwa Tammy harus belajar berjalan kembali dan hanya memiliki mobilitas yang terbatas.

“Hal itu yang lebih mengganggu saya lebih dari apa yang terjadi pada wajah saya ini, wajah saya merupakan hal estetika. Saya masih bisa bernapas dan makan. saya sering lupa bagaimana penampilan saya, tetapi ketika orang lain menatap wajah saya, itulah yang membuat saya mengingat apa yang sudah terjadi pada diri saya,” tuturnya. Pada sebelum penyakit meningitis ini menyerang, wanita ini memiliki hobi menari dan tergolong wanita yang kreatif.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Dikira Sakit Kepala Biasa Ternyata Meningitis

Ternyata meningitis, Ada seorang suster bernama Dianne Woodford saat di identifikasi penyakit, dia mengira penyakit yang dideritannya akan lebih baik dibanding orang lain. Namun, memang tidak ada seorang pun yang sempurna, dikira hanya sakit kepala biasa. Dianne ternyata terkena penyakit meningitis dan sampai kedua matanya tidak dapat melihat (buta). Perkiraan Sembilan tahun yang lalu di tanggal 22 Agustus, Dianne telah terserang oleh bakteri meningitis, bentuk infeksi yang dirasakan parah dan dapat merusak saraf dan otak

Dikira Sakit Kepala Biasa Ternyata Meningitis

Dia mengira selama ini hanya sakit kepala biasa saja, ternyata meningitis. ketidaksukaannya pada cahaya juga dianggap hal yang biasa-biasa saja. namun kenyataannya penyakit itu turut menyerang pada penglihatan ibu dari tiga anak ini.

“Awalnya saya ingat kembali ke rumah usai jam makan siang, tiba-tiba kepala nyeri sekali. Saat itu saya hanya mengira butuh tidur sebentar saja untuk dapat menghilangkan sakit kepala tersebut, tidak pernah berpikir yang macam-macam, hingga pada akhirnya ternyata meningitis yang menyerang saya,” ungkap Dianne.


Selain itu, lanjut dia, saya merasa dari hari ke hari kondisi semakin tidak membaik dan mengira saya terserang flu. Ketiga anak saya bernama Ella, Joe dan Jamie. Jamie yang pada saat itu masih balita, jadi saya harus menidurkannya dan meminum beberapa jumlah obat sebagai penghilang rasa sakit. Lalu, saya berbaring di sofa dan meminta Ella untuk membangunkannya jika Jamie sudah terbangun. Dianne dengan suaminya sudah lama bercerai.

Namun, suatu ketika saat Ella hendak membangunkan ibunya beberapa jam kemudian Dianne malah pingsan. Itu merupakan hal yang mengerikan bagi Ella. setelah itu Ella keluar memanggil tetangganya dan menelpon ambulans. Para medis dengan segera memberikan antibiotik, kemudian membawanya ke Hull Royal Infirmary. 

Dannie mengingat, bahwa pada saat itu dirinya koma selama 24 jam. Setelah melakukan scan otak dan tes fungsi lumbal, dimana cairan tulang belakang diuji untuk mengkonfirmasi dugaan meningitis. Dokter berusaha melakukan semuanya untuk bisa melawan infeksi dalam tubuh Dianne dan berusaha menurunkan radang otaknya.

“Pada keesokan harinya, saat itu saya benar-benar mengerikan, namun masalah yang sebenarnya adalah ketika pada saat membuka kedua mata semuanya terlihat kabur,” terang Dianne.

Dokter menjelaskan kepada Dianne, bahwa bakteri telah bersarang di pembuluh darah halus yang terkait di retina. Pada sistem kekebalan tubuhnya itu telah mencoba untuk membersihkan infeksi, namun telah terjadi peradangan di otaknya dan pendarahan yang merusak secara permanen pada sel-sel di retinanya tersebut. Dan dapat mengoperasi Dianne untuk mencoba menghentikan pendarahan lanjutan. Namun, harapan besar untuk penglihatannya kembali normal sangat minim sekali. 

Meskipun Dianne telah menjalankan 12 operasi, doketr tidak mampu untuk menyelamatkan penglihatan Dianne. Dianne pun mengalami kebutaan. Kesempatan untuk melihat orang-orang terdekat, menikmati berbagai kegiatan, dan hal lainnya sudah tidak bisa lagi dilakukan olehnya.

Setahun setelah penyakitnya itu, Dianne akhirnya memutuskan untuk mendirikan badan amal karena ia merasa bahwa ia ingin memberikan tunanetra lainnya kesempatan untuk tidak hanya bisa bertemu dengan orang lain yang sebayanya saja, melainkan keluar dan ikut menikmati berbagai kegiatan bersama orang-orang. Artinya mereka para tunanetra juga bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat seperti berlayar, olah raga memanah dan menembak, mengikuti kelas seni atau hal lainnya.

Lalu, empat tahun kemudian, badan amal yang didirikan oleh Dianne semakin mapan. “Hidup ini banyak macamnya, terkadang sangat menantang, terkadang juga tidak, tapi setidaknya saya kini merasa memiliki kehidupan baru,” tutur Dianne.

Jumat, 13 Oktober 2017

Waspadai Berbagai Penyakit Jamaah Seperti Meningitis

Waspadai berbagai penyakit, Arab Saudi adalah sebuah Negara Arab di Asia Barat yang mencakup hampir ke seluruh wilayah semenanjung Arabia. Dengan memiliki luas wilayah kira-kira 2.150.000 kilometer persegi (830.000 sq mi), Arab Saudi secara geografis merupakan Negara terbesar urutan kelima di Asia dan kedua terbesar di Dunia Arab setelah Aljazair. Negara ini juga bebatasan dengan Yordania dan Irak ke utara, Kuwait ke timur laut, Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab ke timur, Oman ke tenggara dan Yaman ke selatan. Dan terpisah dengan Israel dan Mesir oleh teluk Aqaba. Satu-satunya Negara yang memiliki dua pesisir penting yakni Laut Merah dan Teluk Persia dan sebagian besar wilayah Arab Saudi adalah gurun pasir.

Waspadai Berbagai Penyakit Jamaah Seperti Meningitis

Arab Saudi terkenal sebagai Negara tempat kelahiran Nabi Muhammad serta tumbuh dan berkembangannya agama Islam. Semua merupakan hasil dari perjuangan Nabi Muhammad beserta para sahabatnya. Negara ini juga menjadi tujuan utama umat Islam dalam menunaikan ibadah haji di Tanah suci dari berbagai penjuru dunia. Saat ibadah haji atau umrah wasapai berbagai penyakit yang menyerang, termasuk meningitis.

Selain terkenal sebagai kota tertua dan tempat untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Arab Saudi juga terkenal dengan Negara yang cukup panas pada musim panas. Dalam Kondisi Arab Saudi jauh berbeda dengan kondisi yang ada di tanah air. Dimana pada musim panas bisa mencapai 40-50 derajat celcius. Sehingga, jamaah harus waspadai berbagai penyakit yang menyerang, terutama meningitis hal itu yang dapat memberikan pengaruh kondisi kesehatan jamaah haji maupun umrah. 

1.Heat Stroke
Sengatan panas atau heat stoke merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh bisa saja mencapai lebih dari 40 derajat celcius atau lebih yang dapat disebabkan oleh kenaikan suhu lingkungan atau aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Serangan ini biasanya sering sekali terjadi ketika musim haji berlangsung yang bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi.

Agar dapat menghindari dari sengatan panas saat ibadah, diantaranya adalah Posisi tidak berada di terik matahari langsung antara pukul 10.00 – 16.00, bila keluar pada siang hari sebaiknya menggunakan payung dan membawa minum, usahakan banyak minum, setidaknya 5 sampai 6 liter, Tidak menahan buang air besar atau kecil, Menjaga kesehatan tubuh dengan cukup istirahat dan tidur, Pakailah pakaian yang longgar (tidak ketat) sehingga mudah bergerak dan Makanlah makanan yang bergizi dan penuh dengan vitamin.

2.Meningitis
Meningitis adalah radang selaput otak yang terjadi pada siapa saja yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, nyeri otot, mual, muntah dan berbagai gejala lainnya. peradangan ini terjadi pada penderita meningitis yang dimulai secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara bertahap.

Pemicu sehingga timbulnya penyakit ini adalah menurunnya daya tahan tubuh pada seseorang, berada pada daerah yang cukup padat, banyaknya jamaah dari berbagai Negara, serta adanya kontak langsung dengan penderita meningitis melalui  batuk, bersin, air liur, debu dan udara.

Untuk dapat mencegah penyakit meningitis ini, jamaah haji maupun umrah wajib melakukan vaksinasi sebelum berangkat ke Arab Saudi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hindari tempat-tempat yang terlalu padat, lakukan segera pengobatan propilaksis dengan sulfadiazine atau rifampicin.

3.Penyakit Lainnya
Pada saat menjalankan ibadah haji atau umrah, tidak jarang penyakit yang timbul, seperti Influenza, Radang tenggorokan, Radang cabang tenggorokan (bronchitis), Radang paru-paru (pneumonia), Disentri, Kolera, Typus dan masih banyak penyakit lainnya. semua penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh virus, bakteri, amuba dan lainnya yang tertular melalui udara, batuk, bersin dan menggunakan barang secara bersama-sama.

Masa Inkubasi Penyakit Meningitis

Masa inkubasi meningitis, meningitis merupakan radang pada selaput otak dan bagian dari sistem saraf pusat. Pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk mengetahui penyebabnya itu sangat penting sekali apakah dari virus atau bakteri. Karena tingkat keparahan penyakit dan pengobatannya akan berbeda tergantung dari penyebabnya. Penyebab penyakit meningitis juga akibat dari infeksi. Sebagai aturan, patologi mempengaruhi pada otak manusia, atau lebih tepatnya yaitu cangkang. Dimana cangkang yang terletak di antara bagian tengah dari sistem saraf dan tulang tengkorak. Kebanyakan kasus yang terjadi, pada jaringan lunak dipengaruhi karena berbatasan langsung dengan otak. Kurang keras dan meradang membrane arachnoid. 

Masa Inkubasi Penyakit Meningitis

Menurut data yang didapat bahwa sudah ada sekitar 1,2 juta kasus meningitis bakteri terjadi setiap tahunnya di dunia, dengan angka kematian yang mencapai 135.000 jiwa. Wabah meningitis terbesar dalam sejarah dunia dicatat oleh WHO terjadi pada tahun 1996-1997 yang menyebabkan lebih dari 250.000 kasus dan 25.000 kematian. Epidemik yang paling parah itu menimpa Afrika bagian Sahara dan sekitarnya selama satu abad. Angkanya yang mencapai 100 hingga 800 kasus pada 100 ribu orang. Dengan masa inkubasi meningitis yang berbeda-beda.

Meningitis datang dengan beberapa bentuk. Ada banyak macam klasifikasi penyakit. Semuanya tergantung dari penyakitnya. Kalau untuk meningitis ini mikroba, neyrovirusnyh, jamur, infeksi dan trauma. Pada setiap beberapa masa inkubasi meningitis, tergantung pada kecepatan dalam perkembangan meningitis yang dibagi ke dalam jenis berikut:

1.Lightning, dapat berkembang sangat pesat dalam beberapa hari pertama setelah onset penyakit dan sering menyebabkan kematian pada si penderita.
2.Pulau, Dapat ditandai dengan pesatnya perkembangan penyakit dalam waktu sejak 2 hingga 3 hari.
3.Kronis, dapat berkembang dengan perlahan-perlahan, secara praktis tidak mungkin langsung diketahu kapan gejala pertama dari penyakit.

Meningitis memiliki durasi yang berbeda mulai dari 2 hari sampai 10 hari atau lebih, itu tergantung pada jenis agen yang dapat menyebabkan penyakit. Jika faktor penyakit yang enterovirus, masa pengembangan akan berlangsung dari 3 sampai 8 hari. Pada masa inkubasi ini disebabkan oleh virus gongok, hal itu akan berlangsung selama 3 minggu, akan tetapi lebih sering daripada 10-18 hari. Penyakit ini dimulai dengan meningitis aseptic akut setelah selama 8-12 hari setelah terkena infeksi. Kalau dalam pengembangan patologi gejala penyakit yang mirip sekali dengan flu. Demikian pula, adapun masa inkubasi pada anak-anak, yakni jika anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akan berkembang lebih cepat.

Pada umumnya meningitis yang terjadi dengan gejala sehingga karakteristik yang sulit itu yang membingungkan dengan penyakit lainnya. setelah usai masa inkubasi yang singkat, dengan gejala yang muncul seperti sakit kepala, otot pada tegang, cepat merasa lelah, mengantuk, lemas, kram tangan dan tubuh, starabimus (hal ini terjadi karena peradangan saraf oculomotor).

Bila muncul tanda-tanda tersebut tidak akan dilakukan pengobatan yang tepat, sebab penyakit ini sudah mulai berkembang dan dapat menyebabkan koma, kelumpuhan, termasuk otot penafasan, sehingga terjadi kematian karena tidak tepat waktu untuk mengobati meningitis. akhir diagnosis penyakit dan pengobatannya tertunda maka konsekuensinya itu ireversibel bagi tubuh manusia dan kecacatan. Namun, jika diagnosis dan pengobatan yang tepat, pasien akan kembali pulih dalam waktu 14 hari, tapi terkadang dalam pengobatan akan diperpanjang selama 5 minggu, tergantung pada banyaknya faktor, termasuk keadaan sistem kekebalan tubuh manusia dan jenis meningitis.

Meningitis menyebar dengan cara yang yang sama seperti banyaknya virus yang ada. Meningitis dapat ditularkan dengan melalui tetesan udara, konsumsi makanan yang tidak sehat, darah, dan sebagainya. Sehingga, tindakan untuk mencegah penyakit meningitis adalah menjaga kebersihan. Hal itu harus benar-benar dilakukan, seperti mencuci buah dan sayuran, tidak berenang di air yang sudah tercemar, mencuci tangan sebelum atau sesudah makan dan masih banyak lainnya.

Untuk pencegahan meningitis utama juga mencangkup pengerasan tubuh. Dalam periode epidemi penyakit yang dapat menular harus menghindari berbagai tempat dengan jumlah besar orang yang berkumpul, dimana Anda dapat menangkap meningitis dengan melalui gigitan serangga (nyamuk), selebihnya banyak berbagai cara virus meningitis dapat menyerang. Mencegah hal itu terjadi lakukan vaksinasi. Apabila selesai kontak langsung dengan si penderita harus diberikan immunoglobulin dan antibiotik.

Rabu, 11 Oktober 2017

Tertular Meningitis Akibat Tidur Dengan Hewan Peliharaan

Tertular meningitis, Memiliki hobi memelihara hewan dalam rumah, terlihat menyenangkan, bahkan sampai ada juga yang tidurnya saja harus bersama dengan hewan kesayangannya itu. Tapi, Apakah Anda termasuk orang yang sering mencium dan tidur bersama dengan hewan peliharaan? Jika iya, Anda wajib waspada. Seperti yang dikutip dari Medicmagis, Centers for Disiase Control (CDC), Amerika Serikat beberapa tahun lalu merilis sebuah studi yang cukup mengejutkan soal hewan peliharaan. Menurutnya, bahwa hewan peliharaan dalam rumah juga bisa menularkan penyakit yang berbahaya, meningitis. Melakukan kebiasaan kontak fisik dengan hewan peliharaan, misalnya seperti kucing atau anjing ternyata memiliki risiko yang sangat tinggi kaena dapat menularkan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan oleh hewan

Tertular Meningitis Akibat Tidur Dengan Hewan

Selain itu, CDC juga menerangkan, bahwa selain dapat menularkan penyakit zoonis, kontak langsung dengan hewan peliharaan kesayangan dapat dengan mudahnya tertular meningitis atau radang selaput otak. Dimana penyakit ini telah diketahui memiliki risiko kematian hingga 50 persen, meski penyakit ini dapat disembuhkan namun terdapat risiko besar, terjadi kerusakan neurologis permanen seperti epilepsi, kelumpuhan, atau gangguan mental.

Adapun di dalam sebuah penelitian dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, mencatat beberapa kasus yang ada mengenai infeksi meningitis yang disebabkan oleh hewan peliharaan. Kasus meningitis yang ditemukan pada umumnya itu terjadi melalui kontak cairan tubuh, khususnya terdapat pada air liurnya. Banyak kasus yang tertular meningitis dengan berbagai penyebab dan gejala.

Terkait dengan kebiasaan tidur bersama dengan hewan peliharaan, Prof Bruno Chomel, yang merupakan seorang peneliti daro University of California yang memberikan saran. Menurut Dia, kebiasaan tersebut harus dihilangkan, mengingat tidak hanya berisiko untuk mengirimkan meningitis, tetapi juga plague (wabah) yang dapat ditularkan dengan melalui kutu yang terdapat pada anjing atau kucing Anda.

Penularan penyakit meningitis, lanjut Prof Bruno, dari hewan peliharaan ke manusia sangatlah jarang terjadi. Tetapi meski begitu, bukan hal yang tidak mungkin. Dengan adanya penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat luas, apalagi orang terdekat di sekitar. Melainkan untuk menyadari mereka bahwa tidur bersama dengan hewan peliharaan memiliki risiko besar.

Para ahli lain juga mengungkapkan, bahwa adanya kehadiran hewan peliharaan di tengah-tengah keluarga justru akan memiliki pengaruh baik terhadap kesehatan anak. Hal itu berdasarkan sebuah studi, anak-anak yang tinggal bersama dengan kucing, anjing atau hewan peliharaan lainnya memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik lagi. Selain itu, bermain bersama dengan hewan peliharaan juga dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin atau sebagai penawar stress. Akibatnya, bila seseorang yang sering melakukan main dan tidur bersama dengan hewan peliharaan, risiko depresi dalam hidup akan menjadi rendah dan mungkin justru akan hilang.

Selasa, 10 Oktober 2017

Hib Penyebab Penyakit Meningitis Menyerang

Hib penyebab meningitis, Meningitis ialah peradangan yang terjadi pada meninges, yakni membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur dan lainnya yang dapat menyebar luas ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak. Jika menemukan beberapa gejala meningitis seperti demam, kejang-kejang, mual/muntah, bingung, peka terhadap cahaya dan suara keras, segeralah lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, bila pasien tersebut diduga mengalami meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, sebab masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai dengan penyebabnya.

Hib Penyebab Penyakit Meningitis Menyerang

Adapun salah satu penyebab penyakit meningitis yaitu Haemophilus influenza type b (Hib), Hib penyebab meningitis. Selain itu juga, menjadi penyebab utama meningitis bakteri yang menyerang pada anak-anak yang berusia 5 sampai 5 tahun. Terkadang jika dialami oleh bayi timbul laringotrakeitis obstruktif yang hebat dengan epiglottis yang membengkak dan berwarna merah anggur. Dalam keadaan yang seperti ini memerlukan intubasi segera untuk dapat menyelamatkan hidup. Pneumonitis dan epiglotis akibat dari H influenza dapat terjadi setelah pada saluran pernapasan terkena infeksi pada anak kecil dan orang dewasa. Salah satunya terjadi pada orang dewasa dapat menderita bronchitis atau pneumonia akibat dari H influenzae

Sedangkan, pada bayi yang berusia masih 3 bulan memiliki antibody dalam serum yang diperoleh dari ibunya sendiri. Pada masa tersebut memang infeksi H influenza jarang sekali terjadi, tetapi kemudian antibody akan hilang. Anak-anak yang terkena infeksi H influenzae biasanya itu dalam bentuk asimtomatik tetapi dapat juga dalam bentuk panyakit pernapasan atau meningitis. pada anak usia 3 sampai 5 tahun kebanyakan mereka memiliki antibody yang dapat membunuh bakteri dengan bantuan komplemen dan fagositosis, antibody yang dimaksud adalah antibody PRP. Imunisasi yang dilakukan pada anak-anak dapat menimbulkan antibody yang sama. Hib penyebab meningitis.

Ada hubungan antara adanya antibody bacterisidal dan resistensi terhadap infeksi H influenzae tipe b. namun, tidak diketahui apakah antibody ini saja yang dapat menimbulkan imunitas

Angka kematian yang disebabkan oleh meningitis yang tidak diobati mencapai 90 persen. Banyak strain H influenzae tipe b peka sekali terhadap amphisillin, tetapi 25 persen strain resiten karena membentuk ß-Laktamase dibawah kendali plasmid yang dapat dipindahkan. Kebanyakan untuk semua strain itu peka terhadap kloramfenikoldan sefalosporin baru. Dalam pemberian sefotaksim 150-200 mg/kg/hari secara intravena memberi hasil yang baik. Diagnosis dan pemberian obat antimikroba  secara tepat sangat penting sekali agar gangguan neurologik dan intelektual dapat dikurangi. Jika komplikasi yang terjadi itu berlanjut biasanya akan terjadi penimbunan cairan subdural yang sangat memerlukan drainase melealui pemebedahan.

Sedangkan, untuk pencegahan yang paling efektif adalah dengan cara pemberian vaksinasi. Pemeberian iminisasi vaksin (vaccine) meningitis merupakan suatu tidankan yang tepat, terutama pada daerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis.

Senin, 09 Oktober 2017

Kasus Meningitis Dari Gigitan Kutu di Swiss

Meningitis dari gigitan kutu, Meningitis adalah sebuah penyakit berbahaya, terjadinya radang pada membrane yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Secara kesatuannya itu disebut meningen. Meningitis disebabkan oleh infeksi karena virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya, dan walapun jarang dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Pada umumnya penyakit ini dapat ditularkan dengan melalui batuk dan bersin, selain itu menggunakan barang yang sama oleh penderita meningitis. penyakit ini juga rentan sekali bagi anak-anak, sebab mereka belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jika menemukan gejala meningitis pada seseorang, seperti panas, mual/muntah, sakit kepala, perubahan kesadaran, kepekaan terhadap cahaya maupun suara dan masih banyak gejala lainnya, segeralah ke Rumah Sakit agar mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Kasus Meningitis Dari Gigitan Kutu di Swiss

Ada banyak kutu di sekitar musim ini di Swiss dari biasanya. Sekarang ada banyaknya jumlah kutu di sepanjang musim semi. Dr Norbert Schutz dari Liga Swiss mengatakan, bahwa sebagai tanah dibekukan pada bulan Desember dan Januari, kutu dapat menghemat banyak energi saat mereka telah terbangun dalam cuaca yang lebih hangat setelah berhibernasi.  Antara bulan Maret dan November, pada puncaknya musim kutu, gigitannya dapat menjadi sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Kasus meningitis dari gigitan kutu di Swiss.

Ketika seseorang melihat ada tanda centang yang menempel pada kulit mereka, reaksi yang pertama dirasakan adalah menariknya.  Masih banyak orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya kutu yang menempel di kulit sebenarnya dapat dihapus dengan menggunakan pinset, tidak hanya ditarik dengan tangan. Jika bagian dari kutu tetap berada di bawah kulit dalam waktu yang lama sekitar 36-48 jam ada risiko tertular penyakit. Diantaranya penyakit Lyme melalui bakteri yang menyebar. Ada juga risiko tertular penyait meningitis atau penyakit lainnya. Meningitis dari gigitan kutu tersebut.

Jika Anda mengalami gejala ini dalam tiga minggu terkena gigitan kutu, seperti gejala mirip dengan flu, pusing, sakit sendi atau sakit kepala dan mual. Segeralah mencari bantuin medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Kutu yang dapat menyebabkan berbagai penyakit ini dapat ditemukan di seluruh Swiss, mulai dari Danau Contanse di Timur laut samai ke Jenewa di Barat.

Di Swiss banyak orang yang telah tertular dengan penyakit meningitis ini, dalam proses penularan tersebut dikarenakan oleh gigitan kutu. Sejauh pada tahun ini pada titik manapun dalam dekade terakhir, menurut dari pejabat kesehatan federal. Mereka menekankan bahwa perlu sekali melakukan suntik vaksin untuk mencoba mencegah penyakit meningitis dari gigitan kutu yang menyerang.

Dari Kantor Kesehatan Federal menyebutkan, bahwa adanya peningkatan pada kasus meningitis dari gigitan kutu ini sangat meresahkan sekali. Pada tahun ini sudah ada dua orang yang terjangkit penyakit meningitis sampai meninggal dan lebih dari separuhnya masih dalam masa perawatan di rumah sakit.

Meningitis yang merupakan penyakit virus, tidak dapat diobati dengan menggunakan antibiotik.  Kantor Kesehatan Federal mendorong mereka yang lebih tua dari enam di daerah berisiko tinggi itu untuk melakukan vaksin meningitis untuk dapat mengurangi risiko dari gigitan kutu. Terutama pada panyakit sejenis ini sering  sekali muncul dengan baik setelah digigit.

Swiss Timur, termasuk sebagai Negara yang rentan meningitis dengan risiko tertinggi dan di wilayah yang dekat dengan danau Neuchatel dan Biel menurutnya, bahwa pihaknya tetap saja masih memiliki wewenang. Pada saat ini, kurang dari 60 persen orang di daerah yang terkena vaksinasi terhadap meningitis. Menurut Federal Health Office menunjukkan, bahwa pada musim gugur adalah waktu yang ideal untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyakit di musim semi.

Ada sebuah aplikasi mobile yang disebut dengan link eksternal “Zeck” yang dikembangkan oleh Zurich University of Applied Sciences (ZHAW) telah mengumpulkan data selama dua tahun terakhir ini, di mana orang digigit kutu di seluruh negeri.

Sementara itu, Swiss sendiri telah melihat peningkatan kasus meningitis yag disebabkan oleh gigitan kutu, Negara yang merupakan tetangga Austria telah membawa kasusnya turun menjadi 80 dari 700 karena 83 persen populasinya divaksinasi terhadap penyakit ini.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Cek Awal Meningitis Dengan Tempelkan Dagu ke Dada

Cek awal meningitis, Meningitis merupakan sebuah penyakit peradangan yang mengenai lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang juga dapat menimbulkan eksidasi berupa pus atau serosa yang disebabkan oleh mikroorganisme, baik protozoa, bakteri, virus atau jamur. Meningitis yang menginfeksi secara akut membran yang menutup otak dan sumsum tulang belakang. Sebagai organ penunjang sistem saraf pusat. Hal ini yang menjadikan meningitis penyakit serius. Sebab mampu menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian

Cek Awal Meningitis Dengan Tempelkan Dagu ke Dada

Salah seorang tenaga medis dr Iris Rengganis, SpPd menuturkan, bahwa pada penyakit ini masuk dalam kategori sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penganganan yang tepat, mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang. Sehingga, dapat merusak gerak yang berujung pada kematian. Lakukan cek awal meningitis.

Oleh sebab itu, bagi pasien yang telah mendapatkan diagnosa menderita meningitis lakukan cek awal meningitis dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut lagi dengan cek awal, baik meningitis yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Penyakit meningitis juga akan mendapatkan theraphy yang sesuai dengan penyebabnya.

Ada 2 jenis penyakit meningitis, yakni:

1.Meningitis viral. Biasanya pada meningitis jenis ini tidak menyebabkan penyakit serius. Dalam kondisi yang mengkhawatitkan, penyakit meningitis jenis ini dapat menyebabkan panas, demam yang berkepanjangan disertai dengan kejang-kejang.

2.Biasanya pada penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangatlah serius dan wajib mendapatkan perawatan serta pengobatan yang tepat agar dapat mencegah kerusakan otak dan keluhan lainnya yang dapat berakibat kematian.

Pada umumnya tanda dan gejala meningitis yang di kalangan pasien yang usia remaja dan dewasa adalah leher kaku dan terasa sangat sakit, terutama pada saat akan mencoba untuk menempatkan dagu pada bagian dada. Selain itu, adapun gejala lainnya yaitu demam, kejang, muntah-muntah, kepala terasa nyeri, hingga hilangnya kesadaran.

Sedangkan, meningitis yang dialami oleh pada anak-anak dan bayi mungkin akan sulit untuk diketahui karena mereka belum bisa untuk menunjukkan secara detail ekspresi, kecuali ia menunjukkan rewel dan tidak mau makan atau diberi susu, timbulnya ruam yang sangat sensitif saat disentuh akan membuat mereka menangis.

Ketika gejala-gejala di atas dirasakan, jangan sampai diabaikan begitu saja, sebaiknya pasien harus segera di bawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan oleh dokter, fungsi lumbal merupakan tes laboratorium atau biasa disebut dengan apinal tap yang amat sangat penting untuk penyakit meningitis

Ada beberapa cara dalam mengatasi penyakit meningitis, yaitu dengan selalu menjaga kebersihan baik kebersihan diri maupun lingkungan, konsumsi makanan yang pebuh gizi, hindari dari berbagi peralatan makan, tutuplah hidung dan mulut saat akan bersin dan juga konsumsi antibiotik saat sedang bersama-sama dengan orang yang terkena virus ini.

Sebab penyakit meningitis merupakan penyakit menular. Oleh sebab itu, penting sekali untuk selalu memeriksa kesehatan. Segeralah pergi ke rumah sakit jika mendapatkan gejala-gejala meningitis dirasakan oleh Anda sendiri atau orang-orang yang ada di sekitar Anda, agar segera memperoleh penanganan langsung dari dokter yang ahli pada bidangnya tersebut.